Bulan ramadhan tiba, seluruh mahluk di permukaan bumi menyambutnya dengan gembira. Bulan yang penuh berkah, ampunan, bulan diturunkannya Al-quran, dan bulan yang mana di dalamnya ada malam yang lebih baik dari 1000 bulan, yaitu malam lailatul qadar. Kita bersyukur bisa berjumpa dan bertemu dengan bulan ramadhan. Berapa banyak saudara kita, teman, kerabat yang ramadhan kemarin masih ada bersama kita, tapi ramadhan tahun ini mereka sudah terlebih dahulu meninggalkan kita.

Di bulan yang penuh berkah ampunan dan pahala yang dilipat gandakan, marilah kita senantiasa memanfaatkan rezeki yang Allah berikan kepada kita untuk senantiasa beribadah kepadanya serta menjalankan segala perintahnya. Tempat ibadah seketika ramai, media televisi, radio, media sosial menyambut gembira dengan datangnya bulan yang berkah dan penuh ampunan ini.

Bulan ramadhan telah membangkitkan gairah umat muslim untuk berlomba-lomba dalam melaksanakan ibadah. Tapi ketika seluruh umat muslim berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala dan berkah dari bulan ramadhan, ada saja komentar-komentar dari teman atau kerabat ketika kita melakukan ibadah di bulan ramadhan.


You : Mau kemana, udah rapi banget?

Me : Ke masjid, sholat tarawih.

Advertisement

You : Tumben! Biasanys juga di rumah nonton TV.

Me : iya, hehehe..


Dialog di atas memang singkat, tapi ini punya pengaruh yang besar bagi mereka yang merasakannya langsung, hanya satu kata TUMBEN, telah mempengaruhi psikologinya. Maka akan timbul rasa ragu, tidak yakin, pesimis dan sifat negatif cenderung akan terus banyak bermunculan. Inilah hal umum yang sering kita rasakan ketika ramadhan datang. Selalu ada saja yang melemahkan kita dengan kata dahsyat TUMBEN.

Seharusnya kita tak perlu terlalu terpengaruh dengan apa yang dikatakan orang lain kepada kita, saat kita beribadah di bulan ramadhan dan mereka mengomentari kita. Kita harus lebih sabar dan tenang menanggapi komentar yang pastinya menjatukan rasa semangat dan optimis kita untuk beribadah

Tetaplah berprangsaka baik, dan tetaplah terus maju di antara komentar dan olok-olok dari orang-orang di sekeliling kamu. Tetaplah teduh walau berada di padang yang gersang, karena selama kita berjalan di jalan Allah maka dia senantiasa melindungi serta menjaga hati kita.


Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Telah datang bulan Ramadhan, bulan penuh berkah, telah diwajibkan atas kalian berpuasa, dibukakan pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka. Di dalam bulan itu ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, barang siapa yang terhalang dari kebaikannya sungguh ia rugi.” (HR. Nasai, Lafadz Hammad bin Zaid).


Jadi, tetaplah berlomba-lomba dalam kebaikan, berlomba-lomba dalam beribadah di bulan ramadhan, dan insyaAllah setelah bulan ramadhan kita akan istiqamah dan lebih baik lagi. Baik dalam menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Semoga senantiasa kita diberikan kelembutan hati dan keluasan dalam berfikir.