Di Indonesia sepertinya cuma ada dua macam kerudung atau penutup kepala wanita muslimah yang terkenal, yaitu “hijab” dan juga “hijab syari.” Dan pengertian hijab pun terkadang masih sangatlah luas di Indonesia, dimana Hijab kadang hanya dimengerti sebagai penutup kepala alias kerudung. Padahal, hijab itu artinya bukan kerudung, dan kerudung itu tidaklah sama dengan hijab. Kesalahpahaman semacam inilah yang kadang membuat orang Islam justru berkonflik dengan sesamanya. Maka dari itu, hari ini Hipwee Style mau ngasih tahu kamu tentang apa makna Hijab sebenarnya, dan bagaiman Hijab Syari itu seharusnya.

Hijab itu sebenarnya bukan sekedar penutup kepala saja lho. Hijab sebenarnya adalah istilah umum untuk penutup aurat secara keseluruhan

kerudung samakah dengan hijab? via www.instagram.com

Hijab sebenarnya tidak mengacu pada suatu penutup kepala yang spesifik. Kata hijab sendiri berasal dari kata kerja “hajaba” yang artinya adalah “untuk menutup” Jadi, bisa disimpulkan bahwa Hijab tadinya bukan digunakan untuk mendeskripsikan sepotong kain yang digunakan untuk menutupi kepala wanita, tapi lebih kepada perintah untuk menutup kepala tersebut, baik secara harafiah maupun metaforis. Jika wanita diperintah untuk memakai hijab fisik, pria pun juga diwajibkan untuk memakai “hijab mata.” Meskipun begitu, kata hijab sekarang sudah identik dengan sepotong kain yang digunakan untuk menutup kepala dan rambut seorang wanita. Alhasil, sekarang hijab digunakan untuk mendeskripsikan kain yang menutup kepala dan leher wanita atau yang biasa disebut kerudung.

Kerudung yang menutup dada hingga ke bagian atas pinggul sering disebut “hijab syar’i.” Sedangkan hijab syar’i adalah padu padan antara “khimar” dan “jilbab”

Kerudung yang menutup dada ini sebenarnya bernama Khimar via abiummi.com

Banyak orang memiliki pengertian bahwa hijab adalah penutup kepala atau kerudung, dan hijab syari adalah kerudung yang menutup hingga bagian dada. Kalau kamu adalah salah satu dari orang itu, maka kamu sebenarnya belum memahami betul makna Hijab. Hijab yang sering kita sebut sebagai “hijab syari” itu sebenarnya bernama Khimar. Sedangkan Hijab Syari yang sebenarnya adalah gabungan antara Khimar dan Jilbab.

Istilah jilbab juga sering disalahartikan sebagai kerudung, padahal jilbab adalah kain penutup aurat

Advertisement

baju atau gaun longgar seperti inilah yang harusnya bernama jilbab. via www.instagram.com

Tapi, pakaian yang seperti ini bisa disebut jilbab juga nggak ya? Karena tidak menonjolkan lekuk tubuh dan tidak transparan. via www.instagram.com

Coba deh kamu tanya sama ibu-ibu atau mbak-mbak di sekitarmu. Pasti mereka akan mendeskripsikan jilbab sebagai kain atau kerudung yang digunakan untuk menutup kepala. Padahal, Jilbab sendiri mengacu pada jenis pakaian atau kain longgar yang digunakan untuk menutup tubuh (aurat). Kain yag biasa kita sebut sebagai kain gamis itulah yang biasa disebut sebagai jilbab.

Jilbab, atau jalabeeb secara plural, biasanya diartikan sebagai outer garment, atau pakaian luaran yang menutup badan. Beberapa hadis mengatakan jilbab memiliki tiga kriteria yaitu tidak boleh memperlihatkan lekuk tubuh, tidak boleh wangi (diberi parfum), dan tidak boleh transparan. Banyak orang yang menganggap bahwa jilbab itu sangatlah spesifik, layaknya kain gamis. Padahal, memakai kemeja longgar dan rok maksi atau abhaya pun bisa dikatakan memakai jilbab karena sudah memenuhi kriteria-kriteria tersebut.

Nah, dengan mengerti istilah-istilah berpakaian dalam Islam tersebut, diharapkan kamu bisa lebih menghargai sesama. Yuk.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!