Penampilan kece gak selalu berarti kamu harus ribet. Zaman sekarang pun, sudah ada banyak gaya rambut alternatif buat cowok — dan banyak di antaranya yang simpel aja. Pomade menjadi semacam produk yang worth-it untuk eksperimen. Apabila kamu selama ini mengenal gel dan wax untuk menata rambut supaya mirip bintang sinetron, sudah saatnya kamu berlagak layaknya jentelmen sejati. Dan jentelmen sejati lebih memilih menggunakan pomade.

Pomade kekinian via high-andtight.tumblr.com

Bagi yang belum tahu, pomade adalah produk tata rambut yang terbuat dari bahan berminyak seperti petroleum, lilin lebah (beeswax), minyak kelapa, minyak zaitun serta ditambah dengan aroma wewangian. Pomade pernah menikmati masa popularitas di era 30-an hingga 60-an, ketika para lelaki zaman tersebut lebih suka tampil dengan rambut pendek dan rapi. Pomade digunakan agar menahan tatanan rambut supaya tetap klimis dan terlihat licin.

Bukan gaya-gayan tapi bagian dari sub-kultur via www.kikipea.com

Advertisement

Pomade (terutama style pompadour) sangat erat kaitannya dengan sub-kultur kustom, greaser dan rockabilly, namun seiring merebaknya heavy metal dengan rambut gondrong dan kering, selera cowok perlahan-lahan mulai bergeser. Berita baiknya adalah sekarang cowok-cowok mulai lebih banyak lagi menggunakan pomade. Meski pomade bukan barang baru, produk grooming yang satu ini tetap pantas untuk kamu yang berniat tampil klimis dan necis ala jentelmen di serial TV Mad Men. Nah, berikut ini adalah beberapa gaya rambut jentelmen yang bisa tertata rapi berkat bantuan pomade.

P.S. : Siapin pomade, sisir, hairdryer dan kaca.

P.S.S. : Kunjungi barber shop terdekat buat potongan rambut yang dapper.

1. Gaya Pompadour untuk penampilan gagah layaknya ikon rockabilly di era ’50-an

Necis kayak Elvis via www.huffingtonpost.com

Advertisement

Hingar-bingar rockabilly di tahun ’50-an gak akan lengkap tanpa kehadiran rambut pompadour. The Tielman Brothers mungkin gak sudi naik panggung kalau rambutnya belum mengembang naik dengan gagahnya. Gaya pompadour emang bertujuan untuk membuat kamu terlihat licin dan bervolume di bagian depan, sehingga jika dilihat dari samping kesan yang terlihat adalah gagah dan tinggi.

Untuk mendapatkan gaya rambut ini, kamu gak perlu potongan yang terlalu pendek. Bilang ke barber andalan kamu untuk menyisakan rambut bagian atas sepanjang 10-15 cm sementara bagian belakang dan samping kanan-kiri dipotong setipis 1-2 cm. Transisi potongan antara bagian atas ke samping dan belakang harus dibikin sehalus mungkin biar gak mendistorsi gaya pompadour nantinya.

Dibentuk dengan hairdryer via www.uppercutdeluxe.com

Styling pompadour klasik emang butuh latihan dan kesabaran. Kamu juga dianjurkan untuk menggunakan pengering rambut, terutama kalau rambut kamu lurus. Langkah pertama setelah keramas adalah mengeringkan rambut dengan handuk. Rambut yang masih lembab lalu dikeringkan dengan hairdryer supaya bisa mendapatkan bentuk dan ketinggian yang sempurna. Sambil menggunakan sikat/sisir blow, mulai keringkan rambut bagian samping, tengah-atas, lalu belakang. Bagian depan rambut harus dikeringkan terakhir karena kamu mesti mengangkatnya hingga tampak bervolume. Setelah rambut ‘naik’ dengan tinggi sesuai yang diinginkan, beri sedikit lipatan di ujung jambul tersebut dengan sisir sambil tetap menge-blow rambut dengan pengering.

Gunakan sisir blow via www.uppercutdeluxe.com

Semestinya rambut kamu sudah bergaya pompadour sekarang, meskipun masih terlihat kering. Di sinilah pomade berperan untuk menahan rambut yang udah kamu tata dan memberi efek licin serta mengkilap pada warnanya. Colek pomade seukuran dua ujung jari, lalu ratakan di telapak tangan. Kemudian usapkan pomade ke rambut secara hati-hati mulai dari samping, atas-tengah, lalu ke bagian belakang rambut. Khusus buat bagian depan, tambah lagi pomadenya supaya tingginya bisa bertahan sepanjang hari dan sepanjang malam.

Finishing touch via www.uppercutdeluxe.com

Langkah terakhir adalah merapikannya dengan sisir pipih dan rapat. Seperti biasa mulai menyisir bagian samping dan atas-tengan ke belakang sampai rapi. Spesial buat bagian depan, gunakan sisir dan tangan kosong buat menahan dan merapikan ketinggiannya. Meski agak ribet tapi langkah ini akan ngasih kamu pompadour yang klasik.

2. Gak usah ribet pake hair dryer. Cobalah gaya The Modern Pomp yang cuma butuh sisir

Pomp kekinian via www.zestyfashion.com

Gaya modern pompadour sering dipraktekkan oleh anak-anak muda urban zaman sekarang. Unsur klasiknya tetap dapat, dipakai untuk manggung sama band rockabilly masih bisa, yang membedakan adalah prosesnya yang instan dan gak ribet seperti pompadour klasik seperti Elvis Presley. Kamu gak membutuhkan pengering rambut, hanya dua buah sisir pipih (sisir bergerigi rapat dan bergerigi jarang), pomade berbasis minyak, dan sedikit kreativitas dalam menambah volume rambut.

Sebagai permulaan, ratakan pomade secukupnya di telapak tangan dan oleskan merata di rambut kamu. Oleskan dari depan hingga belakang, belakang hingga depan, dari samping kiri ke samping kanan dan sebaliknya. Setelah berlumuran pomade, sisir rambut yang berantakan itu kebelakang dengan sisir bergerigi jarang, baik bagian atas maupun samping harus disisir rapi ke belakang.

Setelah rapi layaknya mafia dari Sisilia, ambil sisir bergerigi rapat. Munggunakan gagangnya, bikin belahan pinggir di sudut antara bagian samping dan mahkota kepala. Belahan harus lurus dan seimbang, lalu rapikan belahan tersebut menggunakan gerigi sisir yang rapat milikmu. Sekarang kamu terlihat seperti bergaya belah pinggir, untuk itu bikin belahan lagi di sisi berlawanan dari belahan pertama. Gak perlu terlalu ekstrim. Kamu cukup menyisirnya ke samping, supanya bisa menumpuk volume rambut di bagian depan-atas kepala.

Setelah volume rambut terkonsentrasi bagian tengah kepala, yang perlu kamu lakukan sekarang adalah meninggikan bagian depannya. Masing menggunakan sisir rapat, secara perlahan angkat rambut bagian depan hingga setinggi dan mengembang sesuai selera. Gunakan kedua tangan kamu, satu buat menyisir satu lagi buat menata dan menahannya. Modern pompadour emang gak bisa menyaingi tekstur dan volume versi klasiknya, tapi kalau kamu cuma punya waktu kurang dari 5 menit buat menata rambut, kenapa gak dicoba?

3. Gaya belah pinggir emang gak pernah mengecewakan kamu, apalagi kalau dipertegas dengan pomade

Belah pinggir gak pernah mengecewakan via robertjeffrey.com

Tampil dengan rambut belah pinggir memberi kamu kesan terlihat seperti jentelmen klasik tanpa harus terlihat jadul. Pilihan yang mudah dan cocok untuk beragam keperluan, bisa menghiasi rambut kamu saat di kampus, ngantor maupun hang out, rambut belah pinngir gak akan bikin kamu kecewa. Apalagi kalau belah pinggir kamu diperkuat oleh pomade, dijamin dari pagi hingga malam rambut kamu tetap rapi.

Gaya rambut belah pinggir baru cocok jika rambut kamu dipangkas pendek dan rapi. Masalahnya, semakin panjang rambutmu maka makin sering berantakan belah pinggirmu. Minta potongan pendek pada bagian atas dan tipis dibagian samping. Untuk menatanya, cukup gunakan pomade berbasis air karena style ini cukup sederhana dan gak butuh “cengkeraman” kuat dari pomade.

Seperti biasa haluskan pomade seukuran dua ujung jari di telapak tangan lalu usapkan merata ke seluruh rambut. Depan, belakang dan samping mesti dilapisi dengan pomade. Setelah rata, sisir rambut sampai rapi dan licin ke belakang, gunakan sisir yang rapat. Kemudian bikin satu belahan pada salah satu sisi yang kamu suka, lalu rapikan kembali hingga kamu merasa cukup tampan untuk pergi ke luar rumah.

4. Potongan undercut dan pomade adalah paduan yang sempurna untuk terlihat edgy

Undercut+pomade=pas via thomasdavenport.tumblr.com

Undercut adalah potongan yang mempertahankan panjang rambut bagian atas sementara samping dan belakang dipangkas pendek hingga 1-2 cm. Mau rambut kamu lurus ataupun bergelombang, potongan tegas seperti ini bakal bikin kamu terlihat edgy di setiap kesempatan. Apalagi kalau kamu punya potongan tubuh yang tegap — udah sah mirip prajurit di Perang Dunia II.

Ketika dipangkas ingatkan barber kamu untuk mempertegas batas antara bagian atas dengan samping/bawah, karena kekontrasan inilah yang menjadi fitur utama pada potongan undercut. Sisakan 10-15 cm dibagian atas dan bagian samping pendek 1-2 cm.

Kamu punya dua pilihan dalam menata rambut haircut, disisir kebelakang atau disisir ke samping. Dibiarkan mengembang boleh, diratakan juga oke. Gaya apapun yang kamu pilih, pastikan kamu mengoleskan pomade terlebih dahulu. Gunakan sisir bergerigi jarang jika rambut kamu bergelombang dan jika rambut kamu lurus pakai sisir bergerigi rapat, biar mudah menatanya. Khusus buat potongan undercut yang disisir ke samping, sangat wajar kalau kamu mendapat kontras yang jelas antara bagian samping dan atas. Justru itu daya tariknya, Bung!

5. The Quiff  untuk kamu yang suka tampil klasik tapi gak punya waktu buat sisiran

Kamu juga bisa jadi sekeren Beckham via luxury.chinadaily.com.cn

The quiff adalah bentuk perpaduan antara gaya rambut pompadour dan mohawk, yang juga pernah top di tahun ’50-an. Idenya adalah memberi penampilan yang lebih raw, lebih rebel namun tetap rapi sepanjang hari berkat bantuan pomade. The Quiff gak memerlukan penggunaan sisir, jadi gak akan memakan lama waktu kamu di depan kaca. Yang kamu perlukan adalah potongan rambut Undercut, pomade dan kelihaian tangan doang.

Sebelum menggunakan pomade, pisahkan dulu rambut tengah yang panjang dari rambut samping yang tipis dan pendek. Menggunakan kedua telapak tangan yang sudah dilumuri pomade, usap rambut bagian tengah dari belakang hingga ujung depan, lalu dalam sekejap dorong lagi ke belakang. Ulangi jika kamu belum puas dengan hasilnya. Alih-alih dibiarkan berdiri seperti gaya pompadour, miringkan rambut bagian depan sedikit ke salah satu sisi (kanan atau kiri), kemudian dorong unjung-ujung rambut ke belakang. Cuma dengan kelihaian jemari dan tangan kamu bisa tampil sekeren David Beckham.

6. Apalah arti pomade jika gak digunakan buat gaya rambut Classic Slick Back

Jentelmen klasik via www.esquire.co.uk

Sesuai dengan fungsinya untuk menahan tata rambut sekaligus membuatnya terlihat licin dan mengkilap, gaya rambut slick back adalah inti dari penggunaan pomade. Mungkin untuk itulah pomade diciptakan, sebab gaya slick back sudah hadir sejak lama dan tetap ditampilkan oleh laki-laki zaman sekarang. Mulai dari lelaki berambut gondrong, medium, hingga klimis dapat mengaplikasikan gaya ini pada rambutnya.

Untuk mendapat gaya slick back klasik pertama-tama kamu harus melapisi rambutmu dengan pomade secukupnya. Lalu sisir rambut bagian atas mulai dari perbatasan dengan kening hingga ke belakang. Lakukan sisiran yang sama, dengan arah yang sama, pada rambut bagian samping kanan dan kiri. Dan itu adalah first slick kamu. Ulangi sisiran slick tersebut hingga mendapat hasil sesuai selera. Kebanyakan cowok melakukan 3-6 slick supaya bentuk rambutnya sempurna.

7. Agar terlihat lebih kekinian, beri sentuhan tangan pada gaya Modern Slick Back kamu

Slick back yang lebih modern via www.esquire.co.uk

Beda dengan slick back klasik yang meratakan rambut, meminimalkan volume serta menyamakan arah rambut ke satu arah, modern slick back memberi kamu ruang untuk berkreasi dengan rambut kamu. Setelah membuat first slick pada rambut bagian atas, kamu bebas buat memilih untuk menyisir rambut samping atau nggak sama sekali. Atau kamu bisa tetap menyisir rambut samping lalu mulai mengkreasikannya dengan jari tangan.

Modern slick menganjurkan kamu buat mengatur ulang bentuk sisiran slick kamu, bisa dibuat sedikit acak-acakan dan bervolume. Karena tujuan gaya ini adalah rambut licin yang bervolume, bisa bergerak dan kreativitas pemakainya. Semakin sering kamu menggunakan jari maka rambut kamu makin berisi dan makin bebas bergerak. Teknik yang paling dianjurkan agar slick back kamu terlihat kekinian adalah awali sisiran rambut seperti pada slick back klasik lalu lanjutkan slick ketiga hingga kelima hanya dengan menggunakan jemari tangan. Rambut jadi terlihat licin tapi gak lepek, bung.

Pomade klasik via imgarcade.com

Hal yang harus kamu ingat saat mengaplikasikan pomade pada rambut kamu adalah pastikan rambut kamu masih dalam keadaan setengah kering atau masih lembab saat mengusapkannya. Jangan gunakan pomade pada rambut yang kering, karena hasil untuk mendapatkan style di atas gak akan maksimal. Pastikan juga produk ini hanya melapisi rambut kamu saja, gak perlu sampai ke kulit kepala. Pomade, terutama yang oil based, sangat susah dibersihkan meski udah dicuci berkali-kali. Produk yang tersisa bisa bikin kulit kepala kamu kotor dan berketombe.

Selamat mencoba, lads! Stay dapper.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya