Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia, Ustaz Yusuf Mansur Kenang Sosoknya hingga Anjurkan Berdoa di Rumah

Syekh Ali Jaber meninggal dunia

Berita duka cita datang dari pendakwah kondang tanah air Syekh Ali Jaber. Informasi ini pertama kali disampaikan ustaz Yusuf Mansur lewat akun Instagramnya. Disebut Syekh Ali meninggal dunia pada Kamis, 14 Januari 2020 pukul 08.30 WIB.

Advertisement

“Benar Syeikh Ali wafat (pukul) 08.30 sudah dalam keadaan negatif Covid di RS Yarsi Cempaka Putih, Jakarta,” tulisnya.

Wafatnya Syekh Ali Jaber langsung buat heboh jagat media sosial. Di Twitter sendiri Syekh Ali Jaber muncul sebagai trending topic. Terlihat lebih dari 137 ribu cuitan yang menyematkan namanya. Publik turut berduka atas kepergian sosok yang dikenal sebagai ulama penghafal Al-Quran ini. Ustaz Yusuf Mansur pun tak luput mengutarakan kesedihannya melalui unggahan di Instagram.

Menurut beliau, Syekh Ali Jaber sempat mengalami kritis. Ventilator terpasang hingga 16 hari bahkan mau dipakai alat untuk jantung

Advertisement

Yusuf Mansur memberikan kondisi terakhir Syekh Ali Jaber sebelum meninggal dunia. Menurutnya sang ulama telah dipakai ventilator sekitar 16-17 hari. Pada Rabu (13/1) kondisi semakin kritis, bahkan denyut nadinya sudah tidak normal.

“Kemudian jam 23.00 kritis mau dipasang alat jantung denyut nadinya 190 per menit padahal normalnya 60 per menit. Yah kami sudah menduga kalau enggak ada keajaiban tinggal nunggu waktu,” tutur dia dikutip dari kumparan.com, Kamis (14/1).

Advertisement

Melihat kondisi Syekh Ali yang terus menurun, Yusuf Mansur pun mengirimkan kabar tersebut kepada sesama ulama untuk memohon didoakan. Namun apa hendak dikata, pagi hari Syekh Ali dinyatakan meninggal dunia. Pada kesempatan tersebut, sang ustaz mengingat kenangannya saat pertama kali membawa Syekh Ali Jaber untuk berdakwah di televisi.

“Banyak kenangan dengan Syekh Ali, dari pertama saya ajak beliau ke TV, saya jemput beliau pertama-tama, saya bawa ke TPI, MNC, ini loh orang Arab yang cinta Indonesia, ini loh orang alim yang cinta Indonesia, ini loh ahli Quran yang cinta Indonesia,” ujarnya dalam ungahan di Instagram.

Ayah Wirda Mansur ini juga menjelaskan sosok Syekh Ali Jaber yang bukan sekadar kerabat melainkan sahabat dan keluarga.

“Kenangan bersama Syeikh Ali begitu banyak. Adik, sahabat, keluarga, sekaligus guru dan tempat bertanya. Sosok yang banyak meninggalkan ajaran dan kenangan,” lanjutnya.

Atas kepergian ini, Ustaz Yusuf Mansur meminta umat Islam untuk sholat gaib dan mendoakan dari rumah supaya nggak menimbulkan kerumunan

Sahabat Syekh Ali Jaber ini meminta pengikutnya di Instagram untuk melakukan sholah gaib di masjid, pesantren hingga musala.

“Innalillahi wa innailaihi rajiun, mudah-mudahan Syekh Ali, insyaAllah Syekh Ali husnul khotimah. Mohon disholatkan gaib di masjid-masjid, di musala-musala. Pesantren-pesantren yang masih ada , kemudian guru-guru dan santri yang belum libur dan masih bertugas (ayo sholat gaib)” tuturnya sambil menangis seperti dilihat dari unggahan yang dibagikan.

Di sisi lain, ia juga mengingatkan publik tak perlu untuk datang ke rumas sakit, rumah duka atau makam. Cukup didoakan dari jauh supaya nggak menimbulkan kerumunan.

“Ga usah ke RS, ke rumah duka, ke makam. Langsug posisi doain, ngajiin Syekh Ali. Sekali lagi, langsung ngaji dan doa aja, di rumah atau masjid masing-masing untuk Syekh Ali,” tulis ustaz Yusuf Mansur dalam keterangan.

Sederet figur publik pun mengucapkan duka cita yang mendalam untuk kepergian Syekh Ali Jaber, diantaranya Deddy Corbuzier, Raffi Ahmad hingga Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

“Turut berduka cita yang begitu mendalam, atas berpulangnya Guru kita, teladan kita, ulama kita Syekh Ali Jaber. Begitu banyak keteladanan yang almarhum contohkan kepada kita. Almarhum pula lah yang memberi inspirasi bagi kami untuk menghadirkan program 1 Desa 1 Hafidz Quran. Semoga husnul khatimah dan Allah Swt tempatkan almarhum di tempat terbaik di sisiNYA. Doa terbaik dari kami semua,” ucap Ridwan Kamil (14/1).

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE