Baliho Politik Bertebaran di Tengah Pandemi, Ernest Prakasa dan Sujiwo Tejo Beri Sindiran

Ernest Prakasa dan Sujiwo Tejo soroti baliho politik

Pemasangan baliho hingga billboard sejumlah tokoh politik sebagai persiapan pemilu 2024 mulai menghiasi sejumlah ruas jalan. Para politikus Indonesia seperti Puan Maharani, Airlangga Hartato, Muhaimin Iskandar, hingga Agus Yudhoyono terlihat meramaikan. Potret baliho itu pun menjadi ramai karena dibagikan ulang oleh warganet di media sosial Twitter.

Advertisement

Maraknya baliho para politikus di tengah pandemi, sejumlah figur publik kemudian menyorotinya. Hal tersebut dianggap kurang bijak pasalnya rakyat Indonesia masih banyak yang menderita karena pandemi. Menonjolkan kotokohan mereka sebagai persiapan calon pejabat RI dinilai kurang simpati akan perasaan rakyat kecil. Berikut sindiran dari Ernest Prakasa hingga Sujiwo Tejo soal baliho yang marak menghiasi jalan di sejumlah daerah.

Ernest Prakasa menyindir pejabat akan bujet yang nggak sedikit untuk pemasangan baliho. Dalam cuitannya komika ini memberi saran

Penulis sekaligus produser film ini membuat cuitan langsung ditujukan kepada Ketua DPR Puan Maharani dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato. Dalam cuitannya, Ernest menyindir soal pemasangan baliho yang lumayan menguras kantong.

Advertisement

“Pak Airlangga dan Ibu Puan Maharani, itu bajet beriklan untuk personal branding Anda berdua apa nggak sayang duitnya? Gak mau dipakai untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat aja?,” papar Ernest dikutip dari Twitter resminya, Minggu (8/8).

Tak hanya suami dari Meira Anastasia yang menyinggung soal baliho, seniman Sujiwo Tejo juga membuat sindiran kepada politus yang sudah mulai curi start kampanye tersebut. Bedanya, Presiden Jancukers itu membuat kritikan dengan cara jenaka, yakni mengunggah foto Lionel Messi yang baru saja meninggalkan Barcelona untuk dijadikan meme tentang baliho. “Akibat kurang masang baliho kini terlunta-lunta,” cuitnya menyertai gambar.

Advertisement

Nggak hanya itu, budayawan ini juga sempat membuat cuitan sarkastik yang menampilkan obrolan guru dengan anak muridnya, “Anak-anaaaaaaakkk, kenapa pada malas berjemur? Berjemur itu bagus buat mencegah Covid-19, (kata) ‘bu guru PAUD’. Bukan malas, Buuu, tapi mataharinya kehalang banyak baliho Buuu.”

Sebelumnya, KH. Mustofa Bisri atau Gus Mus juga melakukan tindakan serupa. Ia menyindir dengan mengunggah foto perbandingan

Pada laman Instagram pribadinya, Sabtu (7/8), Gus Mus menaggapi isu serupa dengan mengunggah sebuah kolase foto. Pada bagian atas kolase terlihat foto-foto baliho Puan, Airlangga, Muhaimin, dan Agus Yudhoyono. Bagian bawahnya, merupakan foto tenaga kesehatan yang berjibaku menyelamatkan pasien Covid-19. Lalu ada satu foto baliho yang bertuliskan “Billboard ini kami dedikasikan buat anak yatim”. Lebih lanjut, Gus Mus hanya memberikan emotikon senyum terbalik melihat maraknya foto baliho saat masyarakat masih berjuang menghadapi Covid-19.

Tak sedikit warganet yang setuju dengan sindiran Ernest Prakasa, Sujiwo Tejo, hingga Gus Mus. Mereka memberi pujian, sebab jarang figur publik yang mau secara langsung menyoroti hal terkait pemerintahan dan partai.

“Pemilu 2024 maybe bagi mereka udah deket. Kalo gitu kenapa nggak nyoba kampanye dengan memberikan kinerja terbaik dalam penanggulangan covid? Push your limit di tahun tersisa ini. I think it’s a good way, karna rakyat sedang butuh kinerja, bukan baliho di jalan raya :),” kata akun @kuacire***

“Betul, apa gak sebaiknya digunakan untuk membantu banyak orang yang terdampak pandemi ini ?,” komentar yang lain.

Menggunakan baliho sebagai ajang promosi sebenarnya bukan suatu masalah, sebab pasti ada dari pekerja yang mendapat hikmah dari pemasangan iklan tersebut. Namun, jika mereka ingin dikenal dan diketahui secara personal akan lebih bijak dibuktikan dengan kinerja secara nyata, salah satunya penanggulangan dampak Covid-19, bukan hanya dari baliho semata.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE