5 Merek Fashion yang Pernah Luncurkan Produk Bahan Daur Ulang

Untuk meminimalisir dampak lingkungan memang butuh kerja sama dari berbagai pihak. Kalau hanya mengandalkan perusahaan yang bergerak di sektor lingkungan, angan-angan untuk terhindar dari krisis iklim terpaksa harus dibuang jauh-jauh. Karena sejatinya, setiap bidang perusahaan pasti bersinggungan dengan lingkungan hidup.

Salah satunya yaitu industri fashion. Industri ini menjadi salah satu penyumbang limbah terbesar untuk lingkungan. Nggak heran, semakin banyak tuntutan bagi industri ini untuk lebih memperhatikan lingkungan. Pernah dengar istilah slow fashion?

Nah, itu salah satu inovasi yang sudah dilakukan. Kali ini, Hipwee Style akan mengulas inovasi lainnya yang dilakukan dunia fashion demi menjaga alam yakni membuat produk menggunakan bahan daur ulang.

Loh, memangnya bisa? Dilansir dari berbagai sumber, yuk langsung saja simak merek-merek fashion yang sudah berhasil mewujudkannya!

ADVERTISEMENTS

1. H&M memanfaatkan botol plastik untuk dijadikan bahan utama koleksi baju anak terbaru mereka

Kaus anak bottle2fashion dari H&M

Kaus anak bottle2fashion dari H&M | Credit: id.hm.com

Kalau kamu pernah berkunjung ke pusat perbelanjaan, mungkin sudah nggak asing lagi dengan merek satu ini. Merek yang didirikan sejak tahun 1947 ini ternyata punya kerja sama dengan Danone-AQUA di bawah program Bottle2Fashion. Kolaborasi ini sudah terjalin sejak 2017 dan telah meluncurkan dua koleksi baju.

Bertajuk Cleaning-Up for The Future, kolaborasi ini adalah bentuk komitmen kedua perusahaan untuk mengurangi masalah sampah plastik. Koleksi terbarunya yang diluncurkan 24 Desember 2021 lalu merupakan koleksi baju anak-anak bertema Star Wars untuk umur 11-15 tahun. Bahannya terbuat dari recycled polyester fiber dan botol plastik daur ulang.

Dilansir dari Detik.com, botol-botol plastik daur ulang yang sudah dikumpulkan dibawa ke Recycling Business Unit (RBU) milik Danone Aqua Tangerang Selatan. Lalu, botol-botol itu dipisah, dicacah sampai seukuran butiran beras. Setelah dibersihkan, hasil cacah akan diproses menjadi serat polyester dan diubah menjadi beragam produk fashion.

Kabarnya, sampai akhir 2021 H&M sudah berhasil mendaur ulang lebih dari 7,5 juta botol plastik.

ADVERTISEMENTS

2. Kalau biasanya terbuat dari kulit, koleksi tas Bottega Veneta tahun 2021 memakai kertas daur ulang

Bottega Veneta

Bottega Veneta | Credit: Instagram @newbottega

Seiring meningkatnya permintaan untuk dunia mode yang lebih ramah lingkungan, merek tas Italia Bottega Veneta mulai mengambil kontribusinya. Inovasi yang mereka hasilkan adalah koleksi tas yang dibuat menggunakan kertas karton bersertifikasi FSC dan 100% daur ulang.

Sebelumnya, merek ini terkenal dengan model anyaman klasik pada tasnya. Namun kali ini, dengan bahan utama dari kertas, tas mereka akan memancarkan kesan kusut alami. Meskipun terbuat dari kertas, tas ini tetap tahan air karena dilengkapi dengan kain microfiber yang memberikan perlindungan ekstra.

ADVERTISEMENTS

3. Timberland mendesain produknya supaya nggak meninggalkan limbah sedikitpun di alam

Sepatu boots dari Timberland

Sepatu boots dari Timberland | Credit: Instagram @timberland

Merek dari Amerika Serikat ini punya tujuan jangka panjang yakni agar produknya berdampak positif pada lingkungan dengan menciptakan produk dari bahan daur ulang dan pada akhirnya produk itu sendiri dapat didaur ulang kembali. Konsep sirkularitas produk ini harus sepenuhnya tercapai pada tahun 2030.

Produk-produknya akan dibuat dari bahan daur ulang seperti botol plastik, kulit bekas, dan wol bekas. Selain itu, Timberland juga meluncurkan koleksi sepatu boots pertamanya yang dibuat menggunakan kulit regeneratif, hasil dari peternakan organik.

ADVERTISEMENTS

4. Kain yang akan dijahitkan menjadi pakaian merek Wolven dibuat dari botol-botol bebas BPA

Fauna Midi Bike Short dari Wolven

Fauna Midi Bike Short dari Wolven | Credit: wolventhreads.com

Sebuah botol dikatakan bebas BPA berarti wadah plastik itu aman digunakan. BPA atau bisphenol-A adalah zat kimia sintetis yang sering dijumpai di wadah plastik. Zat ini rentan menyatu dengan makanan atau minuman di dalam wadah dan dapat menimbulkan masalah kesehatan.

Dengan menggunakan botol semacam itu, Wolven mendesain kain yang nantinya akan dibuatkan berbagai jenis pakaian. Prosesnya berawal dari mengubah botol bebas BPA menjadi butiran kecil, dipintal menjadi benang, kemudian ditenun menjadi kain.

Salah satu produknya yang sudah dirilis yaitu Fauna Midi Bike Shorts. Celana ini sekilas tampak sama dengan celana yang dibuat dengan kain biasa.

ADVERTISEMENTS

5. Nggak tanggung-tanggung, semua produk dari merek Ecoalf berasal dari bahan daur ulang

Koleksi anak-anak dari Ecoalf

Koleksi anak-anak dari Ecoalf | Credit: Instagram @ecoalf

Inspirasi berkarya memang sering muncul dari keresahan pribadi. Itulah yang dirasakan oleh Javier Goyeneche saat ia menyadari kalau sumber daya alam dunia sudah dipakai berlebihan. Akhirnya tahun 2009, lahirlah Ecoalf sebagai hasil dari rasa frustrasi itu.

Bahan-bahan yang digunakan merek asal Spanyol ini berasal dari poliester, nilon, katun, dan wol yang tentu saja semuanya hasil daur ulang. Benang nilon yang mereka pakai terbuat dari jaring ikan yang dibuang, karpet bekas, dan limbah nilon yang telah dipakai. Wah, totalitas banget ya!

Nah, itu tadi deretan merek fashion dunia yang sudah turut andil dalam menjaga keberlangsungan alam kita. Memang selalu ada jalannya untuk setiap niat baik yang diperjuangkan ya. Dengan memakai pakaian dari merek-merek yang peduli lingkungan, kamu juga bisa jadi salah satu penyelamat alam~

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Writing...

Editor

An avid reader and bookshop lover.