Kamu adalah lulusan baru dari universitas yang cukup punya nama, dengan IPK yang membanggakan gak hanya orang tua, tapi juga tetangga di kampung halaman sana. Kamu percaya diri dan siap memasuki dunia kerja. Jaringan sudah kamu bangun dengan usaha, relasi dengan perusahaan impianmu pun terawat dengan baik. Seolah nggak ada lagi yang bisa menghalangi kamu meniti karir impianmu.

Kemudian, mimpimu berkarir di stasiun TV tertentu sirna karena izin siaran TV itu dicabut KPI. Niatmu melamar di sebuah perusahaan IT terpaksa diurungkan, karena mereka tiba-tiba menutup kantor mereka di Indonesia. Atau kamu mungkin sudah mencoba, tapi nggak diterima. Gimana gak nyesek dada kamu?

Persaingan kerja berat, bung! via www.lagalus.com

Dengan jumlah pengangguran di Indonesia yang mencapai 7,15 juta orang, kamu mesti bersaing keras untuk mencari pekerjaan. Namun, apakah mencari pekerjaan lain adalah satu-satunya jalan? Apa lagi yang bisa kamu lakukan ketika pekerjaan impianmu melayang?

Bangun! Waktunya Move On

No more dream job for you via blog.resumebear.com

Advertisement

Cukup berduka untuk jangka waktu tertentu saja. Kamu harus mengakui dengan kesadaran penuh bahwa karir impian di perusahaan idamanmu sudah sirna. Renungkan apa yang bisa dilakukan sekarang. Kamu harus mempertimbangkan segala peluang yang masih kamu punya.

Yang pasti, ada tiga opsi yang paling masuk akal bagi kamu sekarang: a) kuliah lagi demi gelar pasca sarjana, b) mencari pekerjaan lain (sales representative, barista, etc.) sembari meneruskan usaha untuk mengincar perusahaan impian, atau c)…

Grow Some Balls, Bikin Peluangmu Sendiri Jadi Pengusaha

Mendadak Pengusaha via youinc.com

Mungkin kamu akan dilabeli ‘Pengusaha Dadakan’ di awal, tapi itu gak apa-apa. Memang nyatanya kamu terdesak keadaan, kok. Itu nggak membuat status ‘pengusaha’ kamu tercederai, ‘kan?

Tentukan inovasi dan modifikasi produk atau jasa yang kamu kuasai. Entah itu memotret, menulis kode, atau kerajinan seni. Ingat, yang kamu ciptakan bukanlah sekedar barang atau jasa, tapi juga peluang untuk mencapai hal-hal besar lainnya.

Ini bukan soal kelihaian, keberuntungan, apalagi takdir. Ini soal kerja keras. Bangun pagi, kerja, bikin sesuatu, curahkan segalanya untuk pekerjaanmu. Semakin banyak jumlah jam yang kamu alokasikan untuk bisnismu, semakin besar pula peluang kamu untuk sukses. Sukses dalam karir nggak datang dengan sendirinya, sukses adalah hasil dari kerja keras, usah dan determinasi.

“…But it turned out that getting fired from Apple was the best thing that could have ever happened to me” (Steve Jobs) via quotes.lifehack.org

Kerja kerasmu akan terbayar ketika perusahaan yang lebih besar datang padamu, mengajakmu bekerja sama, atau bahkan merekrutmu. Ambil contoh mendiang Steve Jobs, yang memulai usahanya sendiri dan membesarkan Apple. Sayang, kompetisi yang ketat membuat Apple hampir bangkrut, dan Jobs pun didepak oleh perusahaan yang ia lahirkan itu. Tak patah arang, Jobs pun segera mendirikan perusahaan baru bernama Pixar. Pixar terbukti sukses — dan justru kemudian hari dibeli oleh Apple. Ini kemudian mengizinkan Jobs untuk kembali ke puncak perusahaan yang dulu pernah mendepaknya itu.

Jangan Terlena! Tetap Dobrak Zona Nyaman Kamu

Andrew Darwis, pendiri Kaskus via directory.indonesiakreatif.net

Buat lebih banyak peluang untuk dirimu, pusatkan tenaga pada sesuatu yang lebih besar. Mulailah sebuah proyek yang sama sekali baru, sehingga tanpa kamu sadari kamu mempelajari lebih banyak ilmu. Seiring waktu, kamu akan banyak belajar, bisa menimba pengalaman, dan menjalin relasi yang nantinya akan menaikkan reputasi dirimu.

Jadi, jangan ngambek nggak mau kerja kalau nggak mendapatkan pekerjaan yang kamu impikan. Pandang ini sebagai kesempatan menciptakan sesuatu yang baru dan bermanfaat.