Sudah bukan rahasia lagi, moda transportasi unggulan dalam menjangkau perkotaan bahkan pedesaan di negeri ini masih dalam ranah impian. Maksudnya adalah, masih dalam mimpi menuju ke integrasi sistem transportasi total service dimana bus, taxi, kereta, LRT hingga monorail dan sejenisnya ada dalam satu ruangan yang disebut moda transportasi perkotaan sistem integrasi.

Melihat jengkal sudut ibukota negara yang sumpek dan sempit, ditambah gang-gang dan padatnya penduduk menambah gambaran lain sudut pusat perekonomian, kota impian, hingga tanah surga bagi sebagian pemimpi untuk bisa menaklukkan liarnya kota metropolitan ini. Terlebih dengan semua kesemrawutannya, tetaplah kota ini menjadi kota primadona seluruh penduduk negeri yang tersebar luas dari pulau Weh di ujung barat hingga Merauke di ujung timur, bahkan dari Miangas hingga pulau Rote. Menambah mutu Manikam, khazanah negeri tercinta ini.

Advertisement

Tak terlebih, warga kota satelit yang menjadi mayoritas penyebab kemacetan tiada henti kota ini. Mengapa demikian? Karena patokan dasarnya adalah hari raya, kota ini lengang sekali. Karena kebanyakan penduduk di kota satelit tersebut pulang kampung. Mungkin cara ini efektif menjadi solusi ampuh mengurangi macet, namun terlalu ekstrim hehe.

Sebenarnya Pemda kota idaman ini tidak berdiam diri dalam berbenah menuju harapan bersama, membenahi transportasi umum semisal bus kota, membuat jalur istimewa untuk bus, yang disebut buswae, maaf busway hehe, mencanangkan monorail serta light rapid transportasion, waterway hingga subway yang masih dalam tahap tiada usai. Membatasi jumlah kendaraan yang masuk ke kota ini, hingga pelarangan kendaraan roda dua di ruas-ruas utama jalan, sebagai langkah preventif bukan diskriminatif tentunya. Patut kita dukung, karena jika berkepanjangan akan ada titik jenuh hingga diperkirakan 10 tahun ke depan akan lumpuh dengan kemacetannya.

Nah, nah ada satu moda yang terlupakan selain ojek, ojek pangkal hingga ojek online, bajaj dan bemo dan transportasi sejuta umat. Here we are, Commuter Line, kereta rel listrik yang mengitari kota satelit tadi, terbentang hingga serang dan Tangerang di barat, Bekasi di timur, Jakarta kota di utara hingga Priok dan Depok serta Bogor di selatan. Dioperasikan oleh anak perusahaan kereta api milik negara, yang mulai banyak berbenah mengingat antusiasme pengguna hingga tak jarang jodoh, tetangga, teman sekolah, partner, dosen, mahasiswa, PNS, TNI/Polri, jomblo hingga fakir asmara, orang jatuh cinta hingga cinta Laura, ibu-ibu semi sosialita, pengusaha bisa ditemukan di sebagian gerbong yang terdiri dari 8 hingga 10, yang aktif memobilisasi penumpang ke penjuru dan menyerbu ibukota dengan tiket murahnya. Sehingga jadi moda efiensi berharga dalam berumah tangga karena paling mahal Jakarta Bogor saja pulang pergi hanya Rp. 6.000 (enam ribu rupiah). Emejing kan?

Advertisement

Karena Pemerintah masih memberi subsidi per penumpang untuk menggunakan moda idaman mertua ini, eh salah. Maksudnya moda idaman semua warga kota satelit menuju ibukota.
Nah, dari hiruk pikuk yang terjadi setiap detik hingga jari lentik, berikut ini adalah klasifikasi pengguna kereta rel listrik berdasarkan karakter dan kebiasaan yang terlihat:

1. Penumpang Tipikal Oportunis

Tipe penumpang jenis ini adalah yang mencari sela di tengah keramaian kereta atau gerbong. Untuk tipikal jenis ini perlu diawasi, karena kemungkinannya kalau tidak berlaku binal ya kriminal. Jadi waspadalah, waspadalah hehe.

2. Penumpang Jenis Rumpi

Tipe penumpang ini adalah pengguna remaja pada kebanyakan kasus. Karena berbicara seakan-akan luar biasa, padahal biasa saja. Agar terkesan "Wow" atau dibilang keren misalkan.

3. Penumpang Jenis Arisan

Adalah tipikal penumpang yang berkoloni, bergerombol di sudut atau duduk berjamaah sambil membicarakan se-Something secara jamaah, baik hobi, kisah asmara, kisah luka hingga panci tetangga. Bisa ditebak, mereka biasanya satu domisili atau tetanggaan, karena jumlah mereka lumayan banyak.

4. Penumpang Jenis Gadget Addict

Adalah penumpang pengguna gadget dengan masker lengkap sambil memegang headset sebagai appearance utamanya. Memutar musik pelan-pelan hingga kencang, hingga kadang lupa banyak orang tua yang prioritas duduk tidak bisa duduk karena ulah isengnya.

5. Penumpang Jenis Gamer

Adalah jenis penumpang pengguna gadget lainnya yang sibuk memainkan game-game masa kini di perjalanan kota, semisal duel otak, coc hingga tetris. Bisa dilihat dengan kelihaian mereka menggunakan qwerty dalam navigasi game hehe.

6. Penumpang Jenis Acuh

Adalah jenis penumpang yang makan dan minum sembarangan padahal disitu tertera jelas dilarang makan dan minum, namun mereka malah menggubris dengan santai seraya berucap, ”santai kaya di pantai”

7. Penumpang Jenis Asmara

Adalah jenis penumpang yang memadu mesra, memadu kasih hingga mesum di kereta, tak jarang menjadi tontonan gratis seperti telenovela atau FTV. Jika dilakukan oleh pasangan halal mungkin disah-sahkan saja, tapi jika dilakukan oleh abegeh masa kini. Ngeri keles hehe, karena bisa jadi mereka berpikir ini kereta berdua padahal woi, masih ada penumpang lain hehe.

8. Penumpang Peduli

Dimana penumpang ini mengerti betul tata krama di kereta, memprioritaskan penumpang lansia, ibu hamil dan ibu menyusui, rela berdiri demi kursi prioritas dan tetep cool dengan memandang keadaan sekitar.

9. Penumpang Jenis Kutu Buku

Adalah satu jenis penumpang yang menenteng buku, sambil membacanya seiring proses melewati beberapa stasiun. Kadang saking fokusnya, bisa jadi mereka tidak bisa move on dari kereta. Alhasil, turun di stasiun yang salah.

8. Penumpang Jenis Artis Figuran

Yang suka dan pura-pura tidur demi mengamankan tempat duduknya

9. Penumpang Tidak Teridentifikasi

Adalah jenis penumpang outlier di luar kebiasaan.

Terlepas dari semua problematika yang ada, tetaplah transportasi massal yang humanis akan tetap menjadi dambaan semua orang. Sehingga bisa seperti negara maju, yang banyak menggunakan mass transportation daripada menggunakan transportasi pribadi.
Kita tunggu, semoga esok lebih baik.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya