6 Do and Dont’s Membuat Konten Media Sosial untuk Bisnis. Katanya Mau Jualan Laris?

do donts konten bisnis

Sekarang ini rasanya setiap bisnis sudah mulai berbentuk digital. Toko yang awalnya dibuka offline sekalipun mau tak mau perlu dipasarkan online jika ingin pasarnya semakin luas dan tak ditinggalkan karena akses yang sulit. Salah satu platform yang banyak digunakan dan cukup efektif dalam menarik pelanggan adalah media sosial seperti Facebook dan Instagram. Malahan sekarang ada tab khusus di Instagram untuk berbelanja yang menggantikan tab notifikasi.

Advertisement

Dengan fitur-fitur yang makin canggih makin banyak juga yang tertarik untuk berlomba mencari banyak pengikut untuk akhirnya jadi pelanggan. Hal tersebut hanya bisa diraih kalau tahu teknik-tekniknya, ternyata nggak bisa asal unggah foto produk aja lo. Nah, lalu apa saja hal-hal yang seharusnya dilakukan atau malah dihindari supaya konten bisnis bisa lolos dan jadi favorit? Simak yuk penjelasan berikut ini!

1. Tujuan utama membuat media sosial mungkin memang untuk promosi tapi jangan mengabaikan audience yang bisa diajak berinteraksi

Membuat portofolio produk yang menarik memang perlu dilakukan tapi kalau kegiatanmu hanya mengirim gambar dan deskripsi saja tanpa membalas interaksi yang sudah dilakukan oleh para audience maka justru akan merugikanmu. Interaksi personal yang terjadi di unggahanmu selain bisa meningkatkan engagement yang akan membuat performa akun semakin bagus juga bisa digunakan sebagai sarana untuk mendapatkan insight langsung dari konsumen untuk meningkatkan produk.

2. Supaya tak menumpuk atau malah kekurangan konten, maka buatlah jadwal mengunggah konten dan lakukan secara disiplin

Jadwal/ Credit: ra2studio on Deposit Photos via depositphotos.com

Mungkin ada waktu-waktu tertentu di mana ide untuk membuat konten sedang sangat banyak namun di waktu yang lain tiba-tiba ide tersebut menguap. Jika mengunggah sesuai dengan keadaan tersebut maka akan terjadi inkonsistensi pada unggahanmu. Untuk mengatasinya maka kamu bisa menjadwalkan dengan tools yang kini sudah banyak tersedia. Akan lebih baik kalau menjadwalkannya dengan tema spesifik, misalnya sehari mengunggah 4 foto produk dan 2 tips.

Advertisement

3. Jangan hanya mengunggah konten berisi produk saja tapi juga konten yang bermanfaat untuk para audience

Jika ingin menambah pengikut dan menarik mereka menjadi seorang pembeli lalu berubah jadi pelanggan setia maka media sosial sebaiknya bukan hanya digunakan untuk mengunggah konten berupa produk saja tapi juga konten penuh insight yang akan membuat para pengikut betah mengikuti akunmu. Walaupun mungkin awalnya belum membeli namun keberadaan followers tersebut akan menaikkan tingkat kepercayaan orang terhadap brand milikmu lo.

4. Visual adalah saya tarik utama ketika membuat sebuah unggahan, buat audience betah dengan gambar yang enak dilihat

Walaupun konten yang dibuat kebanyakan isinya tulisan namun gambar sebagai latar belakang, pemilihan font, hingga lay out-nya juga tetap harus diperhatikan. Buat para audience merasa senang dan nyaman saat melihat unggahan tersebut. Jika berhasil memberikan informasi bermanfaat dengan visual yang bagus bisa jadi konten tersebut akan di-repost ke akun mereka yang sekaligus akan mempromosikan brand-mu secara tak langsung.

5. Hal yang haram dilakukan adalah menjiplak konten atau menggunakan gambar secara ilegal untuk beriklan

Jangan jiplak/ Credit: AndreyPopov on Deposit Photos via depositphotos.com

Advertisement

Kasus penggunaan desain secara ilegal sudah banyak menjerat banyak pihak mulai dari content creator hingga brand. Jika kejadian tersebut menimpamu maka pengaruhnya terhadap brand akan sangat besar yang membuat pelanggan kehilangan kepercayaan sehingga sebaiknya dihindari. Jika memang perlu gambar dan belum bisa memproduksi sendiri maka akan lebih baik untuk menggunakan desain gratisan di berbagai layanan penyedia gambar dan desain.

6. Jangan lupa untuk mengecek performa akun bisnismu jika unggahan konten dan iklan sudah berjalan

Salah satu hal yang sering dilakukan adalah mengunggah gambar dan membiarkannya begitu saja tanpa dipelajari lebih lanjut. Padahal dengan mengecek performamu maka ada hal-hal yang bisa dijadikan tolok ukur. Misalnya jika ternyata konten A lebih laku dan konten B lebih sepi maka kamu bisa menganalisisnya dan memutuskan untuk mengurangi produksi konten B. Apalagi jika memasang iklan, maka kamu bisa mengecek apakah iklan yang dipasang cukup efektif atau hanya membuang-buang uang saja

Walaupun media sosial kelihatannya hanya platform yang sepele namun dampak yang bisa diberikan terhadap produkmu sangat besar lo. Tak jarang awal mula sebuah brand jadi laris adalah karena adanya viral marketing, begitu pula sebaliknya, tak jarang awal produk diboikot karena adanya tagar di media sosial yang bisa jadi awalnya karena kesalahan yang sederhana. Makanya kudu hati-hati dan penuh strategi.

Untukmu yang saat ini ingin atau sedang merintis usaha, gabung yuk sama komunitas UMKM #KitaMulaiBersama! Daftar di bit.ly/MILISKMB untuk berlangganan newsletter supaya nggak ketinggalan info berisi konten dan event menarik seputar kewirausahaan dan pengembangan UMKM.

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE