4 Perawatan Kecantikan yang Menggunakan Bahan ‘Menjijikkan’

perawatan kecantikan menjijikkan

Kalau biasanya kamu melakukan perawatan kecantikan menggunakan bahan natural seperti, bunga, dedaunan, atau bahan lainnya yang memberikan wewangian menenangkan, ternyata ada lo bahan-bahan perawatan kecantikan yang menggunakan bahan menjijikan, seperti urin atau kotoran hewan. Pernah terbayang nggak kalau kamu bisa mempercantik diri dari bahan-bahan seperti kotoran ataupun urin hewan?

Advertisement

Mungkin kamu akan melupakan rasa geli ataupun jijik yang dihasilkan dari kotoran dan urin hewan tersebut jika kamu mengetahui segudang manfaat yang bisa kamu dapatkan. Sudah tahu belum kalau facial dengan kotoran burung ternyata mampu mencerahkan kulit? Nah, untuk tahu detail perawatannya seperti apa, yuk cek penjelasan berikut ini.

1. Facial dengan kotoran burung dipercaya mampu mencerahkan wajah

Credit: Photo by Gustavo Fring from Pexels

Meski terdengar menjijikkan, tapi ternyata kotoran burung bisa menjadi solusi buat kamu yang punya masalah kulit kusam, lo. Hal ini karena kandungan urea dan guanin yang ada dalam kotoran burung membantu mempercantik kulitmu, seperti mencerahkan, melembutkan, dan menghaluskan. Urea bertindak sebagai agen detoksifikasi dan pembersih, sedangkan guanin membantu memberikan kilau pada wajah.

Facial dengan memanfaatkan kotoran burung ini cukup terkenal di Jepang, salah satunya pada perawatan facial Geisha. Pada bahan perawatan facial Geisha tersebut mengandung kotoran burung bulbul yang diklaim memiliki enzim yang bekerja pada sel kulit mati, sehingga dapat memberikan manfaat mencerahkan, melembutkan, dan menghaluskan. Bahkan, facial dengan kotoran burung ini bukan perawatan kecantikan baru, perawatan ini sudah populer di budaya timur sejak abad ke-17.

Advertisement

2. Jika mandi dengan busa melimpah sudah biasa, ternyata mandi dengan ikan belut dapat mengeksfoliasi kulitmu

Mandi bersama ikan belut yang melimpah bakal jadi level spa tubuh yang ekstrim untuk dicoba. Mandi dengan ikan belut menjadi tren terbaru dalam proses pengelupasan atau eksfoliasi kulit. Proses ini dilakukan dengan merendam seluruh tubuh di bak mandi yang sudah dipenuhi oleh ikan belut berukuran seperti pensil dan membiarkan ikan belut bekerja dengan sendirinya.

Pada akhirnya, ikan belut akan membantu mengelupas kulit mati, sehingga kulit menjadi sehat dan lembut. Namun, proses ini perlu dilakukan secara hati-hati karena ikan belut bisa saja masuk ke dalam lubang-lubang di dalam tubuh sehingga dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan tubuhmu.

3. Mungkin kamu sudah kenal dengan lendir siput yang ada dalam kandungan skincare, tetapi facial dengan membiarkan siput berjalan di wajah ternyata punya manfaat yang lebih ampuh

Facial siput adalah perawatan kecantikan di mana siput hidup dibiarkan berjalan-jalan di wajahmu.  Jejak gel yang ditinggalkan oleh siput disebut mampu melawan tanda-tanda penuaan. Dilansir dari Listverse.com, disebutkan bahwa gel yang dihasilkan oleh siput tersebut mampu mengurangi bekas luka, jerawat, dan stretch mark. Bagi mereka yang tidak tahan membayangkan siput berjalan di atas wajah dapat membeli krim kecantikan wajah yang mengandung gel siput tersebut.

Advertisement

4. Perawatan wajah dengan kotoran buaya dipercaya mampu mencegah penuaan dini

Perawatan dengan kotoran buaya | Credit: Photo by Pixabay from Pexels

Perawatan wajah dengan memanfaatkan kotoran buaya sudah menjadi tradisi sejak zaman Yunani Kuno. Kotoran buaya ini dipercaya mampu memperlambat proses penuaan. Pada prosesnya, mereka mengisi bak mandi dengan air yang dicampur dengan kotoran buaya dan lumpur hangat dan digunakan untuk berendam selama berjam-jam. Tak hanya itu, kotoran buaya tersebut juga dimanfaatkan sebagai masker wajah.

Nah, itu dia sederet perawatan kecantikan yang menggunakan bahan-bahan menjijikkan. Kalau saat ini ada salon kecantikan yang menawarkan perawatan dengan bahan menjijikan tersebut, apa kamu mau mencobanya?

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE