Istri Gilang Dirga Terpaksa Gugurkan Kandungan karena Janinnya Alami Kelainan Jantung. Sedih Banget

Istri Gilang Dirga gugurkan kandungan

Bagi pasangan yang sudah menikah, kehadiran buah hati adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu. Itu pula yang dirasakan oleh presenter Gilang Dirga dan istrinya, Adiezty Fersa. Perjalanan cinta mereka dimulai pada 2010 saat tampil bersama di sebuah acara televisi. Gilang merasa tertarik pada Adiezty, tetapi nggak mendekatinya karena pada saat itu Adiezty sudah punya pacar. Barulah Gilang berani mendekati Adiezty setelah dia jomblo. Perjalanan cinta mereka pun berlanjut sampai akhirnya menikah pada akhir 2016 silam.

Advertisement

Setelah resmi menjadi suami istri, Gilang dan Adiezty berusaha mempunyai anak. Namun ternyata mereka harus menghadapi tantangan yang mahaberat. Adiezty sudah dua kali hamil, tetapi dua kali pula anaknya nggak bisa lahir dengan selamat.

Kehamilan pertama istri Gilang Dirga bermasalah pada 2017. Syukurlah dia hamil lagi setahun kemudian, tetapi ternyata janinnya mengalami kelainan jantung

Kompak bersama via www.instagram.com

Gilang dan Adiezty menceritakan kisah pilu mereka melalui video di channel YouTube ITIKK Family pada Selasa (18/2). Adiezty mengalami kehamilan yang pertama pada 2017. Namun saat berusia 12 minggu, janinnya nggak berkembang akibat pembuahan yang nggak sempurna. Lantas dokter melakukan kuret untuk mengeluarkan janin tersebut dari perut Adiezty.

Syukurlah istri Gilang kembali hamil pada 2018. Namun lagi-lagi terjadi masalah pada kandungannya. Saat berusia 5,5 bulan, janinnya dinyatakan mengalami kelainan jantung. Kabar itu sangat mengagetkan dan tentu menyedihkan bagi keduanya.

Advertisement

Gilang dan istrinya sempat alami dilema saat menerima kabar buruk itu. Setelah menimbang berbagai hal, akhirnya mereka memutuskan untuk menggugurkan sang janin

Menghadapi masalah bersama via www.instagram.com

Pasangan ini nggak tega kalau harus menggugurkan janin yang udah berusia 5,5 bulan. Namun ada risiko yang membayang jika kehamilan dilanjutkan. Kalaupun sang anak bisa lahir dengan selamat, kemungkinan jantungnya bakal bermasalah dan harus dioperasi beberapa kali. Bahkan mungkin fisiknya nggak sempurna. Sedangkan kalau kelahirannya dipercepat, bisa membahayakan sang ibu.

Gilang dan Adiezty pun berunding untuk mengambil solusi yang terbaik. Akhirnya, mereka terpaksa menghentikan kandungan alias melakukan kuret lagi. Dengan hati hancur, Gilang dan Adiezty pun meminta maaf berkali-kali pada anak mereka.

“Nak maaf ya, maafin kita. Kita nggak bisa melakukan apa pun, mungkin ini sudah kehendak Tuhan. Sampai ketemu nanti ya di surga,” kata Gilang.

Meski mengalami trauma akibat dua kehamilan sebelumnya gagal, Gilang dan istrinya berusaha tetap optimis. Kini mereka mencoba program bayi tabung

View this post on Instagram

UPDATE!! Di atas ini adalah foto-foto sebelum dan sesudah tindakan OPU (Oocyte/Ovum Pick Up) hari Senin, 13 Januari kemarin. Aku diharuskan puasa sekitar 6 jam sebelum tindakan dan harus dalam keadaan steril paginya (jadi setelah mandi gak boleh pake make up, lotion, deodorant & parfum—natural banget! Lol). Sesampainya di ruangan pre-op, aku diinfus antibiotic Foricef dulu karena akan dibius total selama “dipetik” telurnya oleh dr. Cindy. Nah sementara aku di atas meja operasi, @gilangdirga dikirim lagi ke Men’s Room 😂 . Tindakan OPU gak lama kok, cuma setengah jam. Pokoknya aku cuma inget tiba-tiba udah dibangunin sama susternya, udah ada di ruangan pre-op lagi, dan di telapak tangan kiri aku ada tulisan “14”—artinya jumlah sel telur yang diambil ada 14 buah. (Kalo kalian inget postingan #adiezgilangXmorulaivf sebelumnya, sel telur matang yang aku punya pas terakhir di usg masih 7 buah). Dannn setelah 2 jam observasi pasca tindakan, aku dikirim ke RSIA Bunda untuk infus albumin (protein) supaya gak lemes, shayyy~ . INFO HARGA -OPU 52,518,000 -infus foricef 616,000 -infus albumin 4,180,000 . NEW UPDATE!! Alhamdulillah dari total 14 oocyte/telur, yang berhasil dikawinkan dengan sperma suami ada 9. Hari ke-3 setelah fertilisasi (hari ini) dikabarin lagi kalau dari 9 embrio tersebut ada 5 yang gradenya Good dan 4 Moderate. Fyi, grade yang dimaksud gak ada hubungannya sama genetic embrionya nanti yaa, bisa cek di google untuk info lebih jelasnya. . Dua hari lagi kita akan di-update mengenai perkembangan 9 embrio ini; bisa upgrade, bisa juga downgrade. Plis plis plis doakan kami ya, teman-teman! Semoga hasilnya bagus semua. Deg-degan banget nunggu kabar dari @morulaivf_jakarta lusaaa 🙌🏻

A post shared by Adiezty Fersa (@adieztyfersa) on

Advertisement

Melahirkan secara normal bukanlah satu-satunya cara untuk mempunyai anak. Karena itulah Gilang dan Adiezty mencoba program bayi tabung sejak 19 Desember 2019. Walaupun biayanya besar, Gilang mengaku nggak memusingkannya. Sebab program ini adalah salah satu ikhtiar mereka untuk bisa mempunyai anak. Walaupun masih tersisa trauma akibat kegagalan-kegagalan sebelumnya, mereka memutuskan untuk terus berjuang.

Mari kita doakan agar program bayi tabung Adiezty berjalan lancar. Semoga kali ini, anak mereka bisa lahir dengan selamat dan tumbuh dengan baik. Semoga sukses ya, Gilang dan Adiezty!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Tinggal di hutan dan suka makan bambu

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE