Dalam urusan asmara wajar kamu merasa sakit, terluka dan menangis. Seperti makanan setiap hari dalam hal asmara yang kita jalani. Sampai pada akhirnya kamu begitu takut membuka hati kembali. Mengenal orang baru pun terasa berat bahkan begitu canggung untuk memulainya.

Semua teman berkata, “MUNGKIN KAMU TERLALU PEMILIH, KAMU SENDIRI, TIDAK KAH KAMU MERINDUKAN PASANGAN DISISIMU”, Aku hanya bisa tertawa sambil tersenyum lirih.

Advertisement

Tak menyangka ku mengenal dirimu menimbulkan luka kembali di hatiku.

Perlahan ku mencoba membuka hati, menjalani dan memulainya kembali. Tapi tak menyangka ku terluka lagi. Apa yang harus aku lakukan selain menanggis. Sempat aku berfikir apakah ini kesalahanku, apakah mereka yang memang bajingan atau bagaimana.

Apa mereka tidak pernah melihat ketulusan dan kesetiaan. Terlihat bodoh bukan aku terluka, menanggis untuk kesekian kalinya demi cinta. Dan Hal itu terus terlitas di benak pikiran.

Advertisement

Masalah asmara : peselingkuhan, tidak menghargai, tidak perhatian, kurang peduli dan berujung dengan kata putus.

Saya terluka untuk yang pertama, kedua, ketiga, ke empat dan seterusnya sampai menyerah kepada keadaan. Sampai kamu terlatih patah hati, terlatih dilukai, terlatih disakiti dan terlatih diselingkuhi.

Coba kamu berfikir dari awal berpacaran, kamu setia dia selingkuh, kamu perhatian dia tidak, kamu mencintainya di awal sampai akhir dia hanya di awal dan pergi diakhir. Semuanya terkesan sama. Terluka, melukai dan dilukai itu pun juga sama. Dia melukaimu kamu bertahan. Kamu melukainya, dia pergi meninggalkanmu. Itupun juga sama. Sambil mendengar lagu bertema sakit hati, kamu menanggis dan menanggis lagi. Seperti mengagung agungkan cinta yang sebernarnya bisa pergi dan terkesan lebay itu.

Dan begitu takut memulainya kembali..

Semacam tidak berselerah untuk membuka hati / jatuh hati.. ya begitu kata anak-anak zaman sekarang. Tapi kenyataannya itu benar. Bagai mana tidak kamu terluka lagi dan lagi membuatmu begitu takut untuk memulainya lagi, mengenal cintapun terasara sulit dan sengaja dihindari.

Wah wanita itu sangat cantik atau pria itu sangat tampan.. aku suka mungkin dulu kamu begitu menggebu untuk jatuh cinta.. tapi sekarang semua selera berubah. Kecantikan fisik tidak menjadi patokan utama. Walau dia terlihat sempurna, kamu seperti menghindari atau tidak memaksa kehendak untuk memiliki karena takut terluka lagi.

Lepaskan dari pada memaksakan dan ikhlaskan dari pada menyakitkan

Perlahan tapi pasti kamu menikmati kesendirian walau sebenarnya berharap jodoh yang kamu dambakan akan datang walau bukan sekarang.

mungkin tuhan mematahkan hatimu untuk menyelamatkan dari orang yang salah .

Karena nanti ada saatnya, kamu akan temukan, seseorang yang tanpa kamu minta, akan terus bertahan dan mempertahankanmu sampai akhir cerita yang tidak pernah kamu bayangkan bertapa indahhnya. Tetap optimis dengan jodoh dan sambil memperbaiki secara perlahan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya