Sejarah Motif Tartan yang Mendunia. Awalnya Populer Sebagai Pakaian Kenegaraan Skotlandia

Sejarah motif tartan

Penambahan motif pada bahan pakaian bisa memberikan kesan tersendiri terhadap pakaian yang kita kenakan. Kamu juga pasti sudah familier bukan dengan beberapa motif seperti polkadot, garis-garis, floral, animal print, hingga motif tartan? Yap, motif tartan menjadi salah satu motif pakaian yang populer di dunia lo. Motif berbentuk kotak-kotak dengan ketebalan garis yang beragam ini ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang.

Advertisement

Berawal dari pakaian tradisional, kini motif tartan menjadi motif yang cukup populer. Kira-kira seperti apa ya sejarah di balik motif tartan ini? Dilansir dari laman Harpers, yuk simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Awal mulanya, motif tartan merupakan pakaian kenegaraan Skotlandia yang melambangkan kekuasaan

Photo by Melody Ayres-Griffiths on Unsplash

Motif tartan dikenal sebagai motif tradisional Skotlandia dan ternyata motif ini telah populer sejak abad ke-16 lo! Penamaan motif pakaian tartan sendiri diberikan oleh Raja James V dan menjadi pakaian kenegaraan Skotlandia yang lebih identik dengan pakaian pria. Para pria di Skotlandia saat itu mengenakan tartan sebagai kilt dengan cara melingkarkannya di pinggang sehingga menutupi bagian bawah tubuh seperti rok.

Pakaian tersebut juga dilengkapi dengan ikat pinggang dan tas kecil yang menggantung di bagian depan. Selain digunakan sebagai bawahan, tartan juga diaplikasikan menjadi sepatu dan stocking yang unik. Pada abad ke-19, tartan digunakan untuk melambangkan kekuasaan. Kemudian banyak pola yang dimodifikasi secara khusus untuk melambangkan keluarga dan institusi tertentu dengan penyematan aksesori.

Advertisement

Motif tartan dibuat dengan menggunakan teknik tenun benang dua arah yang terdiri dari gabungan warp dan weft

Photo by Ekaterina Grosheva on Unsplash

Motif tartan dibuat dengan teknik tenun benang dua arah yang terdiri dari penggabungan warp dan weftWarp merupakan benang yang disusun secara vertikal, sedangkan weft merupakan benang yang disusun secara horizontal. Kedua komponen berlawanan tersebut kemudian menampilkan sebuah anyaman benang. Saat benang di warp melintasi benang di weft yang berwarna sama maka akan menghasilkan satu warna.

Sedangkan ketika benang di warp melintasi benang di weft dengan warna yang berbeda maka akan menghasilkan campuran dari dua warna dan terciptalah motif tartan.

Kini motif tartan semakin populer dan penggunaannya tak lagi terbatas untuk kaum pria saja

Photo by Tamara Bellis on Unsplash

Advertisement

Saat ini motif tartan telah berevolusi menjadi pakaian yang bisa dikenakan oleh wanita dan pria. Perkembangan tren mode dimulai pada tahun 90-an sehingga motif tartan mulai sering terlihat dikenakan sebagai motif yang ikonis.  Saat ini, para desainer ternama di seluruh dunia juga terus melakukan eksplorasi terhadap tartan dengan warna yang berbeda. Merek fesyen Burberry dan Hermes merupakan dua label mode yang cukup sering mengusung tartan dalam koleksinya.

Kalau dulu tartan hanya dikreasikan menjadi kilt dan stocking, saat ini kamu bisa menemukan tartan pada hampir semua fashion item mulai dari beragam jenis celana, blazer, kemeja, rok, dress, dan juga tas

Blazer dengan motif tartan pun sering dikenakan oleh para bangsawan Inggris. Nggak hanya dikenakan oleh bangsawan Inggris, idol K-Pop pun sering terlihat tampil dalam balutan motif tartan yang chic. Ya termasuk kamu juga, yang mungkin suka pakai rok atau blazer motif tartan~

Ternyata motif yang selama ini populer dan mungkin pernah kita pakai ini menyimpan sejarah yang cukup panjang dan bersejarah, ya. Perkembangan tren juga turut andil untuk membuat motif tartan lebih dikenal hingga menjadi salah satu motif yang terkenal di dunia.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE