Kata zina bukanlah suatu hal yang tabu. Sering kita mendengar kata tentang perzinahan yang dilakukan oleh masyarakat tertentu. Perzinahan menjadi suatu penyakit dikalangan masyarakat. Tidak hanya orang dewasa, bahkan sebagian remaja telah melakukan perzinahan.

Seperti yang telah diketahui bahwa Aceh merupakan kota Serambi Mekah. Tetapi hal perzinahan ini tidak menjadi hal yang tabu di Aceh. Sering terjadi kasus mengenai perzinaan, prostitusi, pencabulan dan sebagainya. Adapun zina adalah salah satu perbuatan yang dilarang oleh syariat maupun hukum di negara ini.

Zina merupakan perbuatan persetubuhan antara laki-laki dan perempuan yang tidak terkait pernikahan tau perkawinan. Kurangnya iman pada diri sehingga membuat seseorang tidak dapat mengontrol nafsu birahinya.

Di zaman modern ini perzinaan terjadi dimana saja, bahkan diruangan terbuka dan tempat umum. Orang dewasa bahkan remaja pun tidak sungkan melakukan hal yang tidak senonoh tersebut. Padahal mereka sudah mengetahui jika mereka melakukan hal tersebut akan mendapatkan hukuman di dunia maupun di akhirat.

Adapun macam-macam zina seperti zina mata, zina hati, zina ucapan, maupun zina tangan. Macam-macam zina tersebut adalah perbuatan yang sangat dimurkai oleh Allah.

Seperti kita ketahui di Aceh pelaku zina akan dibawa ke pihak yang berwajib, dan dilakukan hukum cambuk. Zina yang didefinisikan dalam Qanun Aceh No.6 Tahun 2014 tentang huku Jinayah Pasal 38 ayat 3. Hukum Jinayat adalah:

"Persetubuhan antara seorang laki-laki atau dengan seorang perempuan atau lebih dengan perempuan atau lebih tanpa ikatan perkawinan dengan kerelaan kedua belah pihak."

Di zaman sekarang di mana banyaknya saluran dan media yang berusaha menyeret kearah perbuatan yang keji ini, maka amat perlu untuk setiap orang mengetahui bahaya yang ditimbulkan dari dosa zina, kita semua hendaklah lebih berhati-hati dan berwaspada agar tidak terjerumus, walaupun hanya mendekatinya.

Dampak dari bahaya tersebut timbulnya penyakit seperti HIV, orang tua merasa malu dengan tetangga atau pun saudara-saudaranya, tidak percaya diri karena dengan tingkah anaknya yang mempermalukan keluarga besar, hancurnya mertabat keluarga baik dihadapan Allah maupun sesama manusia.

Lalu bagaimana cara menjauhkan zina? Nah kita akan menceritakan sedikit cara mencegahnya. Caranya adalah dengan menumbuhkan rasa takut akan azab Allah, itu adalah salah satu cara menjauhi zina, ingatlah bahwa Allah selalu mengawasi kita di mana pun kita berada.

Jangan sampai kita terjerumus dan larut dalam hal-hal yang Allah tidak sukai, selalu mengingat dampak dan bahaya dari perbuatan zina ini juga salah satu untuk menjauhin dari zina, tidak hanya bagi dirinya namun juga pada orang lain, misalnya keluarga, ayah, ibu, maupun saudara-saudara. Dengan mengingatnya perihal ini kita akan berpikir ulang jika ingin melakukan zina.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya