Tampil dengan Kepala Plontos, Kevin Aprilio Jalani Transplantasi Rambut. Akui Insecure

Kevin Aprilio transplantasi rambut

Musisi Kevin Aprilio selama ini dikenal memiliki gaya rambut yang khas. Selama bertahun-tahun, lelaki berusia 30 tahun ini tampil gondrong yang identik dengan poni sampingnya. Namun, baru-baru ini tampilan suami dari Vicy Melanie itu tampak berbeda dan menjadi sorotan publik.

Advertisement

Sempat membuat heboh karena memangkas rambut menjadi botak, rupanya ada alasan dari keputusan yang diambil. Diketahui selain menjalani honeymoon dengan sang istri di negara Turki, Kevin juga memiliki tujuan untuk transplantasi rambut pada bagian jidat dan jambang di salah satu klinik destinasi wisata Eurasia itu. Lantas apa alasan yang mendasari Kevin melakukan hal tersebut? Simak ulasan berikut ini.

Sejak dahulu Kevin Aprilio merasa tak percaya diri dengan jidatnya yang lebar ke atas. Hal itu nyatanya membuat ia tak nyaman untuk mengubah-ubah gaya rambut

Meskipun sejak dahulu tertutupi rambut gondrong, Kevin tetap merasa tak percaya diri dengan tampilannya. Menurut anak dari Addie MS ini meski ia mencoba untuk mengganti gaya rambut hasilnya tetap saja sama, beberapa bagian tidak tertutupi. Sekian lama merasakan hal tersebut, barulah di tahun 2021 ia mantap dan berani melakukan prosedur hair transplantation atau transplantasi rambut.

Advertisement

“Dari dulu saya merasa jidad saya sedikit lebar ke atas jadi sedikit insecure. Makanya banyak yang nanya ‘kok rambutnya gitu-gitu aja, gak pernah ganti kak?’ karena dilema juga kalau diganti pun ada bagian yang tetap masih membuat saya insecure (tak percaya diri). Tapi ini perasaan saya saja ya,” jelas Kevin dikutip Hipwee dari Instagramnya, Selasa (30/3).

Meski demikian, ia mengaku salut dengan mereka yang memiliki permasalahan yang sama namun tetap bisa percaya diri. Kevin pun menjelaskan kembali alasan melakukan treatment yang sama di bagian dagunya.

“Menurut saya kalau teman-teman punya jidat lebar/jenong dan bagus/pede Alhamdulillah berarti. Alasan (transplantasi) di brewok, emm karena saya rasa dengan adanya brewok bisa banyak sekali yang bisa dikreasi. Kalau lagi mood nanti bisa dilebatkan, kalau lagi gak mood bisa dicukur saja. Mungkin ini penting gak penting, tapi biar teman2 tau isi hati saya,” pungkas Kevin.

Advertisement

Klinik kecantikan Now Hair Time di Istanbul, Turki menjadi pilihan Kevin untuk atasi permasalahannya. Sebenarnya apa sih cangkok rambut itu?

Tampilan baru Kevin Aprilio | Credit: Instagram @kevinaprilio via www.instagram.com

Seiring perkembangan teknologi kedokteran dan kecantikan, transplantasi ini bisa dilakukan mencapai ribuan helai rambut. Bahkan tak hanya di kulit kepala, tapi juga bagian lain di kulit wajah. Kevin sendiri memilih klinik Now Hair Time yang memiliki reputasi baik hingga diikuti jutaan orang pada laman Instagram.

Diketahui Kevin mencangkok 6.700 helai rambut yang diambil dari kulit kepala bagian belakang. “1500 untuk jidat, 5200 untuk brewok dan kumis,” kata Kevin. Sebenarnya prosedur seperti ini sudah banyak dilakukan dan populer di kalangan pria. Mengutip dari Huffington Post, prosedur transplantasi rambut memiliki risiko yang kecil untuk timbulkan efek samping selain itu menjadi pilihan banyak lelaki karena dinilai lebih aman ketimbang mengkonsumsi obat kebotakan, yakni finasteride (propecia).

Setidaknya 10 sampai 80 persen rambut yang dicangkok akan lebih lebat dalam kurun 3-4 bulan. Di Amerika Serikat prosedur transplantasi ini harganya berada pada kisaran US$4.000 hingga US$15.000 (Rp57 juta-Rp216 juta) per sesi. Tak heran dengan segala kelebihan, harganya termasuk mahal ya.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

CLOSE