Cantik adalah hal yang sangat relatif, terlebih di era modern seperti sekarang. Definisi cantik pun kian beragam dan sangat tergantung dengan kenyamanan sang pemilik wajah dan tubuh itu sendiri. Bicara soal cantik, suka tak suka juga kadang tak lepas dari ‘peralatan tempur’ andalan masing-masing orang, seperti misalnya perawatan kulit sampai segala macam perintilan kosmetik untuk berdandan sesuai kebutuhan. Nah, tapi apa jadinya kalau lingkunganmu masih terkungkung dengan pemahaman cantik itu sama dengan wajah harus ada polesan penuh make-up atau wajah sempurna adalah yang mulus bening tanpa cela?

Di tengah menggilanya kerajaan bisnis kosmetik dan perawatan wajah di Korea Selatan, sejumlah perempuan di sana sempat viral karena merekam aksi ekstremnya dan mengunggah hal yang cukup mencengangkan dan kontroversial tersebut ke media sosial. Dalam unggahannya tersebut, seorang perempuan tampak menghancurkan koleksi kosmetiknya dengan penuh semangat. Sebelum buru-buru mencap si cewek nggak bersyukur dan harusnya menyumbangkan segala perkakas kosmetiknya, ada baiknya kamu simak dulu deh ulasan Hipwee Style kali ini. Pesannya ngena banget!

Sempat viral beberapa waktu lalu di Korea Selatan, video berisikan para perempuan yang sedang menghancurkan peralatan make-up mereka ternyata bukan melakukannya sekadar untuk iseng saja lo

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh hannamsalnam (@hannamsalnam) pada

Advertisement

Bukan sekadar membuat konten untuk bersenang-senang, sejumlah perempuan di Korea ini memutuskan untuk merekam aksi mereka saat mereka menghancurkan kosmetik mereka sebagai bentuk protes terhadap standar kecantikan di Korea yang semakin menggila. Dilansir dari video unggahan SBS News, gerakan kampanye yang disebut ‘Escape the Corset’ ini disebut sebagai bentuk gerakan protes perempuan di Korea Selatan yang sudah terlalu lelah mengikuti berbagai tren kecantikan yang diagung-agungkan di negara tersebut dan mendorong lebih banyak perempuan untuk tahu apa yang mereka inginkan. Jika seseorang merasa nyaman dengan make-up, silakan. Jika tidak, tak perlu lagi ada tekanan dari masyarakat untuk tampil dengan make-up saat perempuan sedang nggak ingin melakukannya.

Selain memprotes standar kecantikan yang semakin menggila di negeri ginseng ini, para perempuan ini juga mengeluhkan banyaknya bujet dan waktu tersita hanya untuk memenuhi ekspektasi ‘cantik’ dalam make-up

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh 🦊 (@ieodbw294u) pada

Advertisement

Demi memenuhi ekspektasi masyarakat yang menganggap cewek itu lebih cantik saat tampil segar dengan bedak, blush on dan lipstik, banyak perempuan yang harus mengalokasikan dana besar demi membeli peralatan kosmetik yang kian hari kian beragam dan biasanya dibandrol dengan harga lumayan kalau ingin mendapatkan kualitas baik. Tak hanya itu, para perempuan yang memviralkan kampanye ‘Escape the Corset’ juga mengungkapkan kelelahan mereka karena ‘terpaksa’ harus menghabiskan waktu berjam-jam setiap pagi untuk berdandan dan menghapusnya lagi di penghujung hari sepulang dari bekerja. Melelahkan memang~

Bukan tanpa alasan gerakan ini dibuat. Para perempuan yang melakukan aksi protes merasa terlalu dibebani oleh masyarakat patriarki di negara mereka yang menuntut perempuan harus selalu tampil sempurna
Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh 최보경 6B (@zza_2i.lu) pada

Bagi yang belum pernah mengalami ketatnya persaingan dalam hal penampilan khususnya di kalangan perempuan, mungkin mudah saja untuk mengabaikan standar kecantikan yang berlaku di negara kita. Namun di Korea, penampilan jadi salah satu aspek utama yang menentukan, apakah kamu layak untuk mendapat respek atau tidak. Terutama dalam dunia bekerja, di mana penampilan apik seringkali dianggap berbanding lurus dengan keprofesionalan. Inilah yang menjadi keberatan banyak perempuan yang kemudian akhirnya beramai-ramai mengunggah video ‘penghancuran’ alat make-up, video penghapusan make-up sampai memangkas pendek rambutnya secara ekstrem!

Tak hanya menghancurkan make-up, banyak juga lo yang memangkas pendek rambutnya serta memutuskan untuk berangkat kerja tanpa polesan make-up

Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh 지영은 (@y_eeunne) pada

Menghabiskan waktu sekitar 40 menit sampai 2 jam per setiap harinya untuk berdandan membuat banyak perempuan yang memprotes standar kecantikan di Korea ini merasa lelah dan muak sampai-sampai menganggapnya bak perbudakan, seperti dilansir dari laman The Guardian. Bukan berarti mereka anti dengan make-up ya. Tapi melakukan make-up demi mendapatkan respek, dianggap ‘layak’ dan memenuhi ekspektasi masyarakat terhadap sosok perempuan adalah hal yang melelahkan, karena seolah tak ada pilihan. Padahal ada kan hari-hari dimana kamu bahkan terlalu malas dan lelah untuk make-up atau melakukan 10 langkah kecantikan Korea yang super ngehits itu? Disebut-sebut sebagai gerakan feminis, banyak juga kok perempuan yang menganggap aksi ekstrem ini bukan sekadar soal feminis, tapi lebih kepada mengubah pola pikir masyarakat dalam memandang perempuan dengan atau tanpa make-up itu tidak memengaruhi intelektualitas seseorang.

Pada April lalu, seorang presenter TV menjadi sensasi hanya karena dia memutuskan mengenakan kacamata alih-alih lensa kontak. Duh, padahal ya ini wajar banget ya

Kacamataan aja heboh, lo via www.koreaherald.com

Seperti dilansir dari laman The Korea Herald, seorang presenter TV MBC di jam prime time sempat menuai sensasi karena tampil di layar kaca menggunakan kacamata. Doi disebut-sebut menjadi perempuan pertama di Korea yang berani mengenakan kacamata di layar kaca, padahal nih, para pembaca berita pria kerap terlihat mengenakan kacamata tanpa menuai komentar apapun lo. Keberaniannya ini sempat viral dan banyak menuai pujian warganet. Dalam suatu wawancara doi mengungkapkan alasannya adalah kenyamanan, yang jauh lebih penting dari sekadar penampilan. Hmm, setuju sih kalau ini!

Lepas dari gerakan feminis yang cukup ekstrem tersebut, sebagai negara dengan pasar kosmetik yang begitu besar dan luas, Korea Selatan memang disebut-sebut punya standar yang kadang suka kebangetan soal kecantikan. Nggak heran, bahkan berbagai macam tren perawatan kulit pun kini banyak yang berkiblat dari Korea. Ya, merawat diri dan memakai make-up jika memang ingin itu nggak dosa kok. Hanya kalau sampai merasa terbebani oleh standar di lingkungan tempatmu berada, itu yang bisa membuat situasi jadi sulit. Soal jadi cantik dengan cara seperti apa, biarlah para cewek itu saja menentukan. Yang penting, yang punya tubuh merasa nyaman dan bahagia dengan keadaaan mereka. Nah, kalau menurut kamu sendiri bagaimana?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya