Di era yang serba digital ini, mengirim lamaran kerja tak lagi dilakukan via offline, namun sudah beralih via online menggunakan email atau langsung mengakses situs perusahaan. Meski sudah dipermudah dengan adanya teknologi, satu hal penting yang masih sering dilupakan oleh calon pelamar kerja adalah etika dalam berkirim email. Menulis email profesional tidak sama dengan menulis email pribadi. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan sopan santun dan etika dalam menulis email lamaran kerja.

Nah, agar email lamaran kerja yang kamu kirim dapat diterima dan dipertimbangkan oleh HRD perusahaan, simak etika mengirim email lamaran kerja yang telah Hipwee Sukses rangkum berikut!

1. Gunakan alamat email yang profesional dengan nama yang formal

jangan sampai kayak gini ya! via www.snagajob.com

Advertisement

Sebelum mengirim email lamaran kerja ke perusahaan, pastikan kamu menggunakan alamat email dengan nama yang formal yang menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang profesional. Jangan sampai kamu menggunakan alamat email yang alay dan terkesan tidak profesional misalnya seperti: [email protected]

2. Jangan lupa isi bagian subject email

jangan lupa isi subject email via business.tutsplus.com

Subject email merupakan bagian yang pertama kali dilihat oleh penerima email. Tulislah dengan jelas nama kamu serta posisi yang ingin kamu lamar agar HRD dapat dengan mudah menyortir email yang masuk. Jangan sampai email lamaranmu dilewatkan oleh HRD hanya karena kamu tidak mengisi bagian subject email dengan jelas!

3. Tuliskan cover letter pada bagian body email

tulis cover letter pada body email via autoinsurancelg.info

Salah satu kesalahan fatal yang sering dilakukan calon pelamar kerja adalah mengosongkan body email dan hanya mengirimkan file attachment tanpa keterangan apa pun. Selain kurang sopan, hal itu juga akan membuatmu terkesan tidak profesional. Sebaiknya kamu mengisi body email dengan cover letter singkat sehingga kamu tidak perlu mencantumkannya lagi ke dalam attachment. Cover letter tersebut dapat berupa perkenalan singkat yang menjelaskan siapa dirimu kepada HRD.

4. Jelaskan secara singkat tujuanmu mengirim email

tuliskan tujuanmu untuk mengirim lamaran via www.cleverism.com

Advertisement

Setelah memperkenalkan diri, jelaskan dengan singkat, padat, dan jelas tentang apa yang melatarbelakangi kamu serta apa yang menjadi tujuanmu untuk mengirim email.

5. Tulis lamaran kerja dengan singkat dan spesifik

tuliskan lamaran singkat beserta detail posisi yang dilamar via www.cleverism.com

Setelah menuliskan tentang tujuan mengirim email, kamu bisa langsung mencantumkan lamaran kerja dan posisi spesifik yang kamu inginkan. Jangan lupa jelaskan kualifikasi singkat serta kontribusinya pada posisi yang akan kamu lamar. Lengkapi dengan informasi tentang file yang kamu cantumkan pada attachment dan jangan lupa tambahkan paragraf penutup yang sopan.

6. Perhatikan nama file sebelum mencantumkannya pada bagian attachment

jangan asal menulis nama file, tulislah nama file dengan jelas via www.testingeducation.org

Inilah kesalahan kecil namun bisa berakibat fatal yang sering dilakukan oleh calon pelamar kerja. Sebelum mencantumkan file pada bagian attachment, pastikan kamu menamai file kamu dengan judul yang pantas dan sesuai misalnya: “CV Nadya Hafida – Content Writer”. Jangan sampai asal kirim dan lupa mengubah nama file sehingga nama file-mu masih berjudul “doc1.pdf”.

7. Perhatikan waktu yang tepat untuk mengirim email

jangan sampai mengirim email di waktu yang salah via ingenexdigital.com

Hal penting lain yang sering dilupakan oleh calon pelamar kerja adalah waktu berkirim email. Jangan sampai kamu mengirim email pada waktu yang dinilai kurang sopan, misalnya pada saat tengah malam. Alih-alih segera diproses, bisa saja email yang kamu kirim malah akan masuk daftar blacklist. Waktu paling tepat untuk mengirim email adalah pada saat jam kerja, misalnya pukul 9 pagi sampai jam 5 sore.

Nah, itulah hal-hal yang harus kamu perhatikan dalam mengirim email lamaran kerja. Gimana? Apakah email yang kamu kirim sudah memenuhi etika? Jika belum, yuk perbaiki mulai dari sekarang!

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya