Influencer Dapat ‘Booster’ Vaksin Ketiga Ramai Diperbincangkan, DPRD DKI Jakarta Buka Suara

Kabar influencer dapat booster vaksin

Media sosial ramai memperbincangkan seseorang yang diduga influencer mendapat jatah suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau vaksin booster, moderna. Padahal, rencananya vaksin Moderna tersebut akan dialokasikan pertama kali untuk tenaga kesehatan. Kabar viral itu berawal dari unggahan akun Instagram @johandjayanto.

Advertisement

Ia membagikan sebuah tangkapan Instagram Story salah satu influencer yang menurutnya berpengikut lebih dari 20 ribu akun. Dalam potret yang dibagikan ulang, tertulis “Penyuntikan vaksin ke-3: Booster”, pada hari Selasa (27/7). Sayangnya, Johan Djayanto tak memberikan informasi pemilik akun yang mengklaim dapat suntikan booster itu. Kabar itu pun ramai, sebab latar belakang pengunggah terdapat logo DPRD DKI Jakarta. Menurut Johan Djayanto unggahan itu sudah dihapus oleh pemilik, tetapi isunya sudah viral dan tersebar di media sosial.

Banyak yang menyayangkan jika hal tersebut terjadi, pasalnya vaksin booster diprioritaskan bagi tenaga kesehatan yang setiap hari berjuang atau kontak langsung dengan pasien Covid-19

Isu influencer dapat vaksin dosis 3 | Credit: Twitter @ribonk / Instagram @johandjayanto

Tak sedikit tenaga kesehatan yang mengkhawatirkan jika hal tersebut benar adanya. Diketahui sesuai peraturan pemerintah jika jatah booster Moderna untuk saat ini hanya dialokasikan untuk tim medis. Kritik pun datang dari salah satu nakes bernama Arri Raditia yang mengungkapkan rasa tak percayanya terhadap pemberian vaksin booster Moderna kepada seorang influencer. Pasalnya, sebagai nakes pun, dia belum menerima kepastian kapan bisa mendapatkan vaksin booster Moderna ini.

“Gua nakes tiap hari ngadepin puluhan-ratusan pasien Covid-19 aja, dosis ketiga belum kelihatan hilalnya. Lah influencer haha hihi depan kamera boba malah dapat duluan? With all due respect, burn in hell,” tuturnya dikutip Hipwee dari Twitter @Ribonk, Kamis (29/7).

Advertisement

Kabar itu pun diminta untuk segera ditangani, sebab rentan merusa kepercayaan masyarakat. Bukan hanya tak adil bagi tenaga kesehatan melainkan memicu kekhawatiran, sebab pemilik akun Instagram tersebut belum diketahui siapa dan kebenaran fakta di baliknya.

DPRD DKI Jakarta pun menagggapi isu yang menyeret lembaganya. Mereka membantah soal adanya penyuntikan dosis ketiga. Dijelaskan yang ada hanya dosis 1 dan 2

Tanggapan DPRD DKI Jakarta | Credit: Common Wikipedia

Pihak DPRD DKI Jakarta angkat bicara atas klaim dari seorang influencer yang menyebut mendapatkan vaksin booster Covid-19. Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dewan DPRD Jakarta, Augustinus atau Aga menjelaskan pihaknya mulai menelusuri adanya kegiatan vaksinasi tangal 27 Juli, sesuai waktu video diunggah. Mereka mendapatkan bahwa influencer berinisial T tersebut tak melakukan vaksin tanggal 27 seperti yang diberitakan.

Advertisement

Memang, sebelumnya sang influencer melakukan vaksinasi di DPRD tetapi per tanggal 3 Juni untuk dosis pertama, dan tanggal 1 Juli untuk dosis kedua. Saat diperiksa lebih jauh memang tak ada nama T di daftar hadir peserta vaksinasi tanggal 27 Juli. Dengan demikian ia membantah klaim si influencer telah menerima vaksin booster. 

“Selama tanggal 27 Juli dia mengklaim bahwa telah menerima booster vaksin ketiga. Kami sudah lihat juga tidak ada di daftar hadir, tidak ada di verifikasi dokumen tenaga medis. Artinya yang bersangkutan tidak melakukan booster atau melakukan vaksinasi ketiga di DPRD,” pungkas Augustinus dikutip dari pemberitaan TempoKamis (29/7).

Dengan begitu terkait kabar yang tengah viral di masyarakat dipastikan hoaks atau bohong. Ditekankan bahwa DPRD DKI Jakarta memang membuka  layanan vaksinasi dosis satu dan dua untuk masyarakat umum. Namun, vaksin yang diberikan jenis Astra Zaneca dan Sinovac, bukan Moderna seperti yang disebutkan dalam isu yang viral. Meski demikian, pihak DPRD DKI Jakarta menyatakan tak berniat membawa isu ini ke ranah hukum.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE