Makna Terdalam Belangkon dan Beskap Jawa Favorit Didi Kempot. Selamat Jalan sang Legenda!

Belangkon dan beskap Didi Kempot

Kabar duka baru saja menyelimuti dunia hiburan tanah air. Penyanyi senior, Didi Kempot, telah berpulang di usianya yang ke 54 tahun. Kepergian The Godfather of Broken Heart tentu menyisakan duka mendalam bagi semua pihak, termasuk para Sobat Ambyar di luar sana. Ya, salah satu hal yang akan selalu terkenang dari Didi Kempot adalah ciri khasnya dengan blankon dan beskap Jawa. Bagi yang belum tahu, Hipwee Style akan mengupas tuntas tentang makna terdalam dari belangkon dan beskap Jawa favorit Didi Kempot ini. Yuk, simak!

Di banding busana kekinian, Didi Kempot lebih sering mengenakan belangkon dan beskap Jawa, bahkan ketika diundang ke stasiun TV. Mungkin, inilah alasannya…

busana andalan via id.pinterest.com

Advertisement

Belangkon cokelat dan beskap Jawa hitam lengkap dengan jarik batiknya, Didi Kempot selalu nampak memesona di setiap penampilannya. Nggak cuma saat konser, pria bernama lengkap Dionisius Prasetyo ini juga kerap mengenakan setelan khas Jawa ini saat diundang ke stasiun TV. Melihat banyaknya busana kekinian yang biasa dipakai seleb, banyak yang salut dengan pilihan Didi ini.

Khas dengan rambut keriting panjangnya, gaya Didi Kempot dengan belangkon dan beskap sudah mendunia. Banyak yang bilang, gaya Didi ini akan terus terkenang sepanjang masa

akan terkenang via id.pinterest.com

Didi Kempot yang memulai karirnya dari Campursari mengaku, belangkon dan beskap Jawa adalah wujud kekayaan budaya Indonesia dan ia bangga ketika mengenakannya. Belangkon merupakan penutup kepala untuk laki-laki yang berbentuk setengah bola berbahan kain batik. Sedangkan beskap, merupakan baju berbentuk jas dengan kerah tinggi hingga leher dan biasanya dipakai oleh laki-laki Jawa di acara-acara formal.

Kalau kamu belum tahu, inilah fakta soal belangkon dan beskap Jawa yang sering dikenakan Didi Kempot

filosofi belangkon dan beskap via id.pinterest.com

  • Belangkon
Advertisement

Penutup kepala berbahan kain batik yang ukurannya kurang lebih 105×105 cm, mulanya digunakan sebagai pelindung kepala dari panasnya terik matahari, namun seiring perkembangan zaman belangkon juga dimanfaatkan sebagai bagian dari gaya hidup. Belangkon melambangkan kemajuan berpikir dan gagasan positif. Proses pembuatan belangkon pun nggak asal, ada tata cara tertentu supaya bentuknya presisi dan nyaman dikenakan.

  • Beskap Jawa
Advertisement

Mulai diperkenalkan di akhir abad ke-18, beskap biasa dikenakan untuk menghadiri acara-acara formal atau kebudayaan. Dibuat dari bahan berbahan tebal dan biasanya polos, bentuk bagian depan beskap biasanya nggak simetris karena untuk menyesuaikan letak keris. Seperti yang dikenakan Didi Kempot, beskap biasanya dipasangkan dengan jarik bermotif batik.

Selamat jalan Didi Kempot, legenda sesungguhnya bagi kita semua!

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang makmum yang taat :)

Editor

Seorang makmum yang taat :)

CLOSE