Angan yang selalu terbesit di benak para freshgraduate idealis saat berburu pekerjaan adalah memiliki karir enak dengan bayaran yang bisa dibilang besar. Halooo~ kamu harus segera bangun dari angan berlebihanmu itu. Pekerjaan yang mapan itu tak akan datang padamu begitu saja. Kamulah yang harus mengejar dan berusaha supaya impianmu terwujud segera.

Berbincang mengenai umur yang masih 20-an, tak ada yang salah kok jika kita ingin mencoba segala jalan dan kesempata yang ada sebagai batu loncatan. Iya, melompat perlahan agar semakin dekat dengan karier impian. Belum ada kata terlambat untuk meraih impian masa depan, asal dengan racikan formula dan usaha yang tepat.

1. Untuk pekerjaan pertama kamu boleh ‘kerja apa saja.’ Yang penting koneksi dan pintu passion terbuka

Kenyataan mah gitu...

Kenyataan mah gitu… via unsplash.com

Advertisement

“Aku passion-nya di mengajar, tapi dapet kerja pertama di Wedding Organizer.”

“Pingin banget kerja di Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia, eh ternyata nyangkut jadi florist.”

Siapa saja boleh mematok angan dan pekerjaan impian masa depan untuk menjadi apa saja. Seberapa banyak kedewasaan yang menghiasi pemikiranmu, akan selalu ada pemikiran polos yang tersirat. Bahkan mengenai pekerjaan idaman masa depan, agar mengembangkan diri makin giat.

Ketika memulai fase baru dalam hidup dengan menjalani pekerjaan pertama, tak sedikit yang merasakan sensasi passion yang berseberangan dengan job description yang sekarang. Tenang, kamu tak sendiri. Motto orang yang baru memulai kerja adalah untuk mendapat pengalaman lain sebelum benar-benar terjun di di bidang yang ditekuni.

Advertisement

Tak perlu khawatir, jika memang mendarah daging dalam diri, passion tak akan benar-benar pergi. Ketika kamu dihadapkan dengan hal lain yang berseberangan dengan kesukaanmu, kamu akan semakin dibuat cinta dan rindu saat dipertemukan lagi dengan passion. Tak apalah kamu merasakan bekerja di lingkup yang jelas berbeda dengan yang kamu harapkan. Paling tidak, kamu pernah mencicipi kerasnya dunia pekerjaan, supaya mentalmu makin terasah.

2. Usia 20-an membuatmu bisa bekerja dengan 4 kaki. Full time di satu pekerjaan, part time di pekerjaan lain

Part time itu nggak buruk kok

Part time itu nggak buruk kok via unsplash.com

“Eh, Sob. Sekarang sibuk kerja apa nih?”

“Lagi part-time jadi asisten dosen nih.”

Kesempatan memang tak datang dua kali, tapi mencari satu kesempatan emas, membutuhkan pengorbanan yang berdarah-darah. Sebelum kamu akhirnya mendapatkan kesempatan emas di pekerjaan yang kamu inginkan dengan purna waktu, tak ada salahnya untuk menjajal segala macam pekerjaan sejenis yang bersistem paruh waktu.

Kadang, pandangan orang tentang pekerjaan paruh waktu tidak meningalkan kesan yang “WAH”. Karena, yang dibilang pekerjaan keren adalah yang ngantor setiap hari. Ada satu keuntungan yang tidak bisa kamu pandang sebelah mata. Dengan separuh waktu yang kamu miliki, kamu akan berkutat dengan pekerjaanmu. Di separuh waktumu yang lain, kamu tetap bisa mengembangkan potensi dan passion yang ada dalam dirimu.

Alih-alih terlihat santai kayak pengangguran, kamu akan lebih siap ketika berjuang mendapat pekerjaan impianmu. Kelebihan lainnya, kamu bisa mencantumkan pekerjaan paruh waktumu ke dalam CV. Hal ini menandakan bahwa kamu sudah memiliki pengalaman, walaupun masih dalam hitungan paruh waktu. Karena merintis pengalaman mulai dari 0 adalah keharusan.

3. Mau selamanya bekerja untuk mewujudkan mimpi orang lain? Kalau ogah buka usaha jawabannya

Buka warung kopi?

Buka warung kopi? via manifestfreedom.tumblr.com

Mendapat penghasilan yang bisa dibilang lumayan memang sudah bisa membuat hati tenang. Untuk kebutuhan sehari-hari, untuk memenuhinya sudah bukan jadi masalah besar. Untuk kebutuhan tersier dan menabung pun bisa disisihkan. Daripada menggantungkan dari pekerjaanmu yang enak itu, apa kamu tidak tertarik membuat usaha? Supaya ada perputaran uang untuk penghasilan sampingan, dan menambah pengalaman di dunia usaha.

Umur tak ada yang bisa mengira-ngira, atau kebonafetan perusahaan bisa terguling sewaktu-waktu. Agar finansial stabil tetap bisa kamu dapatkan walau sudah pensiun kelak, memulai usaha kecil-kelan sejak sekarang pun adalah hal yang menarik.

Mungkin di usia yang masih 20-an, modalmu tidak banyak. Tapi, hal ini bukan menjadi penghalang untuk mencoba. Akan menajdi prestasi tersendiri jika kamu tetap bisa bekerja dan memiliki usaha kecil untuk penunjang kebutuhan. Paling tidak, kamu sudah bisa menyokong kebutuhanmu sendiri sekaligus orangtuamu. Membanggakan, bukan?

4. Lupakan background pendidikan dan tekuni hobimu. Malah rejeki bisa datang dari situ

Yang menguntungkan kamu dan sekitar

Yang menguntungkan kamu dan sekitar via unsplash.com

Mungkin, pekerjaan yang kamu idamkan masih jauh di ujung sana. Mencoba hal baru yang berjalan bersamaan dengan hobi dan kesukaanmu pun menarik untuk dicoba. Yang terpenting adalah dengan pandai-pandai untuk mencari peluang yang ada, ditambah dengan sedikit kreativitas akan membuat usahamu menarik minat masyarakat.

Coba saja kamu lihat, kebutuhan apa yang sedang dibutuhkan masyarakat saat ini, dan kembangkan sesuai dengan keinginan yang sejalan dengan jumlah modal. Kamu suka mengonsumsi minuman cokelat yang bisa menghilangkan stres dan menghilangkan dahaga? Nggak perlu muluk-muluk membuka kafe,

Kamu bisa memulai usaha menjajajak minuman cokelatmu di gerobak dengan harga yang terjangkau. Atau, menjajakan makan ringan yang mengenyangkan seperti donat atau sushi–yang mudah dibuat sendiri, pun bisa kamu jadikan awal. Karena pekerjaan yang memiliki hasil besar adalah yang bisa memberi manfaat bagi orang banyak, tak melulu duduk manis di kantor.

5. Pulang kerja lalu kuliah S2 lebih berfaedah. Ini saatnya kamu berjuang sampai berdarah-darah

Belajar itu tak mengenal usia

Belajar itu tak mengenal usia via favim.com

Mengembangkan diri tak akan maksimal jika hanya menghabiskan waktu dengan duduk santai, menanti makan siang, menahan kantuk, dan kembali pulang lagi. Jika kamu memiliki niat untuk menimba ilmu lagi, pun bukan sebuah keinginan yang buruk. Sudah banyak kampus dengan akreditasi yang tak kalah bersaing memiliki jadwal kuliah weekend, khusus untuk para pekerja yang sibuk di hari biasa.

Kesempatan sudah terbuka, dirimulah yang menentukkan mau untuk kembali berkutat dengan buku-buku teori dan tugas?

“Waduh, kuliah lagi…”

Tenang, kamu akan merasakan manfaat untuk jenjang kariermu nantinya. Hal ini semakin mendekatkanmu pada pekerjaan impianmu. Insya Allah.

6. Pertimbangkan secara matang tiap tawaran pekerjaan yang datang. Segerakan. Atau tinggalkan. Jangan gampang memberi harapan

Menjemput impian

Menjemput impian via unsplash.com

Akan tiba saatnya kesempatan emas yang kamu nantikan mengenai pekerjaan impian bisa kamu raih. Setelah melewati ragam perjuangan mulai dari semangat, jatuh, hingga bangun kembali untuk meraih karier impian. Tenangkan dirimu untuk sementara waktu. Pikirkan secara matang mengenai jenjang kariermu kedepannya, pun mengenai tawaran-tawaran yang membuatmu tertarik untuk mengambil kesempatan baik ini dengan segera tanpa membuang waktu.

Berbeda dengan mendapat kenikmatan rasa dari mie instan yang serba cepat, mendapat pekerjaan impian memang menyiapkan segala hal, mulai dari niat dan pengalaman. Memulai dari pekerjaan pertama yang bertolak belakang dengan passion, menambah pengalaman dari pekerjaan paruh waktu, sembari mengembangkan diri dengan menimba ilmu lagi, bukanlah proses yang singkat.

Jika memang sudah masanya kamu untuk meraih karier yang sudah diharap, tak perlu banyak waktu untuk segera memulai awal baru yang telah kamu mulai sejak lama. Masih belum terlambat untuk kamu yang masih berumur 20-an untuk mencari batu loncatan untuk karier yang lebih mantap. Semoga sukses!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya