6 Hal yang Dilakukan Teman ini Baiknya Diabaikan Saat Buka Usaha. Mentalmu Harus Sekuat Baja!

bisnis dan teman

Memulai sebuah usaha atau bisnis umumnya harus siap dengan banyak sekali tantangan. Nggak jarang tantangan tersebut justru malah datangnya dari orang yang ada di sekitar kita. Seorang teman yang mestinya jadi pendukung yang baik seringkali malah membuat kita jengkel dengan berbagai tingkah laku ajaibnya. Mulai dari minta harga teman sampai banyak berkomentar, kadang bikin kita yang sudah pusing memikirkan cara biar balik modal, masih harus sakit kepala mendengarkan mereka. Kalau sarannya membangun sih nggak apa-apa, tapi kadang-kadang emang cuma kepengin mengkritik aja.

Advertisement

Nah, beberapa hal berikut ini mungkin akan terjadi dan dilontarkan oleh teman-temanmu ketika kamu baru mulai membuka usaha. Kamu perlu mempersiapkan diri biar nggak kaget nantinya. Simak yuk apa saja!

1. Yang paling sering ditemui adalah ‘minta harga teman’, padahal teman yang baik harusnya kan malah ngasih dukungan

Harga temen/ Credit: Cookie Studio via www.freepik.com

Yah, begini doang masa segitu? Kasih harga teman dong.

Familier dengan kalimat tersebut? Teman model yang begini akan selalu ada ketika kamu membuka usaha. Mungkin sebenarnya kamu sudah ingin memberikan harga yang sedikit lebih murah namun karena mendengarkan ia berkata demikian malah jadi malas untuk ngasih diskon. Belum lagi adanya embel-embel ‘ya kan begini doang.’ Duh! Untuk menjawab kalimat tersebut kamu bisa ngasih rate yang lebih tinggi sambil bilang “Nih harga teman, teman kan harusnya lebih support!”

Advertisement

2. Lebih parah dari minta harga teman, ada saja yang minta buat dikirimin produk secara gratisan. Hey, ini kan bukan badan amal~

Minta gratis/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Alasannya sih seringnya karena buat tester atau biar bisa dipromosiin ke temannya. Padahal kalau benar-benar teman seharusnya ia akan mendukung dengan membeli produkmu dan tetap membantu promosi juga. Hal ini juga berlaku untuk kamu yang meiliki bisnis event dan sejenisnya. Sedang gencar jualan tiket biar segera balik modal, eh dia malah enteng sekali minta gratisan.

3. Jualan makanan jadi peluang yang baik selama pandemi, awalnya sih dia beli tapi karena enak malah minta resep buat bikin sendiri

Resep kopiny dong/ Credit: jcomp via www.freepik.com

Salah satu daya jual yang kita tawarkan dari makanan yang kita jual adalah rasanya yang enak dan berbeda dari yang lain. Bisa jadi untuk menemukan takaran yang pas sampai rasa enak ini tercipta akan membutuhkan waktu yang tak sebentar. Pas ada teman yang beli namun malah minta resepnya pasti rasanya akan menyebalkan. Alih-alih menolaknya, kamu bisa bilang “Mending kamu duduk manis aja, tinggal bayar dan aku yang buatkan.”.

4. Mirip-mirip dengan sebelumnya, ada juga yang kepo tentang ‘rahasia perusahaan’ dengan nanya siapa supplier produk yang kita jual. Hmm…

Nanya supplier/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Untukmu yang menjadi seorang reseller mungkin akan akrab juga dengan pertanyaan seperti ini. Padahal kamu sudah sebisa mungkin menerapkan harga yang bersaing, namun ada saja teman yang ingin mendapatkan harga yang lebih murah. Atau bisa juga malah mereka terang-terangan menunjukkan kalau ingin membuka usaha yang serupa denganmu. Iya sih, pasar akan selalu ada dan rezeki sudah ada yang ngatur tapi nggak begini juga ya.

Advertisement

5. Jika usahamu di bidang jasa mungkin kamu akan sering nggak enak saat menolak revisi dari klien yang adalah temanmu, tapi kok nggak udah-udah ya?

Revisi terus/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Entah itu desain grafis, copy writer, arsitek, kalau di bidang jasa seperti ini biasanya akan ada banyak permintaan dari klien. Akan tetapi, karena mereka merasa akrab denganmu akhirnya bisa jadi semena-mena sampai menurut mereka hasilnya sudah sempurna. Padahal di belakang sana masih ada banyak pekerjaan yang menunggu untuk diselesaikan dari klien yang lainnya. Untuk mencegah hal ini terjadi kamu bisa menegaskan di awal berapa kali maksimal revisi.

6. Saran yang membangun akan dibutuhkan oleh pebisnis baru, tapi kalau intensinya cuma bikin pesimis sebaiknya biarkan saja kata-katanya berlalu

Nggak perlu didengarkan/ Credit: jcomp via www.freepik.com

Mulai dari membanding-bandingkan dengan si A atau malah menjelek-jelekkan produkmu hingga nada-nada pesimis yang dilontarkan akan makin terasa jahat karena ia adalah seorang teman. Apalagi kalau ia tak memberikan solusi yang membangun. Akan tetapi, kamu bisa menggunakannya sebagai pemicu untuk bangkit dan terus maju.

Teman, atau seseorang yang mengaku teman, yang rese ketika kamu membuka bisnis baru akan selalu ada. Akan tetapi, kamu tak perlu terlalu fokus terhadap mereka. Ambil saja bagian positifnya, kalau sudah mulai toxic, tak apa untuk tak menghiraukannya karena teman yang baik justru mereka yang mendukungmu sekuat tenaga. Semangat!!!

xx
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE