Jangan Keburu Minder, 5 ‘Masalah Kecantikan’ ini Sebenarnya Wajar Banget kok Kamu Alami

Masalah kecantikan yang wajar

SoHip, masalah kecantikan apa yang saat ini sedang kamu hadapi? Mungkin di antaranya adalah masalah rambut, kulit, tubuh dan lainnya. Sebagian orang menganggap bahwa kesempurnaan penampilan adalah tujuan utama dari perawatan kecantikan. Padahal, tubuh kita diciptakan untuk bisa beradaptasi dengan sangat baik terhadap banyak hal, seperti hormon dan cuaca misalnya.

Advertisement

Hal ini membuat masalah kecantikan yang kadang dianggap sangat meresahkan sebenarnya adalah hal yang sangat wajar terjadi. Sayangnya, masalah kecantikan justru sering membuat seseorang justru minder alis nggak percaya diri, padahal bisa saja masalah tersebut muncul sebagai tanda kalau sistem dalam tubuh kita sehat dan sempurna.

Nah, apa saja masalah kecantikan yang wajar terjadi tapi dianggap sangat meresahkan? Cek sini ulasannya yuk~

1. Berat badan selalu dianggap masalah yang sangat serius terhadap kecantikan dan persoalan penampilan. Padahal cantik nggak harus langsing dan gemuk bukan berarti nggak cantik!

Tubuh gemuk atau kurus | Credit by shvets production on Pexels

Sebagian perempuan mungkin merasa kurang percaya diri saat ada yang mengatakan tubuhnya gemuk atau terlalu kurus. Hal ini karena stigma gemuk dikaitkan dengan kebiasaan buruk, tubuh yang kurang sehat dan kurang produktif. Sementara kurus dianggap kurang gizi, cacingan atau penyakitan. Stigma tersebut tentu nggak selalu benar dan terjadi pada setiap orang. Ada juga orang yang gemuk dan kurus karena faktor gen, metabolisme tubuh dan kondisi lainnya yang tentu berbeda-beda setiap orang, serta belum tentu buruk.

Advertisement

Hal yang harus kamu lakukan saat menghadapi persoalan berat badan baik itu kurus maupun gemuk adalah tetap fokus dengan diri sendiri untuk memastikan tubuhmu tetap sehat dan bisa produktif dengan baik. Jika masalah berat badan sudah mengganggu kesehatan dan aktivitasmu, cobalah belajar gaya hidup yang lebih sehat mulai dari pola makan, olahraga dan kebiasaan lainnya.

2. Masalah rambut rontok, lepek, dan berketombe hampir nggak pernah lepas dari masalah hidup perempuan, tapi ini bukan akhir dunia kok~

Masalah rambut | Credit by element production on Pexels

Kondisi rambut sangat dipengaruhi oleh lingkungan seperti polusi dan cuaca. Selain itu kondisi tubuh seperti faktor hormonal juga berperan aktif dalam persoalan rambut. Melansir dari Health Shot, masalah rambut pada perempuan berkaitan dengan siklus hormonal saat haid. Seminggu menjelang periode haid, hormon progesteron akan melonjak dan mengakibatkan produksi sebum atau minyak meningkat, termasuk pada kulit kepala. Hal ini membuat rambut cenderung berminyak, lepek dan berketombe.

Setelah itu saat masuk periode haid, progesteron dan estrogen turun hingga titik terendah. Penurunan estrogen ini sekaligus menurunkan zat besi sehingga mengakibatkan rambut mudah rontok. Jadi masalah rambut seperti ini sangat wajar terjadi ya, bahkan sebagai tanda bahwa siklus kamu normal. Saat menghadapi masalah rambut seperti ini kamu nggak perlu minder, cukup lakukan perawatan sesuai masalah rambutmu supaya bisa mengurangi minyak, ketombe dan kerontokan.

Advertisement

3. Kulit berminyak sering jadi masalah kulit yang bikin risih dan mengganggu penampilan. Apalagi ketika menjelang haid, kulit jadi terasa mudah kotor

Kulit berminyak | Credit by puhhha on depositphoto

Masalah kulit berminyak hampir dialami setiap perempuan baik yang memiliki jenis kulit kering, berminyak dan sensitif. Terutama saat menjelang haid hingga periode haid selesai. Masalah kulit berminyak masih berkaitan dengan produksi hormon pada tubuh, seperti penyebab masalah rambut di atas. Kenaikan progesteron memicu produksi sebum di permukaan kulit. Nah, ketika memasuki periode haid, gantian testosteron naik dan menambah produksi sebum lagi.

Jika kamu menghadapi masalah kulit berminyak, bisa jadi tanda kalau mau haid dan cukup lakukan perawatan dengan skincare yang mengandung oil control untuk membersihkan minyak di permukaan kulit secara tuntas. Perlu diingat bahwa produksi sebum nggak bisa dikurangi selama hormon menjadi faktor utamanya, ya. Jadi, cukup bersihkan saja secara rutin, bila perlu pakai double cleansing!

4. Masalah jerawat adalah permasalahan sejuta umat alias paling umum dialami saja, sama aja mau laki-laki atau perempuan

Jerawat | Credit by IgorVetushko on depositphoto

Satu lagi masalah kecantikan yang terjadi karena faktor hormonal, yakni jerawat. Produksi sebum yang meningkat karena perubahan hormon seringkali memicu masalah jerawat. Apalagi jika kulit terpapar debu dan polusi, atau karena penggunaan makeup yang menyumbat pori-pori. Masalah jerawat saat periode haid ini sering disebut breakout, kondisi di mana muncul banyak jerawat kemerahan di wajah.

Melansir dari Healthline, 65% perempuan di dunia mengalami masalah jerawat saat haid. Jerawat merupakan kondisi fisik yang masuk dalam gejala Premenstrual Syndrome (PMS). Penyebabnya bisa karena faktor hormonal secara langsung atau bisa juga karena stres akibat dari pengaruh mental saat PMS.

5. Kerutan atau garis halus di wajah dianggap masalah besar bagi perempuan karena termasuk tanda-tanda penuaan

Kerutan | Credit by Kazzakova on depositphoto

Garis halus biasanya muncul di sekitar mata dan dahi karena tarikan otot wajah, sehingga mengakibatkan kulit jadi berkerut. Bagi sebagian orang ini adalah masalah besar karena kulit nggak lagi kencang. Padahal kerutan di wajah hal yang sangat normal apalagi ketika tersenyum, menyipitkan mata dan tertawa. Bahkan hal ini sebagai bentuk kulitmu sehat dan elastis alias nggak kaku. Bayangkan deh, jika kulit nggak berkerut pasti aneh, kan~

Masalah kecantikan di atas bukan sebagai tanda kalau tubuh kita buruk, tapi justru tanda bahwa tubuh kita bisa beradaptasi dan berproses secara alami dan sempurna. Setiap orang tentu mengalami hal yang berbeda-beda karena kondisi tubuh kita juga berbeda. Jika mengalami beberapa masalah di atas, nggak perlu khawatir apalagi minder ya. Cukup fokus dengan diri sendiri supaya bisa tahu perawatan yang tepat.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat buku dan perjalanan

Editor

An avid reader and bookshop lover.

CLOSE