Viral Video Lamanya Bahas ‘Harga Teman’, Pandji Pragiwaksono: Yang Terdekat Harusnya Bayar Lebih Tinggi

Pandji Pragiwaksono harga teman

Bagi kamu yang tengah menjalankan usaha barang atau jasa, mungkin sudah tak asing mendengar ‘harga teman‘. Definisi yang kerap kali disalahartikan oleh beberapa orang. Banyak yang mengira dengan adanya pernyataan itu, mereka akan mendapat harga yang jauh lebih rendah atau bahkan gratis. Padahal, justru bisa berakibat buruk dan mematikan penghasilan orang.

Advertisement

Fenomena itu pun ditanggapi oleh Pandji Pragiwaksono, video yang sempat ia publikasikan di YouTube-nya pada bulan Agustus tahun lalu, kini malah menjadi viral soal pendapatnya mengenai harga teman. Komika ini punya prinsip jika diminta harga teman, maka akan dipatok lebih tinggi dari tarif yang biasa. Pandangan ini pun mendapat respons dari banyak pihak. Simak ulasannya berikut ini~

Bukan tanpa alasan memberikan tarif tinggi saat diminta harga teman, sebab menurutnya kerabat dekat justru yang paling tahu proses di balik usaha yang ia jalani

Pandji menjelaskan sejak 2005 merintis karier sebagai stand up comedy ataupun presenter, ia sudah mengalami hal serupa. Lambat laun ia menyadari jika kebiasaan tersebut tak bisa diabaikan, berangkat dari sana sang komika ini mengubah sikap dengan menaikkan tarif saat diminta harga teman.

Advertisement

“Dia minta harga teman gua kasih lebih tinggi, dia tanya aslinya gua jawab sekian (lebih rendah). Terus dia nanya kok harga teman lebih mahal dari harga normal? Gua bilang soalnya biasanya teman gue selalu menghargai gua lebih tinggi dari orang lain yang nggak gua kenal,” jelas Pandji dikutip Hipwee dari YouTubenya, Minggu (13/6).

Lantas ia pun menjelaskan seorang teman harusnya tahu susahnya pekerjaan yang ia jalani, bahkan bisa melihat sendiri proses dari mulai merintis hingga di posisi seperti sekarang. “Harusnya lo tahu dong susahnya profesi gua, harusnya lo liat dong belajarnya gua seperti apa, karena teman-teman gua (beneran) tahu prosesnya,” tambahnya.

Advertisement

Ayah dua orang anak ini pun menjelaskan biasanya orang yang meminta harga teman akan mundur dengan sendirinya. Lantas Pandji menegaskan bukan masalah tarif tinggi atau rendah, melainkan di momen negosiasi harga, justru sepatutnya sudah kesampingkan soal pertemanan.

“Udah kalau mau nego harga sama teman atau bukan, kenal atau nggak gausah bawa embel-embel teman, seakan dengan membawa itu lo mendapat keuntungan lebih privilege, nggak ada, karena gua juga berlakukan seperti itu ke orang lain,” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, mayoritas warganet setuju dengan pernyataan Pandji. Sebab sebaiknya

antara bisnis dengan pertemanan jangan dicampur aduk

Tanggapan warganet soal pernyataan Pandji | Credit: Instagram

Belakangan, pernyataan Pandji yang viral itupun sempat disindir oleh salah satu musisi, ia menganggap bahwa komika tersebut terlalu kaku. Melihat hal itu, banyak warganet yang justru satu suara dengan Pandji dan mendukung sikap tersebut. Terlebih cara seperti itu bisa menyeleksi teman dengan sendirinya.

“Emang bener si Panji, karena kita menghargai teman yang lagi usaha, apalagi yang baru memulai. Dalam usaha nggak ada istilah harga teman. Jangan campur aduk antara bisnis dan pertemanan,” kata akun @sony_set***

“Setuju, saya kalau beli dagangan temen pasti tak lebihin uangnya. Gak minta potongan, gak minta gratisan. Tapi bermanfaat dan membantu. Baguslah teman kalian itu kerja, hargailah,” tulis @maful***

“Salah satu attitude seorang teman sih sebenarnya kalau ada teman yang jualan atau punya jasa pantang nawar-nawar, mungkin aja harga yang dikasih udah harga teman,” pungkas yang lain.

Peristiwa ini kerap kali terjadi, meski demikian sudah sepatutnya kita menghargai jasa orang lain dengan membayar sesuai dengan tarif yang diberikan. Toh, definisi sebagai teman sebenarnya bukankah saling mendukung untuk bisa jadi lebih baik dan maju lagi?

Nah, kalau menurut kalian gimana nih, SoHip?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE