Kamu yang sedang tak ingat kapan terakhir kali menghirup udara malam sehangat ini. Kamu yang sedang tak ingat kapan terakhir kali tertawa lepas tanpa beban di hati. Ah, mungkinkah kesakitan kemaren telah membuat benang-benang halus yang bekerja dalam otakmu melupakan fungsinya yang semestinya.

Otot dan otakmu dipenuhi rasa butuh pada hal-hal yang pernah membuatmu merasa bahagia dan bahkan membuat otakmu merekamnya sebagai bahagia yang luar biasa. Kini, rasa butuh yang memanipulasi diri sebagai rindu membuatmu kembali mengulang kenangan yang (pernah) menjadi tema utamamu dalam doa pada Penguasa semesta. Dan selain tujuan bahwa perasaan ini harus tersampaikan, tak ada lagi yang kamu inginkan lagi dalam pikiran.

Bahkan sebagian dari hatimu yang belum rela melepaskan akan semakin mudah di manipulasi oleh rindu. And you know what, rasa rindu kurang merangsang tanpa dibubuhi kenang yang tak ingin dibuang. Yes, alasan kesekian untuk terus berada pada zona yang menurutmu nyaman.

Harusnya di sebelah kanan ruang di hatimu atau di bidang yang masih tampak kosong itu dibubuhi doa sebelum jatuh cinta dan patah karnanya. Agar kelak jika cinta mengarahkan mata pedangnya padamu, kamu tidak harus mati olehnya.

Pernahkah kamu mendengar atau sekedar mendengar atau setidaknya ada yang memaksamu mendengar bahwa kegagalan hanyalah bagian dari proses untuk menemukan pilihan yang tepat. Hati yang bisa tabah karenanya akan menemukan tujuan akhir yang menurut keyakinannya adalah sebenar-benarnya; Happy ending.

Advertisement

Lalu jika kamu merasa yakin suatu saat waktu atau sang pemilik semesta memberimu yang terbaik. Untuk apa bersedih terus dan menangis? Jika kamu juga percaya ada seseorang yang setia mendoakan kebaikanmu. Lalu apakah kamu masih terus bersedih? Berapa tissu yang harus kamu korbankan untuk menghapus kesedihanmu itu?

Dan wahai hati, janganlah terus merutuki kecewa, sakit, dan luka. Lalu memaki dia yang pernah kamu jadikan raja dan ratu. Karena yang sebaik-baiknya mencinta, tahu kapan harus melepas dan kembali terbang bebas tanpa beban yang mengikat.

Jika sebagian dari kalian melihatku berbeda maka biarlah aku berbeda dengan jalan yang aku pilih. Tidak ada yang sia-sia, selama mempercayakan segala hal baik pada Penciptamu. Kegagalan jangan menghalangi kamu untuk terus berkarya. Saatnya bangkit dan percaya diri.

Bagaimana, sudah siap untuk berbahagia?