5 Langkah Bikin Capsule Wardrobe Sendiri. Solusi Cerdas Kurangi Tumpukan Baju di Lemari!

Cara menerapkan capsule wardrobe

Pernah nggak sih kamu merasa bingung saat memilih baju padahal banyak sekali baju yang menumpuk di lemari? Kalau kamu pernah atau sering mengalaminya, sudah saatnya kamu beralih menggunakan trik yang namanya ‘Capsule Wardrobe‘ atau lemari pakaian kapsul. Intinya, kamu berusaha membatasi isi lemari pakaian seminimal mungkin tapi fungsionalitasnya tinggi alias bajunya bakal terpakai semua. Konsep ‘kapsul’ atau lemari pakaian kecil ini terdiri hanya 20 – 30 potong pakaian kesukaan yang fleksibel dipakai untuk berbagai acara.

Advertisement

Trik organisasi pakaian ini punya banyak manfaat lo, di antaranya adalah bisa menghemat waktu saat berdandan karena semua baju yang kamu punya bisa dikombinasikan. Selain itu, kamu juga bisa menghemat pengeluaran dengan nggak membeli baju-baju selama periode tertentu karena sudah punya setelan pakaian yang sesuai dengan gaya kamu. Nah, buat kamu yang penasaran seperti apa langkah-langkahnya, yuk simak ulasan berikut ini!

1.  Inti dari konsep capsule wardrobe adalah small dan compact. Buat koleksi pakaian di lemarimu seminimal mungkin, tapi bisa mencakup semua aktivitasmu

Ayo atur pakaianmu seminimal mungkin | Photo by Francesco Paggiaro from Pexels

Konsep penerapan capsule wardrobe ini adalah untuk membuat koleksi pakaianmu menjadi small dan compact alias seminimal mungkin tapi juga tetap bisa mencakup semua aktivitasmu. Susie Faux, salah satu pemilik butik di London pada tahun 1970-an yang juga turut mempopulerkan trik ini, menyarankan beberapa pakaian yang bisa menjadi inspirasi lemari kapsulmu.

Ia menyarankan dua potong celana panjang, satu dress atau rok, satu jaket, satu jas, satu atasan, dua pasang sepatu, dan dua buah tas. Nah, kalau kamu mau coba menerapkan trik organisasi pakaian yang satu ini, buatlah daftar jenis-jenis pakaian yang akan kamu kenakan untuk aktivitas sehari-hari. Hal ini bisa membantumu dalam memangkas tumpukan baju-baju di lemari menjadi seminimal mungkin. 

Advertisement

2. Mulailah dari menyortir semua pakaian yang kamu punya di lemari. Keluarkan dulu semuanya, lalu pisahkan baju yang nggak pernah kamu pakai

Apa bakal tetap dipakai? Atau donasikan saja? | Photo by Liza Summer from Pexels

Kalau kamu sudah membuat daftar jenis-jenis pakaian yang dibutuhkan, kamu bisa mengeluarkan semua isi lemarimu dan mulai menyortir mana pakaian yang masih ingin digunakan dan mana pakaian yang sudah nggak pernah dipakai. Kamu bisa simpan dulu sisa baju-bajumu di lemari lain atau bisa juga didonasikan kalau memang nggak bakal kamu pakai lagi.

3. Selanjutnya, kamu bisa tentukan jumlah yang paling minimal dan paling sesuai buatmu

Tentukan jumlah paling minimal untuk capsule wardrobe-mu | Photo by Sarah Brown on Unsplash

Kebutuhan pakaian untuk setiap orang pasti akan berbeda-beda tergantung dari gaya hidup dan aktivitasnya. Pada akhirnya, setiap orang, influencer, atau expert pun punya rumusnya sendiri untuk membuat capsule wardrobe beradasarkan gaya hidup masing-masing. Salah satu yang paling populer adalah blogger Caroline Rector. Lewat postingan blog pribadinya Un-Fancy, Caroline membatasi jumlah pakaiannya menjadi 37 potong yang terdiri dari 9 pasang sepatu, 9 bawahan, 15 atasan, 2 dress, dan 2 jaket untuk dipakai selama satu musim atau setara 3 bulan.

Trik ini bisa lebih mudah diterapkan di Indonesia karena hanya ada dua musim dalam satu tahun. Jadi, kamu bisa membagi capsule wardrobe-mu untuk musim panas dan musim hujan. Misal, untuk musim panas, susunan lemari kapsulmu terdiri dari 5 pasang sepatu, 8 bawahan, 15 atasan, 3 topi, dan 2 buah tas. Sedangkan saat musim hujan kamu bisa menambahkan 3 buah jaket.

Advertisement

4. Karena kamu sudah memilih pakaian yang paling sesuai denganmu, maka mulailah konsisten untuk pakai semua baju dalam capsule wardrobe-mu minimal selama 3 bulan

Konsisten memang bagian paling sulit, namun tetap ahrus diusahakan | Photo by Liza Summer from Pexels

Kamu sudah melewati banyak proses untuk membuat koleksi pakaianmu menjadi seminimal mungkin, bukan? Jadi, usahakan untuk konsisten memakainya, ya. Abaikan saja dulu beragam diskon dan promo yang ada di situs belanja online dan mal, toh kamu sudah punya capsule wardrobe yang sesuai dengan keperluanmu sehari-hari. Kalau kamu bisa konsisten minimal selama 3 bulan, kamu bisa kok mempertimbangkan untuk menambah atau mengurangi koleksimu.

5. Meski nggak semua orang bisa cocok dengan trik ini, kamu jadi tahu kalau ternyata nggak perlu setumpuk baju buat bikin OOTD yang berbeda tiap harinya~

Masalah kecocokan, semuanya kembali ke dirimu sendiri ya | Photo by Ketut Subiyanto from Pexels

Konsep capsule wardrobe ini juga mungkin kurang cocok buat sebagian orang, apalagi buat mereka yang suka sekali berganti style dalam berpakaian. Tapi, setidaknya dengan trik ini kamu jadi tahu bahwa kita bisa lo tetap stylish meski koleksi pakaian yang kita punya itu minimalis. Jadi, semua kembali lagi ke dirimu sendiri ya.

Apakah kamu merasa cocok dengan trik yang satu ini? Yang pasti kuncinya adalah memaksimalkan apa yang sudah kamu punya dan mencoba memilah baju mana yang sudah nggak terpakai lagi untuk didonasikan atau dijual saja. Daripada menuh-menuhin lemari tapi nggak bakal terpakai lagi kan?

OOTD, fashion, tips, mix and match, outfit

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE