Segala hal buruk yang pernah terjadi di dalam hidup kita, memang tidak mudah pada awalnya.

Setiap orang pasti pernah mengalami saat-saat yang buruk di dalam hidupnya. Entah itu dibully di sekolah, putus cinta, patah hati, ditinggalkan, diselingkuhi, di PHK, bangkrut, prestasi akademik tak sesuai harapan, perpisahan orangtua, dan lain sebagainya. Hingga yang terburuk (mungkin) adalah kematian orang tercinta.

Kejadian buruk akan meninggalkan luka dan duka, pada awalnya. Tak jarang duka yang mendalam yang dirasakan. Rasa marah, kecewa, sedih, sesal, hampa, bingung, ingin berontak, kacau, semuanya bercampur jadi satu dan berkecamuk dalam dada. Ada yang menangis dalam kesedihan mendalam. Ada pula yang hanya duduk terdiam melihat dengan tatapan kosong. Sangat wajar jika setiap manusia pernah mengalami hal tersebut. Aku pun demikian. Tapi, semuanya hanyalah bagian dari proses hidup yang harus dijalani.

Dibully memang sangat tidak menyenangkan. Namun itu menyadarkan, bahwa kita sebenarnya memiliki kekuatan terpendam yang perlu kita gali dan keluarkan. Putus cinta dan perpisahan menyakitkan, tapi ya memang diperlukan agar kita sama-sama belajar dari kesalahan, sehingga tidak mengulanginya di masa mendatang. Apalagi ditinggalkan dan dikhianati, sangat pedih rasanya tapi ya itu mungkin hanyalah bagian dari “aku bukan untukmu dan kamu memang bukan untukku.”

Untuk kematian seseorang yang dicinta. Tidak ada kata yang mampu mendeskripsikan perasaan tersebut. Terlampau sangat. Tapi itu menyadarkan kita bahwa orang tercinta yang masih ada lebih butuh dicintai dan kita harusnya lebih mencintai mereka. Pun jika hanya tinggal diri kita sendiri, kita tetap harus mencintai diri sendiri. Karena hidup belum berakhir.

Advertisement

Dan untuk perpisahan orangtua? Selalu sulit diterima dan sangat disayangkan. Namun yang perlu kita tahu bahwa tidak ada satu pasangan pun di dunia ini mengharapkan perpisahan. Begitu pun orangtua kita. Dan mereka telah mengambil keputusan untuk berpisah. Kita tidak perlu ikut campur akan hal itu. Karena mereka adalah dua orang dewasa yang mampu memilih dan memutuskan mana yang baik untuk diri mereka sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Lihat baiknya saja selalu lebih baik. Toh mereka tetap ayah dan ibu kita walaupun berpisah.

Dari semua kejadian yang telah terjadi, satu yang pasti, sesuatu tidak akan terjadi sia-sia tanpa alasan. Selalu ada hal-hal baik di balik kejadian buruk. Kita hanya perlu menyadarinya. Dan membuatnya menjadi sesuatu yang lebih baik dan berguna.

Kegagalan-kegagalan akan menguatkan. Kejadian-kejadian buruk dan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan adalah pengalaman yang tak tergantikan. Melihat segala sesuatu dari sisi baik akan selalu menjadi pilihan yang lebih baik. Walaupun tidak mudah dan butuh proses yang mungkin tidak sebentar untuk menyadarinya. Namun, pada akhirnya kita semua akan tersenyum dan melihat kebaikan disetiap kejadian.