Dunia kampus selalu punya sisi menarik untuk ditelisik. Mulai dari komponen utamanya yakni bidang akademis, sampai mereka yang berada dalam circle kampus. Sebut saja mahasiswa, dosen, ibu kantin, pak security, sampai ibu tukang soto depan kampus. Mahasiswa dan dosen tentu saja punya porsi paling besar dari semua itu. Selain karena jumlah mereka yang paling masif, keberadaan mereka juga menjadi sebuah dinamika menarik dalam dunia kampus.

Sebagai seorang tenaga pengajar, Dosen adalah profesi yang menurut saya menarik. Nanggung-nanggung nggemesin gitu. Nanggung karena frekuensi ketemu dengan mahasiswanya yang tidak intens, bikin gemes karena karakter mereka yang luar biasa beragam dan berasal dari latar berbeda-beda. Inilah yang menjadi kata kunci tulisan saya kali ini. Beberapa tipe dosen (favorit mahasiswa yang patut dilestarikan):

Dosen muda yang cakepnya diambang batas kewajaran. Baik, wangi, tajir, dan pinter banget. Pokoknya bikin bingung kalau mereka mulai kuliah dari umur berapa dan makan apa!

Tipe pertama ini adalah jajaran dosen yang mampu membuat darah berdesir lebih cepat, jantung memompa lebih hebat, dada berdegup lebih hentak. Bagaimana tidak? Sejakpertama kali bertemu kita sudah dibuat takjub dengan tampilan mereka yang necis, gaya, keren, namun tetap mencirikan seorang dosen. Awalnya sih pasti banyak yang nyeletuk:

Advertisement

Ajigile! Songong banget nih anak baru dateng-dateng langsung duduk di kuris Dosen!

Lalu, setelah mereka memperkenalkan diri, dan ternyata namanya sesuai dengan nama yang tertera di daftar kuliah. Semua mata mulai tertuju pada mereka. Cuma beda dua atau tiga tahun dari mahasiswanya, dosen favorit nomer wahid ini tnetu saja punya pembawaan dan bahasa yang sejenis dengan mahasiswa. Mereka lebih mudah blending dan connect dengan karakter serta keinginan mahasiswa.

Advertisement

Pokoknya, dosen-dosen yang macem gini bikin kuliah lebih nggenah!

Praktisi yang nyambi jadi dosen. Mereka yang punya bergudang-gudang pengalaman nyata tentang bidang profesi yang digeluti. Selalu mampu membuka cakrawala berpikir mahasiswa.

Saya mengkalsifikasi dosen menjadi dua macam, mereka yanng berlatar belakang akademik atau akdemisi, dan mereka yangsecara profesional menggeluti bidang yang sesuai dengan mata kuliah atau praktisi. Yang nomer dua inilah yang selalunnya menjadi favorit para mahasiswa. Seorang praktisi biasanya tidak saklek, lebih dinamis, dan mudah mencair dengan keadaan. Karena mereka tidak dikejar-kejar target pencapaian soerang dosen murni atau akademisi.

Yang juga bikin mereka masuk dalam kategori ini adalah keterbukaan serta sikap mereka yang santai. Tidak pelit nilai dan manusiawi dalam memberikan tugas. Walau terjadang lebih sulit untuk dihubungi, justu itu yanng membuat para dosen praktisi ini sering membuat rindu bertemu.

Nggak jarang juga, mahasiswa jadi punya kesempatan untuk direkrut di perusahaan tempat mereka bekerja, lho!

Bapak/Ibu Profesor yang mulia. Hadirmu di kelas membuat suasana gaduh berubah teduh. Segala bahan ajarmu tak lagi membuat mahasiswamu mengeluh. Sungguh, tiada peluh dalam setiap kuliahmu.

Menjadi seorang profesor membutuhkan lebih dari sekadar konsistensi dan kegigihan dalam belajar. Gelar ini juga adalah bukti keseriusan serta kepedulian seseorang. Bukan hanya dalam dunia akademik, tapi juga bidang ilmu yang mereka geluti.

Para profesor yang kehidup mereka sudah dijamin negara punya beban yang berat setiap semesternya. Jangan pikir mereka bisa leyeh-leyeh menikmati gaji buta belasan juta setiap awal bulan. Mereka diwajibkan mengabdikan ilmunya kepada generasi penerus bangsa.

Hal ini yang bisa jadi membuat dosen-dosen yang sudah bergelar profeson lebih bisa diajak kerjasama dengan mahasiswanya. Kerjasama dalam arti yang positif. Mereka sudah melewati semua cobaan hidup sebagai seorang mahasiswa. Jika ada seorang referensi yang layak dituju soal pengalaman menjadi mahasiswa, merekalah orangnya. Mereka paham apa yang membuat mahasiswa jengah tapi juga telaten menderma ilmu mereka.

dear Sir/Madam Professor, panjang umurlah! hidup sejahteralah! Doa kami paling tulus selalu dalam napas kalian yang mendamaikan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya