Rindu. Saat menatap jingga bersama. Bersama debur ombak dan suara angin yang menyibak dedaunan. Saat hati telah letih tertatih, jiwa seakan sepi tanpa hadirmu. Hanya doa yang kulantunkan agar kau menggapai kesuksesanmu walau jauh, lelaki penyabarku…

Kembali pada cerita lalu, awal pertama bertemu. Kulihat dirimu, seperti aku menyukai rinai. Teduh, hanya berdiam dan berlalu. Seperti awal tetapi harus berakhir. Dekat denganmu adalah juga bukan karenaku. Dapat dikatakan juga bukan mauku..

Karena foto itu, karena dua foto yang kau beri pada ayahmu, menjadikanku perbandingan. Di hadapanku kau ungkapkan dengan wajah itu, masih kuingat wajahmu yang teduh dan berwibawa. Menggapai hati, menjaga hati dan yang terberat menjaga komitmen dengan hubungan yang unik, tidak seperti mereka.

Kadang iri, karena kau hanya menjagaku dalam "doa". Kata sayang.. jarang, bahkan… sepertinya tak pernah kudengar. Seperti yang kau katakan, hanya sekali.. seingatku "aku menyayangimu dengan caraku, seperti itulah caraku menjaga kehormatanmu".

Lelaki penyabarku.. Terima kasih hingga detik ini kau membuatku nyaman berada di sisimu dengan "jarak hati", walaupun fisik kita hanya ratusan cm. Kau menjaga hatiku agar tidak rapuh. Lalu, denganmu.. denganku.. bagai langit dan bumi… Sering tak sepaham, tapi bukankah "sering" masih ada kemungkinan? Ada kemungkinan untuk menyatu. Ternyata kemungkinan itu kita dapatkan, walau dengan keadaan yang susah.

Advertisement

Bi… Sesederhana ikhlasku karena sayangku, sesulit apapun dirimu menuntunku, sesederhana itu kau bersabar karenaku. Walaupun banyak kekuranganku, kau tetap bertahan di sisiku. Seorang yang mampu mengubah hidupku, dan ternyata membuatku jatuh cinta berkali-kali. Seteguh caramu menggapai restu dengan ikhtiar penuh…

Bi… Semoga sesulit apapun jalanku dan jalanmu, semoga menjadi jalan kita. Jalan yang indah walaupun sekali lagi aku menyebutnya "susah". Karena, menurutku tak banyak wanita beruntung sepertiku. Memiliki seorang lelaki tangguh, berwibawa, penyayang, sabar. Terima kasih telah menjadi tawa dan tangisku. Terima kasih telah menjadi suka dan dukaku. Lelaki "sempurna" yang terlahir dari "ketidaksempurnaan" dan kerasnya kehidupan.. Terima kasih telah menjadi bagian dariku.. Terima kasih telah membuat hari-hariku menjadi indah…