Mengenal Tren Skin Fasting. Apa Iya Bisa Bikin Kulit Lebih Bersih dan Segar?

Ngomongin soal tren perawatan kulit tuh rasanya kayak nggak ada habisnya, ya SoHip. Selalu ada aja tren terbaru yang menggiurkan untuk dicoba. Seperti tren skin fasting yang beberapa waktu lalu sempat ramai jadi perbincangan di kalangan beauty enthusiast nih. Beda dari tren biasanya yang kasih kamu trik pakai skincare beraneka rupa, tren ini justru mengajak kamu untuk stop pakai skincare sejenak. Eh eh, gimana tuh?

Advertisement

Yap, sesuai dengan namanya, skin fasting ini adalah tren ‘berpuasa pakai skincare’. Konon katanya puasa pakai produk perawatan kulit bisa bikin kulit lebih segar kembali. Hmm, apa benar begitu? Simak ulasan lengkapnya yang Hipwee rangkum dari berbagai sumber berikut ini ya!

Jadi, apa sih itu skin fasting?

applying skincare

Credit: cottonbro from Pexels

Dilansir dari laman Byrdie.com, skin fasting adalah sebuah aktivitas berpuasa dari penggunaan skincare. Prinsipnya adalah kulit dijauhkan sementara dari pemakaian perawatan kulit agar kulit dapat mengembalikan keseimbangannya yang selama ini berubah akibat penggunaan bahan kimia. Jadi kulitmu semacam didetoksifikasi dari penggunaan bahan kimia begitu ya, SoHip.

Dilansir dari laman HelloSehat, Deanne Robinson, seorang dokter kulit asal Amerika Serikat mengungkap bahwa ibarat sedang ‘melatih’ kulit setiap menggunakan skincare, bahan-bahan dalam produk skincare membuat kulit melakukan sesuatu yang bukan fungsi alaminya. Oleh karena itu, skin fasting dilakukan dianggap sebagai cara alami untuk memulihkan keseimbangan kulit seperti semula dan mengurangi risiko kulit iritasi karena penggunaan bahan kimia sintetis.

Advertisement

Secara teori, tren ini membiarkan kulit membangun kembali lapisan pelindung stratum corneum untuk mendapat kulit yang lebih sehat dan tangguh. Ini juga bisa jadi jadi cara untuk mendeteksi produk yang menyebabkan iritasi, breakout atau masalah kulit lainnya.

Apa saja yang dilakukan saat melakukan skin fasting?

skincare products

Credit: Polina Tankilevitch from Pexels

Dikutip dari Byrdie, ada beberapa cara yang bisa kamu coba saat melakukan skin fasting. Yang pertama adalah puasa total menggunakan skincare, alias stop menggunakan produk pembersih, toner, serum, pelembab dan sebagainya. Tujuannya adalah membiarkan sebum alami kulit melakukan penyeimbangan dan perlindungannya sendiri. Di dalam proses ini, penting untuk peka terhadap kebutuhan kulitmu. Yang kedua, tetap melakukan perawatan kulit dasar.

Advertisement

Menurut Natalie Aguilar, dermatological nurse dan celebrity esthetician dari Los Angeles mengatakan bahwa skin fasting pada tiap-tiap orang sangat unik dan individual. Ada yang bisa serta merta langsung melepas segala macam penggunaan skincare, ada yang melakukannya dengan perlahan dan sedikit demi sedikit.

Meski demikian, Natalie Aguilar dan Dr. Lindsey Zubritsky, MD, seorang board-certified dermatologist dari Pittsburgh, Pennsylvania sepakat tidak menganjurkan kamu lepas total dari semua produk skincare

Ada baiknya, kamu tetap bertahan menggunakan rangkaian perawatan dasar seperti pembersih wajah, pelembap dan sunscreen yang mumpuni. Pasalnya, stop memakai semua produk skincare berpotensi membahayakan kulitmu.

Setidaknya, kamu butuh membersihkan wajah, melembapkan dan menggunakan sunscreen dengan SPF yang cukup agar kulit tetap sehat dan mendapat perlindungan.

Siapa dan kapan sebaiknya mencoba tren skin fasting?

woman skincare routine

Credit: ANTONI SHKRABA from Pexels

Siapa saja bisa mencoba tren ini, tapi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada baiknya kamu melepaskan secara perlahan dan tetap bertahan dengan perawatan dasar terutama pembersih dan sunscreen.

Kapan melakukannya? Nggak ada pakem pasti, tapi kamu bisa mencoba skin fasting jika merasa kulitmu mengalami efek samping dari penggunaan skincare yang terlalu banyak dan nggak tahu penyebabnya. Misalnya merasa over eksfoliasi atau kulit jadi berminyak karena penggunaan serum atau pelembap tertentu.

Nah, tapi untuk kamu dengan kelainan kulit tertentu seperti misalnya eksim, jerawat parah,  rosacea, melasma, atau skin disorder lainnya yang butuh perawatan kulit khusus tidak dianjurkan ya untuk mencoba skin fasting karena terlalu berisiko. Takutnya, bukannya bikin kulit jadi sehat malah bikin kulit jadi ngamuk nggak terkendali.

Nah, SoHip kesimpulannya, skin fasting ini cocok dicoba untuk yang mau mencoba fresh start atau me-reboot semua rangkaian perawatan kulitnya. Jadi kulitmu sedikit diberi jeda sebelum mencoba skincare lainnya.

Skin fasting juga nggak harus serta merta membuatmu menghapus semua skincare jadi nol tapi cukup kembali ke yang mendasar, yaitu membersihkan, melembapkan dan melindungi kulit. Terlebih untuk kamu yang sudah terlanjut mencoba 10 atau lebih step perawatan kulit dan ingin ‘mengistirahatkan kulit’.

Semoga artikel ini bisa memberi pencerahan ya, teman-teman! 🙂

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An avid reader and bookshop lover.

Editor

An avid reader and bookshop lover.

CLOSE