Khawatir Corona, Tya Ariestya Stop Sekolahkan Anaknya 1 Tahun ke Depan dan Pilih Belajar di Rumah

Anak Tya Ariestya sekolah

Di tengah pandemi corona, orang-orang mulai beraktivitas seperti biasa karena kehidupan new normal sudah dimulai. Toko-toko, kantor, dan bahkan sekolah dibuka lagi. Tetapi, apakah kondisinya sudah betul-betul aman? Ternyata masih banyak orang yang takut untuk keluar rumah. Pasalnya, jumlah kasus corona di Indonesia terus meningkat dan risiko tertular virus masih tinggi.

Advertisement

Hal itu juga dialami oleh Tya Ariestya, pemain film Panggil Namaku Tiga Kali (2005). Wanita ini mempunyai dua anak lelaki yang sangat disayanginya. Sang anak sulung, Kanaka, sudah memasuki umur sekolah. Tetapi, Tya khawatir melihat kondisi saat ini dan memutuskan untuk mengambil keputusan tegas seputar sekolah anaknya.

Baru-baru ini, Tya Ariestya mengungkap rencana untuk menghentikan sementara sekolah anaknya selama satu tahun ke depan. Sebab, dia masih khawatir pada pandemi corona

Tya dan Kanaka via www.instagram.com

Pada Sabtu (27/6), Tya mengunggah foto bersama anak sulungnya, Kanaka. Dia juga menulis caption panjang yang menjelaskan sebuah keputusan penting. Saat ini Kanaka berusia 4 tahun dan baru aja selesai menempuh pendidikan preschool. Sebetulnya dia bisa langsung lanjut ke TK, tetapi Tya memutuskan untuk menundanya selama satu tahun ke depan.

Keputusan itu diambil oleh Tya karena khawatir pada pandemi corona. Pasalnya, jumlah kasus corona di Indonesia terus bertambah dan risiko penularannya masih tinggi. Jadi istri Irfan Ratinggang ini nggak tega melepas anaknya untuk bersekolah. Apalagi sebagai anak-anak, belum tentu Kanaka bisa menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Alhasil, Tya ingin Kanaka menempuh pendidikan di rumah aja demi keselamatan.

Advertisement

Tya sudah membuat rencana belajar mandiri untuk anaknya selama di rumah aja. Dia juga meminta bantuan sejumlah guru privat yang terpercaya

Menyusun program belajar di rumah via www.instagram.com

Nggak bersekolah bukan berarti nggak belajar di rumah. Tya justru sudah menyiapkan rencana pelajaran bagi Kanaka. Dia ingin mengambil kelas privat bahasa Inggris, musik, dan mengaji. Bahkan dia sudah memilih sebagian guru privat. Apalagi, kebetulan tetangganya adalah guru di sekolah internasional anak-anak yang sekarang membuka kelas privat di rumah. Pas banget nih!

Selain menggunakan jasa guru privat, Tya juga ingin aktif mengajari Kanaka di rumah. Salah satunya adalah menggambar dan mewarnai di atas kaos dengan spidol. Kegiatan ini dipercaya bisa meningkatkan kreativitas anak. Tya juga ingin mencoba kegiatan dan permainan lain, tentunya yang edukatif dan tetap menarik.

Menanggapi keputusan Tya, sejumlah warganet setuju dan memberi dukungan. Ternyata banyak yang mengalami hal serupa

Advertisement

Komentar warganet di Instagram via www.instagram.com

Sejumlah warganet bisa memahami Tya dengan baik karena mereka mengalami masalah yang sama. Beberapa di antaranya juga memutuskan untuk menghentikan sementara sekolah anaknya. Selain alasan keamanan, ternyata alasan bujet juga berpengaruh. Mereka merasa bujet yang dikeluarkan kurang maksimal kalau sang anak hanya bersekolah secara online. Apalagi, anak kecil belum bisa berkonsentrasi sepenuhnya kalau diajari lewat layar komputer.

Nggak heran kalau banyak ibu yang berdilema tentang sekolah anaknya di tengah pandemi. Apa pun keputusan yang mereka ambil, yuk kita dukung selama nggak merugikan siapapun. Jangan sampai melakukan mom shaming hanya karena keputusan mereka berbeda dengan keputusan kita. Semangat ya para ibu!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

CLOSE