Trik Patch Test untuk Uji Alergi Kandungan Skincare. Penting, Biar Kulitmu Nggak Iritasi

Patch test skincare

Suka gonta ganti produk skincare? Sst, hati-hati bahaya kulit iritasi mengintai! Buat kamu yang lagi pengin beralih menggunakan produk skincare baru, kamu harus tetap memperhatikan risiko terjadinya alergi dan iritasi pada kulit lo. Nah, untuk meminimalisir alergi, kamu bisa melakukan patch test sebelum benar-benar mengganti produk skincare-mu.

Advertisement

Kira-kira seperti apa ya tahapan untuk melakukan tes alergi ini? Yuk mari langsung simak ulasan berikut! Nggak sulit kok 🙂

Patch test penting dilakukan sebelum kamu beralih menggunakan produk baru dengan kandungan yang berbeda

Uji patch test | Photo by Poko Skincare on Unsplash

Melansir dari laman The Healthy, patch test sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya alergi atau iritasi pada bagian tubuh saat menggunakan suatu produk. Bentuk alergi atau iritasi yang biasa terjadi yaitu ruam merah, kulit gatal, atau permasalahan kulit lainnya. Pengujian ini bisa dilakukan di rumah sakit dengan dokter kulit atau dilakukan secara mandiri di rumah. Biasanya patch test dilakukan untuk menguji kandungan pewarna rambut, makeup, dan juga skincare.

Tes ini dilakukan untuk melihat adanya indikasi kulit mengalami alergi dan iritasi akibat kurang cocok dengan kandungan produk

Oleskan sedikit produk | Photo by Christin Hume on Unsplash

Kalau kamu melakukannya di rumah sakit, area di sekitar punggungmu akan diberi plester sejenis ‘koyo’ oleh dokter kulit. Kamu juga memerlukan waktu sekitar satu minggu untuk menyelesaikan rangkaian patch test oleh dokter.

Advertisement

Sedangkan jika melakukannya di rumah, kamu hanya perlu mengoleskan sedikit saja produk yang ingin kamu cek kandungannya ke beberapa bagian tubuh mulai dari lengan bagian dalam, belakang telinga, dan juga leher. Bagian tubuh ini dipilih karena cenderung lebih tipis dan menyerupai kulit wajah.

Pastikan area tubuh yang akan menjadi lokasi tes sudah bersih, kering dan nggak menggunakan produk pelembap kulit atau minyak lainnya

Tahapan uji patch test | Photo by Diana Polekhina on Unsplash

Sebelum melakukan patch test, pastikan kulitmu dalam kondisi yang bersih, kering serta nggak menggunakan produk pelembap. Setelah itu, oleskan sedikit produk ke beberapa bagian tubuh tadi dan tutupi dengan kapas atau plester dalam waktu kurang lebih 24 – 48 jam untuk melihat reaksi. Jika sebelum 24 jam kamu merasakan kulit gatal dan perih, maka segera lepaskan plester tadi dan cuci bersih bagian tubuh yang dites tadi.

Advertisement

Sebaliknya, jika setelah lebih dari 48 jam nggak ada reaksi apapun yang muncul di kulit, berarti produk yang kamu coba nggak menimbulkan reaksi alergi dan iritasi pada kulit. Satu hal lagi yang perlu diperhatikan, jika ada ruam merah, jangan terburu-buru menarik kesimpulan bahwa produk tersebut kurang cocok ya, SoHip.

Kalau ruam merah tersebut hilang dalam waktu satu menit, berarti produk tersebut masih aman digunakan. Tetapi, jika lebih dari lima menit masih tetap merah, sebaiknya hentikan pemakaian untuk mencegah timbulnya permasalahan kulit yang lebih parah.

Cara ini bisa kamu gunakan untuk melihat adanya reaksi alergi dan iritasi sebelum kamu benar-benar mengganti produk. Selamat mencoba, Guys!

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE