Vogue merupakan majalah terkenal yang sering disebut sebagai kiblat fashion dunia. Siapapun yang berhasil mengisi halaman-halaman Vogue pasti bangga dan bukan orang sembarangan. Model-model ternama dan para figur publik dunia telah menjadi sampul depan majalah yang dimotori oleh Anna Wintour ini. Oleh karena itu, nggak heran kalau model terkenal yang saat ini lagi naik daun – Gigi Hadid sering jadi langganan. Baik untuk Vogue Amerika Serikat maupun Vogue negara lain.

Dan belum lama ini untuk pertama kalinya Vogue Arabia terbit. Dalam edisi pertamanya, majalah yang dipimpin Deena Aljuhani Abdulaziz memilih pacar Zayn Malik sebagai sampulnya. Kritik pedas pun muncul lantaran banyak yang menganggap kalau Hadid nggak pantas menjadi cover depan majalah Arabia. Well, inilah ulasannya.

tulisnya dalam instagram via www.instagram.com

1. Pemilihan Gigi Hadid sebagai cover majalah Vogue Arabia tak dilakukan sembarangan. Sepak terjangnya sebagai model internasional membuatnya jadi sampul depan majalah ini

model of the year via en.vogue.me

Gigi Hadid beberapa tahun ke belakang memang sangat terkenal. Kepiawaiannya membawakan pakaian dari para desainer ternama dunia membuatnya menjadi model yang tak bisa dipandang sebelah mata. Apalagi pada 2016 lalu, Hadid mendapat penghargaan International of the Year. Selain itu, berbagai majalah fashion selain Vogue pun menjadi langganannya pemotretannya. Ditambah lagi selera busananya sukses mengantarkan dia berkolaborasi dengan desainer Tommy Hilfiger. Popularitas Hadid makin meningkat karena menjadi kekasih Zayn Malik dan lingkup pertemanannya dengan selebriti papan atas dunia.

Advertisement

bersama teman akrab kelas A-nya via www.thesun.co.uk

2. Jika melihat latar belakang, Gigi Hadid memang keturunan Timur Tengah. Mungkin ini salah satu faktor lain yang membuatnya terpilih

berdarah Palestina via id.pinterest.com

Banyak yang berpendapat bahwa terpilihnya Gigi Hadid sebagai sampul majalah untuk edisi pertama Vogue Arabia ini tak terlepas dari latar belakang dia yang keturunan Palestina. Ya, ayahnya adalah Mohamed Hadid yang berasal dari Palestina, sedangkan ibunya adalah Yolanda Foster – seorang model terkenal pada masanya yang lahir di Amerika Serikat berketurunan Belanda. Hal inilah yang membuat banyak orang mengaitkannya kalau Hadid terpilih sebagai cover untuk Vogue Arabia karena latar belakangnya itu.

3. Sang editor in chief  Vogue Arabia sendiri menilai bahwa tak ada lagi yang lebih pantas menandingi Gigi Hadid. Ya, Hadid merupakan model ternama

yes, she is via www.fashiongonerogue.com

“And there’s no better first ‘face’ to lead the charge for Vogue Arabia than Gigi, a model who defines tomorrow’s entrepreneurial and dynamic generation,” – ujar Deena Aljuhani Abdulaziz,

seperti dilansir dari bbc.com

Apapun anggapan orang, editor in chief  Vogue Arabia – Deena Aljuhani Abdulaziz yang juga Putri kerajaan Arab Saudi ini mengatakan kalau Gigi Hadid memang sangat pantas menjadi sampul majalah ini. Karakter Hadid dan citranya yang sangat kuat sebagai perempuan masa kini membuat Abdulaziz memilih Hadid. Bagi Abdulaziz, tak ada yang mampu menandingi Hadid dalam pemotretan pertama ini.

katanya cuma Gigi Hadid yang pantas via www.instagram.com

4. Sedangkan reaksi netizen dari berbagai belahan dunia beragam. Banyak yang menganggap model yang beragama Islam dan berhijablah yang lebih pantas

Halima Aden bersama Gigi Hadid via twitter.com

Kiprah Gigi Hadid sendiri di dunia modelling nggak terlepas dari beragam komentar. Dirinya yang juga terpilih sebagai model brand pakaian dalam dunia Victoria Secret menuai kritik. Selama ini keberhasilan Hadid dianggap karena popularitasnya sebagai kekasih musisi terkenal Zayn Malik, hubungan pertemanannya dengan selebriti ternama dunia, dan eksistensi di media sosial yang mencuri perhatian.

Tak hanya itu, penampilannya sebagai cover majalah fashion ternama untuk Timur Tengah dikritik tajam. Hadid berhasil jadi cover dipercaya berkat dirinya yang keturunan Palestina saja. Hingga kini memang tak ada yang tahu agama apa yang dianut Hadid karena dia sendiri enggan membicarakan hal pribadi tersebut ke publik. Baginya, cukup dia dan Tuhan saja yang tahu.

Komentar pun turut menyertai lantaran penampilan Hadid yang mengenakan kain penutup kepala menyerupai hijab – yang masih memperlihatkan bagian tubuhnya. Banyak yang berkomentar jika sebaiknya Hadid diganti dengan model yang jelas beragama Islam dan berhijab sekalian saja, seperti Halima Aden. Kiprah Halima Aden saat ini memang cukup menanjak karena tampil beberapa kali dalam peragaan busana rumah mode ternama dunia dalam New York Fashion Week kemarin.

menuai kritik via www.instagram.com

“CAN GIGI HADID STOP WEARING HIJAB AS A FASHION STATEMENT !!!! MUSLIM WOMEN ARE SHAMED FOR IT YET SHE CAN PARADE AROUND THE COVER OF VOGUE,” – @nuhaasoeker

“so Gigi Hadid remembers her Palestinian roots when vogue Arabia want to feature her but when it comes to political problems she’s quiet,” – @McChicken6753

5. Meski penuh kritik, Gigi Hadid sendiri tetap bangga dengan latar belakangnya yang beragam. Hal itu tak menggentarkan dirinya untuk berkaya dalam keberagaman

bangga berdarah Palestina via www.instagram.com

“Being half-Palestinian, it means the world to me to be on the first-ever cover(s) of Vogue Arabia,” – kata Gigi Hadid,

seperti dilansir dari bbc.com

Selama ini Gigi Hadid bangga dengan dirinya berdarah Palestina. Baginya, hal itu adalah sebuah anugerah karena telah hidup di dunia dengan latar belakang keluarga berbeda. Meski tak mudah menjalaninya karena selalu disertai berbagai komentar negatif, Hadid tak memasalahkan. Begitupun dengan adik-adiknya yang terjun di dunia modelling juga seperti Bella Hadid dan Anwar Hadid.

Majalah yang diterbitkan di beberapa negara Timur Tengah ini tentu menarik perhatian masyarakat. Dan kini majalahnya telah beredar luas, di antaranya seperti Qatar, Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Uni Emirat Arab. Terlepas diri Gigi Hadid yang keturunan Palestina, menurutmu sendiri bagaimana kualitas Hadid sebagai seorang model internasional?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya