Anak Mona Ratuliu Akui Sempat Coba Bunuh Diri karena Depresi, Beri Pesan Bagi Pejuang Kesehatan Mental

Masalah kesehatan mental bisa dialami oleh siapa saja. Nggak memandang seperti apa latar belakang keluarga, pendidikan, dan pekerjaan. Masalah kesehatan mental seperti depresi juga dialami oleh Mima Shafa, putri sulung pasangan presenter kenamaan Mona Ratuliu dan Indra Brasco.

Advertisement

Mima mendadak jadi sorotan publik setelah ia mengunggah kisah perjuangannya saat mengalami depresi di Instagram pribadinya pada Senin (1/8) kemarin. Publik mungkin nggak menyangka jika remaja 19 tahun yang ceria ini pernah mengalami depresi hingga sempat mencoba bunuh diri. Seperti apa kisah Mima dan apa yang membuatnya mampu berjuang?

Kesadaran diri Mima untuk belajar kesehatan mental karena pengalaman yang ia rasakan

Gadis pemiliki nama lengkap Davina Shava Felisa ini menceritakan kisah perjuangannya saat mengalami depresi melalui kumpulan foto dalam bentuk footage yang diunggah di Instagram pribadinya. Dalam foto tersebut terlihat momen-momen sulit yang dialami Mima selama bertahun-tahun yang lalu.

Advertisement

Ada momen saat ia menangis sendirian, kacau, bahkan saat ia berpikiran untuk mengakhiri hidup melalui percobaan bunuh diri, hingga dirawat di rumah sakit dan didampingi orang-orang terdekatnya. Momen tersebut cukup mengharukan, karena menggambarkan perjuangan Mima yang tentunya nggak mudah ia lalui.

Dalam keterangan unggahan tersebut, Mima mengungkap jika ia belajar tentang kesehatan mental karena kesadaran terhadap pengalaman yang ia rasakan. Hal itu membuatnya tertarik untuk mengedukasi orang lain untuk ikut belajar dan menghadapi stigma soal kesehatan mental itu sendiri di tengah masyarakat yang seringkali dianggap tabu.

“Waktu SMP, aku tertarik untuk belajar lebih banyak tentang kesehatan mental karena kesadaran yang aku rasakan pada diriku sendiri. Setelah itu, aku jadi tertarik untuk mengadvokasi tentang kesehatan mental dan gimana supaya orang yang nggak teredukasi bisa belajar dan mengurangi stigmanya,” tulis Mima.

Advertisement

Selama 7 tahun Mima menghadapi pertanyaan sulit tentang dirinya sendiri di mata orang-orang

anak mona ratuliu depresi

Potret Mima | Foto dari Instagram @mimashafa

Perjuangan Mima dalam kondisi kesehatan mental yang cukup sulit ternyata terjadi bukan dalam waktu yang singkat. Masih dalam keterangan unggahan yang sama, Mima mengungkap bahwa ia telah mengalami pasang surut kondisi kesehatan mental selama kurang lebih 7 tahun.

“Selama 7 tahun aku selalu bertanya-tanya, ‘apa yang salah sih sama aku?’,” ungkap Mima.

Lahir dan tumbuh di keluarga yang harmonis, penuh kasih sayang, dan pendidikan yang terjamin ternyata nggak lantas menjadi privilese untuk terhindar dari depresi. Apalagi Mima yang seorang advokat kesehatan mental, tentu dianggap sebagai remaja yang baik-baik saja secara kesehatan mental.

“Di depan semua orang, mungkin saya terlihat seperti orang yang mengetahui jawabannya, bukan hanya karena saya seorang advokat MHA (Mental Health Advocate) dan mahasiswi psikologi, tapi juga karena privilese yang saya miliki. Tapi, ternyata saya masih menderita, dan itu manusiawi,” ungkap Mima.

Perjuangan sembuh dari depresi yang nggak mudah, tapi bisa Mima lalui

anak mona ratuliu depresi

Potret Mona Ratuliu, Mima, dan Indra Brasco | Foto dari Instagram @monaratuliu

Kini kondisi Mima sudah jauh lebih baik, karena ia telah berjuang melewati kondisi depresi dan perlahan untuk lebih mengenali diri sendiri. Bagi Mima, bulan Juli 2022 menjadi waktu yang cukup penting untuk menandai perjuangannya mengatasi masalah kesehatan mental.

Baginya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk membuka cerita dan mengucapkan terima kasih pada orang-orang terdekatnya yang telah mendampingi dan membantunya untuk berjuang. Nggak hanya itu, Mima juga berpesan pada orang-orang yang menghadapi masalah kesehatan mental seperti dirinya, supaya terus bertahan dan nggak takut untuk bicara.

“Jika kamu membaca ini, pasti akan ada jawaban dari semua pertanyaan yang kamu punya. Kuncinya adalah bertahan. Pelan-pelan cerita dan kasih tahu orang-orang yang kamu percaya tentang situasimu. Jangan takut untuk bicara dan cari bantuan. Kamu selalu berharga,” kata Mima di akhir unggahannya.

Dalam unggahan Mima tersebut, banyak sekali respons dukungan dari teman, keluarga dan warganet. Terlihat pula sang bunda Mona Ratuliu turut memberikan respons untuk mengucapkan terima kasih, karena Mima sudah berjuang.

“Terima kasih Mima masih mau nemenin bunda yanda belajar terus. Love you more than you know,” tulis Mona dalam kolom komentar.

Selain kemauan dari diri sendiri untuk berjuang dari depresi, dukungan orang terdekat untuk mendengarkan dan memahami membuat kondisi depresi perlahan bisa membaik. Apalagi depresi bisa dialami oleh siapa saja, dengan latar belakang seperti apa saja.

Jika kamu sedang mengalami kondisi depresi, jangan ragu dan malu untuk meminta bantuan ahli. Kamu bisa menghubungi profesional kesehatan mental terdekat, mulai dari puskesmas yang menyediakan layanan konseling, rumah sakit, hingga klinik psikologi. Kamu juga bisa menghubungi hotline 119 extention 8 untuk mendapat informasi layanan kesehatan mental dari Kementerian Kesehatan.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE