Yuk Cari Tahu Bedanya Batik 50 Ribuan dan 500 Ribuan. Biar Pertanyaan ‘Kok Mahal Banget?’-mu Bisa Terjawab

“Kak, batik yang motif ini berapaan ya? Bagus banget.”
“Yang ini 5oo ribuan, kak.”
“HAH? Mahal banget?!”

Batik, adalah sebuah kata yang sering kita dengar di permulaan bulan Oktober ini. Ya, karena ada hari di mana kita, masyarakat Indonesia merayakan Hari Batik Nasional yang dirayakan 2 Oktober kemarin. Seolah menyambangi gayung bersambut gempita pekan batik, toko-toko batik dan para penjual batik pun melebarkan sayapnya dengan diskon besar-besaran. Kantor negeri maupun swasta mewajibkan karyawannya untuk ber-batik ria di jam kerja. Dan, tak ketinggalan lagi, perdebatan menyoal kenapa ada batik yang dinilai murah, dan ada pula batik yang mahal.

Hipwee Style memahami pergolakan hati kalian-kalian yang bertanya-tanya soal perbedaan harga yang cukup jauh ini. Memangnya apa sih bedanya baju batik yang dibeli seharga 50 ribuan versus batik seharga 500 ribu? Agar semakin tambah pengetahuanmu, simak yuk ulasan yang satu ini.

Batik seharga 500 ribu, adalah yang dibuat dengan metode tulis atau cap. Karena ketelatenan yang dibutuhkan juga serba ekstra untuk motifnya

img_hnos0lmgse

batik cap dan batik tulis via www.margaria.co.id

Mulai dari batik 500 ribu ya. Batik jenis ini secara umum adalah batik yang dibuat dengan teknik tradisional pembuatan batik, yakni dengan metode tulis atau cap. Kain bermotif indah tidak dihasilkan  dengan mesin berkecepatan tinggi, tetapi dengan sentuhan dan goresan dari hati pengrajin batik. Sehingga harga yang dijual menjadi lebih mahal dari bahan baku itu sendiri.

Batik 50 ribu bukanlah batik ‘sungguhan’, tetapi sebuah kain yang dicetak dengan motif batik

m854birusarimbit-blus-bahan-katun-batik-kombinasi-embos-blus-tanpa-karet-belakang-size-kemeja-dan-blusmlxl

batik sarimbit via lurik-lurik.blogspot.co.id

Kenapa ada banyak batik dijual dengan harga 50 ribuan? Itu karena mereka menekan biaya produksi dan bahan baku semurah mungkin. Jangan bayangkan batik yang murah itu dibuat dan dilukis satu per satu, karena teknologi mesin telah menggantikan proses ini menjadi proses pengecapan otomatis di pabrik berskala besar. Untuk itulah bisa dijual dengan harga sangat murah.

Tenaga yang digunakan untuk membuat selembar kain batik 500 ribuan itu besar. Harus melalui proses celup berkali-kali dengan bantuan malam

membatik-cantik

butuh tenaga dan ketelatenan untuk membuat selembar kain batik via berbah.com

Proses membuat batik asli bukanlah hal yang mudah. Mereka harus menyiapkan malam, kompor perapian, celupan batik, dan segala tetek bengeknya untuk membuat hanya selembar kain batik. Apakah kamu tega menghargai jerih payah mereka dengan membeli dengan harga murah? Tentu tidak, ‘kan?

Sementara batik 50ribu dibuat dengan metode printing massal sehingga biaya produksi bisa ditekan

teknik-batik-printing

pabrik tekstil batik via batikdan.blogspot.co.id

Sementara batik 50 ribuan dibuat di pabrik percetakan kain dan butuh peralatan yang serba otomatis. Mereka bisa menciptakan kain batik lusinan hanya hitungan waktu detik. Cepat sekali, bukan? Makannya harga batiknya bisa jadi jauh lebih murah.

Perawatan kain batik asli yang berharga 500 ribu juga nggak boleh sembarangan, harus dicuci dengan detergen khusus

dsc_0136

agar warnanya tetap cemerlang via rosnahindarti.com

Untuk mencuci kain batik tulis yang asli, nggak boleh sembarangan memakai mesin cuci atau detergen yang biasa dijual di pasaran. Namun harus menggunakan detergen khusus yang tidak merusak warna kain. Detergen ini biasanya dibuat dengan bahan dasar lerak. Selain itu, untuk mencuci kain batik asli sebaiknya dilakukan dengan tangan agar tidak rusak. Sayang banget ‘kan, kalau hasil ‘menulis’ kain selama berhari-hari jadi rusak gegara salah cuci?

Perawatan untuk batik berharga 50 ribu tidak memerlukan perlakukan khusus. Yang penting dipisah ya, agar tidak melunturi pakaian yang lain

cara-mencuci-kain-batik-menggunakan-lerak

dicuci terpisah, agar tidak luntur via www.pewangilaundry.co.id

Kain batik 50 ribu tidak memerlukan perlakukan khusus dalam merawat. Tinggal dicuci dengan cara biasa, tetapi harus dipisah dengan kain yang lain karena dikhawatirkan akan luntur dan mengotori kain lain. Selain itu untuk mengucek kain batik ini pun sebaiknya jangan terlalu keras karena bisa merusak motif kain juga.

Untuk membuat selembar kain batik asli berharga 500 ribu, diperlukan waktu yang tidak sebentar

pembatik1

butuh waktu lama via www.isigood.com

Batik adalah karya seni yang tak ternilai. Untuk menciptakannya butuh waktu yang tidak sebentar. Batik seharga 500 ribu telah melampaui proses penulisan, pencelupan, penulisan lagi, dan pencelupan lagi sehingga memakan waktu yang tidak sebentar.  Untuk itulah kenapa batik asli yang satu ini dijual dengan harga yang mahal dan eksklusif.

Untukmu yang ingin tahu sedikit dari sekelumit proses pembuatan batik, yuk luangkan waktu sejenak rangkumannya di video Indonesi Kaya ini:

Proses pembuatan batik 50 ribu sama saja dengan kain lainnya. Dicetak di mesin skala besar dan butuh waktu yang tidak lama

setumpuk-batik

batik massal via binovatif.blogspot.co.id

Kain batik 50ribuan dibuat secara instan dengan mesin otomatis. Bahan baku mereka adalah seputar kain polos, bahan pewarna tekstil, dan benang. Kain dari produksi massal ini nggak butuh waktu lama untuk diproduksi. Sehingga jatuhnya harga bisa jauh lebih murah dan sangat murah.

Kota yang dikenal dengan produksi batik asli Indonesia adalah Jogja, Pekalongan, Cirebon, dan Madura. Beli batik produksi sana, dan bantu perekonomian pengrajin batik nusantara

img_5393

batik Pekalongan via beritabatik.wordpress.com

Batik asli Indonesia yang berharga 500 ribuan biasanya diproduksi oleh sentra-sentra batik. Misalnya kota Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon dan banyak kota lainnya yang bisa kamu cari tahu di Indonesia Kaya. Merupakan hal yang umum di kota-kota batik tersebut, semua wanita punya ketrampilan membatik. Belilah batik dari kota asalnya, selain berbangga dengan batik asli, kamu juga bisa sekalian membantu perekonomian rumah tangga masyarakat sekitar.

Agak miris sih, saat ini malah pula kain batik yang malah diimpor dari negara China, dengan harga yang terlampau murah

Ini nih, yang membuat kita kadang miris. Bahwa banyak di sekitar kita kain-kain batik yang dijual dengan harga sangat murah (bahkan ada yang 15 ribu per meter), tetapi tidak diproduksi di Indonesia, alias produk China. Iya, memang batik adalah warisan Indonesia, tetapi malah negara lain yang memproduksinya dengan massal, kita beli, kita jahit dan dipakai dengan berujar “Kami bangga berbatik nusantara khas Indonesia”. Hmmm, mulai dukung warisan budaya dalam negeri dengan yang serba asli, yuk!

Semoga ulasan singkat tentang perbedaan batik yang terjangkau 50 ribuan dan yang 500 ribuan bisa menjelaskan ya. Karena harga tidak akan mengkhianati kualitas. Yuk mulai mencintai produk asli Indonesia dengan hasil karya yang orisinil pula, guys!

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

120 Comments

  1. Aikonism Hrw berkata:

    buat saya mau yg 50 atau 500 bukan disitu intinya, intinya rasa sayang dan bangga kita sama warisan budaya yang satu ini (batik)…
    kalo untuk dibilang demi menghargai dan menunjukkan rasa sayang kita sama budaya indonesia harus beli yang 500, gimanaaa yaahh… hehehehhee…
    yang beli jutaan tp buat cuma dibilang “tuh artis kita itu cinta budaya indonesia lho..” nol besar..

    harga ga pernah bohong memang, tapi ga bs dipungkiri, lewat yang 50 itu batik bisa lebih di”kenal” sama orang yang kantongnya “biasa aja”..
    well, tak kenal maka tak sayang kan yaa, jadi 50 untuk awal perkenalan, mau tahu lebih dalam tentang yang “asli” si 500 itu adalah langkah berikutnya..
    yang penting rasa bangga dan sayang yang benar terpancar dari dalam, walau cuma pake yang 50..

  2. Eni Indrawati berkata:

    Bagaimana cara bedain batik Indonesia dengan batik China

  3. Batik tulis memang butuh kesabaran saat membuatnya.
    Pada saat menggambar.
    Mencanting.
    Mewarnai.
    Mengunci warna.
    Melorot.
    menjemur.
    Tahap2 batik tulis pun lebih banyak daripada batik kain yg bermotif batik.
    Dan kain yg bermotif batik itu namanya bukan batik.
    Karena tidak ada proses pencantingan.
    Mari kita cintai produk dalam negeri. ��

  4. Jangan bilang mahal lagi ea????
    Kamu beli produk luar negri ga mahal
    Apa malu?????
    Keliatan kampungan????
    Bangga tau,,,,,,

  5. Alisha Ayunda berkata:

    kunjungi juga aplikasipemda.com penyedia aplikasi perpajakan online untuk pemerintah

  6. Nur Hamsin berkata:

    Budaya indonesia yah batik

  7. Si Toro berkata:

    Seharusy parapedagang lebih mepokuskan produk dalam negri

  8. Elisa Lina berkata:

    Untuk menghilangkan jenuh dan bete Join yukk
    kunjungin link ini>> https://goo.gl/AmIMSO

  9. jangankan 500rb, yg di atasnya juga banyak kalau batik tulis 🙂

  10. Fikri Makhluf berkata:

    satu hal yang memang cukup dilematis memang. karena mayoritas masyarakat pada umumnya selalu berfikiran untuk membeli barang yang semurah murahnya dengan kualitas yang sebaik baiknya. karena itulah bukan cuma batik saja yang hampir mati tetapi hampir semua produk lokal indonesia. padahal usaha untuk membuat barang tersebut besar. apa lagi mengingat mayoritas produksi yang dibutuhkan masih menggunakan bantuan manusia alias handmade. terlebih dengan hadir produk produk yang memang dilihat lebih “miring” dibandingkan dengan produk batik tlis asli bahkan produk import yang semakin merajalela tiruannya. seni memang seharusnya di apresiasi termasuk batik tulis ini yang kian lama kian pudar eksistensinya. untuk itu para masyarakatpun harus mulai sadar unduk mendukung produk – produk ini (bukan cuma batik saja) hargai kerja keras para pegrajin ini dengan melestarikannya. jangan beranggapan ah kok barangnya mahal sekali. pikirkanlah kerja keras mereka untuk membuat barang tersebut. juga untuk para distributor distributor untuk mulailah sadar jangan terlalu melihat profitnya saja dengan memainkan harga se enaknya. hargai para pengrajin yang mempercayakan produk mereka kepada anda sekalian. mari kita dukung produk produk lokal. masak kita kalah dengan orang – orang asing yang begitu cinta dengan produk dan berbagai kebudayaan bangsa kita.