Kurang lebih satu bulan yang lalu, influencer yang terkenal di bidang diet dan fitness, Yulia Baltschun, baru aja mengabarkan berita duka yang terjadi pada keluarganya. Kaola, putra kedua Yulia Baltschun yang masih berusia 6 bulan meninggal dunia. Itu pula yang menjadi alasan mengapa ia hilang dari “permukaan” beberapa waktu sebelumnya.

Setelah berjanji akan bercerita mengenai kematian sang bayi setelah cukup pulih dan sanggup, Yulia pun akhirnya mengunggah videonya yang menceritakan kepergian Kaola untuk selamanya itu. Ia berharap banyak pelajaran yang bisa diambil dari apa yang ia alami pada 10 Juni lalu.

Setelah bulan kemarin mengabarkan kalau ia baru aja kehilangan bayinya yang berusia 6 bulan, Yulia Baltchun akhirnya angkat bicara

Yulia Baltschun angkat bicara via www.youtube.com

Advertisement

Melalui vlog terbarunya di YouTube, Yulia Baltschun akhirnya menceritakan kenapa Kaola meninggal dunia. Meski nggak menjelaskan kronlogisnya secara detil, tapi Yulia tetap menceritakan apa yang saat itu terjadi dengan sang anak. Yulia menuturkan kalau saat itu anaknya lagi tidur dan baik-baik aja. Lalu ditinggal sebentar oleh Yulia selama beberapa menit dan ketika ia balik sang bayi udah nggak ada. Yulia udah melakukan segala cara untuk menyelamatkan anaknya dengan membawa ke UGD, namun nyawa sang bayi udah nggak terselamatkan. Setelah berkonsultasi dengan dokter yang menangani bayinya dan dilihat dari kronologis kejadian, Kaola kemungkinan besar mengalami ICDS (Sudden Infant Death Syndrome) alias sindrom mati mendadak pada bayi.

Agar ibu-ibu lain nggak mengalami hal yang sama dengan Yulia, ia pun memberikan beberapa saran untuk menyelamatkan anak di momen mendadak seperti ini

sindrom mati mendadak pada bayi via www.youtube.com

Kematian sang anak tentu aja meninggalkan duka mendalam bagi Yulia. Namun ia nggak ingin terus-terusan terpuruk dalam duka itu. Ia ingin berbagi saran atas pengalaman yang terjadi padanya. Yulia memberikan sejumlah saran kepada ibu-ibu di luar sana yang tengah memiliki bayi terutama yang berusia di bawah 1 tahun untuk mempelajari ICDS. Salah satu kontestan Masterchef Indonesia 2015 lalu itu juga meminta agar ibu-ibu untuk belajar CPR (Cardiopulmonary resuscitation) sehingga jika mereka dihadapkan dengan kondisi seperti Yulia ini, bisa langsung memberikan bantuan. Namun untuk kasus Yulia sendiri, ia memang terlambat mengetahui kondisi sang anak karena nggak ada seorang pun yang ada di sana saat itu. Oleh karena itulah, Yulia juga menyarankan agar bayi selalu berada dalam pengawasan (bisa dilihat) di mana pun dan kapan pun.

Terakhir Yulia juga menjelaskan jika mental atau psikologi seseorang yang baru aja kehilangan seperti dirinya masih merasa trauma, nggak ada salahnya mencari bantuan. Yulia pun mengaku hingga kini ia juga masih dalam tahap pemulihan. Semoga bisa menjadi pelajaran untuk semua ibu-ibu yang ada di luar sana ya. Dan untuk Mbak Yulia, semoga bisa segera pulih sepenuhnya 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya