6 Elemen di Copywriting untuk Naikkan Penjualan. Sst, Nulis ala Iklan Nggak Bisa Sembarangan!

elemen copywriting jualan

Proses marketing tak bisa dipisahkan dari kalimat-kalimat untuk merayu konsumen supaya jadi membeli produkmu. Uniknya, akan lebih baik jika proses persuasi ini dilakukan dengan smooth tanpa terlihat bahwa kamu terlalu ingin berjualan apalagi jika proses dilakukan melalui perantara media, misalnya seperti melalui media sosial atau e-mail. Maka dari itu ada yang namanya teknik copywriting yaitu sebuah tulisan berisi kalimat marketing yang persuasif dan materi promo yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu seperti melakukan pembelian, mengklik sebuah tautan, atau melakukan interaksi.

Advertisement

Nah, kemudian muncul pertanyaan bagaimana supaya sebuah tulisan jadi lebih menarik dan tak dilewati begitu saja oleh mereka yang harusnya membaca? Jawabannya adalah dengan mengetahui beberapa elemen yang ada di dalamnya dan cara untuk memaksimalkannya. Yuk ketahui lebih lanjut!

1. Ketika menulis copy maka emosi merupakan sebuah sarana yang bisa kamu manfaatkan, timbulkan perasaan tertentu ketika mereka membacanya

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa copy yang menyentuh emosi dari pembacanya akan lebih efektif. Pertimbangkan emosi seperti apa yang ingin pembacamu rasakan ketika membaca copy-mu, misalnya perasaan khawatir jika mereka melewatkan sesuatu seperti produk yang terbatas. Dengan menuliskannya maka pembeli seperti dihipnotis untuk membeli produkmu. Dalam copywriting, metode ini dinamakan ‘scarcity‘ atau kelangkaan.

2. Style tulisan akan berbeda-beda dan sangat bergantung dengan target pasar yang sudah ditentukan sesuai dengan bidang bisnis

Tergantung target/ Credit: wayhomestudio on Freepik via www.freepik.com

Style merupakan elemen yang penting untuk membangun koneksi antara pebisnis dengan pembaca. Makanya, tulisan ini bisa lebih santai atau justru sangat serius dan akademis tergantung dengan target yang dituju. Misalnya jika target pasar berusia 13-15 tahun maka kamu bisa menggunakan bahasa dengan percakapan yang santai, namun akan berbeda saat targetmu adalah mereka yang berusia paruh baya. Apa pekerjaan dari target juga bisa jadi bahan pertimbangan dalam menggunakan style bahasa.

Advertisement

3. Diksi adalah salah satu elemen paling penting dalam menulis copy yang harus diperhatikan setiap katanya

Copywriting adalah permainan kata, makanya pemilihannya jadi elemen yang sangat penting. Mulai dari headline atau pembuka sebuah tulisan, kamu sudah harus memikirkan kata, frasa, atau kalimat yang membuat mereka tak hanya berhenti di sana tapi juga melanjutkan membaca. Biasanya ada istilah power verbs yaitu kata yang memiliki kekuatan untuk mendorong seseorang melakukan sesuatu seperti yang paling umum adalah ‘gratis.’ Nah, kamu bisa mulai mencari daftar kata-kata tersebut yang relevan dengan industri yang sedang kamu geluti.

4. Rethorical devices merupakan teknik yang sudah banyak diterapkan dalam melakukan persuasi, ada banyak macamnya

Walaupun jenisnya ada banyak 3 teknik yang cukup terkenal yaitu:

  • Logos atau logical appeal: argumen dengan alasan logis yang berisi bukti, statistik, atau testimoni.
  • Pathos atau emotional appeal: kata-kata yang memiliki konotasi positif atau negatif yang kuat yang bisa menyentil emosi pembaca.
  • Ethos atau etichal appeal: ditujukan kepada perasaan akan nilai moral dari si pembaca.
Advertisement

5. Pembaca tak akan suka membaca tulisan yang terlalu banyak, makanya panjang tulisan juga perlu dipertimbangkan

Singkat dan padat/ Credit: pressfoto on Freepik via www.freepik.com

Salah satu trik dalam menyusun copy adalah dengan membuatnya pendek tapi ‘nendang.’ Kalimat yang panjang hanya akan dilewati begitu saja dan ruginya adalah call-to-action yang biasanya berada di baris paling bawah juga tak akan terbaca, makanya penting untuk lebih spesifik dan to the point. Alih-alih banyak basa-basi, kamu bisa menaruh kalimat penting dengan memanfaatkan beberapa elemen lain yang sudah disebutkan sebelumnya.

6. Call-to-action atau biasa disingkan dengan CTA adalah sebuah kalimat yang pada akhirnya menyuruh pembaca untuk melakukan sesuatu

Sebuah copy tanpa CTA mungkin akan sia-sia, pasalnya elemen inilah yang akan membuat pembaca akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu seperti menjawab pertanyaan, klik link, atau bahkan langsung membeli produk yang kamu tawarkan. Akan tetapi, ada trik yang bisa kamu pelajari supaya CTA lebih menarik. Misalnya memberikan penawaran tertentu di awal dan mengakhirinya dengan permintaan melakukan sesuatu. Contohnya, alih-alih hanya menulis “Beli sekarang!” kamu bisa menggantinya dengan “Dapatkan penawaran eksklusif dengan membelinya sekarang!”

Walau kelihatannya sepele namun kemampuan copywriting ini sangat diperlukan untuk menarik perhatian para pembaca yang berpotensi jadi konsumenmu. Tak perlu menjadi penulis profesional kok untuk mengetahui dasar-dasarnya.

KMB-Baru
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE