Siapa sangka bisnis di bidang pangkas rambut cowok (barbershop) akan menjadi populer beberapa tahun terakhir? Jika dulu kita tahunya cowok cukup potong rambut di pangkas rambut biasa atau bahkan cuma di bawah pohon (hihi), sekarang kamu bisa lihat cowok-cowok ngantri di barbershop yang udah dikemas dengan konsep gaul.

Seiring dengan berkembangnya tren cowok yang semakin peduli dengan penampilan, bisnis di bidang fesyen dan pangkas rambut cowok juga semakin berkembang. Tren ini pun dijadikan peluang oleh Muhammad Emyranza, pengusaha muda yang sukses menjalani bisnis di bidang pangkas rambut cowok yang menyasar konsumer anak muda.

Advertisement

Berhasil mendirikan dan mengelola usaha sendiri di usia muda, Emyranza jadi sosok yang layak dijadikan inspirasi. Karenanya, Hipwee kali ini akan membahas cerita singkat tentang Emyranza. Bagaimana sih sepak terjangnya? Yuk simak!

Jadi pengusaha itu harus pintar ngulik peluang. Seperti Emyr yang sadar kalau cowok zaman sekarang doyan merawat diri dan punya gaya!

Cowok zaman sekarang udah peduli banget sama penampilan.

Cowok zaman sekarang udah peduli banget sama penampilan. via fashiondesignlist.com

Adalah Muhammad Emyranza dan sepupunya Triputra Salim yang jeli melihat peluang. Keduanya melihat fenomena masa kini, di mana kaum pria semakin doyan merawat penampilan. Cowok pergi ke salon untuk potong rambut, maskeran, atau pijat, sudah bisa dibilang biasa di zaman sekarang. Bahkan sudah menjadi gaya hidup mereka.

Berangkat dari fenomena tersebut, Emyr dan Putra akhirnya terpikir untuk membangun bisnis yang fokus di bidang perawatan diri pria. Alhasil, lahirlah Barberbox pada tahun 2012 di Senopati, Jakarta Selatan. Barberbox menawarkan Jjsa pangkas rambut cowok yang dikemas ‘gaul’ dan menyasar konsumen anak muda (usia 15-25 tahun).

Meski awalnya sepi, Barberbox akhirnya mampu menjaring banyak konsumen melalui konsep yang beda!

Emyr dan bisnis pangkas rambutnya.

Emyr dan bisnis pangkas rambutnya. via swa.co.id

Advertisement

Barberbox memiliki tagline Where Men Turns Into Gentlemen. “Tagline tersebut ada seribu makna buat kita, bukan cuma penampilan, tapi juga manner.

– Emyranza-

(via lifestyle.sindonews.com)

Bisnis yang ditekuni Emyr dan Putra bisa dikatakan melawan arus. Seperti yang kita ketahui, pangkas rambut tahun-tahun terdahulu terkesan panas, kurang bersih, dan nggak nyaman. Dari segi pelayanan pun biasa aja, nggak bikin konsumen berasa kayak raja. Karenanya Emyr sengaja mendirikan pangkas rambut yang punya konsep beda, yaitu suasana yang berkelas dan servis yang bikin pelanggan betah berlama-lama. Ala anak muda banget deh pokoknya!

Perlahan namun pasti, Barberbox yang awalnya sepi pengunjung menjadi semakin banyak peminatnya. Ini juga nggak lepas dari kampanye dan edukasi yang mereka galakan tentang seperti apa manner cowok seharusnya. Kamu bisa belajar dari pengalaman Emyr dalam menjaring konsumen, yakni harus punya konsep yang unik dan punya pesan yang positif. Jangan kaget ya, kalau kamu para cewek potong rambut di Barberbox nggak perlu bayar (bagian dari promo mereka) dan bakal dibukain pintu sama cowok. Duh, asyik banget kan?

Siapa sangka, kesuksesan bisnis Emyr saat ini bermula dari inspirasi yang didapatnya dari seorang tukang kebun!

Penampakan Barberbox.

Penampakan Barberbox dari luar via traxonsky.com

“Awalnya, pertengahan 2012 gue terinspirasi sama tukang kebun. Dia intinya nunjukin satu sifat yang nggak biasa, dia kasih tau ke gue, kita semua siapapun bisa kasih contoh ke orang banyak.”

– Emyranza-

(via lifestyle.sindonews.com)

Ide bisnis itu bisa datang dari mana dan siapa saja. Tak terkecuali Emyr yang mendapat ide dari dari seorang tukang kebun. Cowok yang kini meraup omzet Rp 250 juta setiap bulannya ini terinspirasi dari perkataan sang tukang kebun bahwa siapa pun bisa menjadi contoh bagi orang banyak. Emyr yang kebetulan ingin membuka bisnis yang menyasar konsumen cowok, akhirnya terpikir untuk membangun jasa pangkas rambut cowok.

Cowok pertama kali dilihat dan dinilai dari rambutnya. Oleh karena itu, Emyr memilih jasa pangkas rambut yang bisa merepresentasikan laki-laki dari penampilan. Nggak hanya itu, cara yang dipilih Barberbox untuk mengedukasi pelanggan tentang manner laki-laki yang seharusnya itu menjadi salah satu inspirasi bahwa bisnis pangkas rambut pun bisa memberi contoh ke orang banyak.

Emyr mengajarkan kita kalau sukses nggak harus menunggu tua. Kamu bisa memulainya di usia muda!

Emyr yang sukses di usia 20-an.

Emyr yang sukses di usia 20-an. via www.thejakartapost.com

Emyranza dan Putra mengawali bisnis Barberbox ketika usia mereka masih 2o-an awal. Emyr bahkan saat itu masih menjadi mahasiswa. Bisnis yang merogoh modal awal Rp 80 juta ini akhirnya sukses berkembang, dibuktikan dengan dibukanya dua cabang baru di tahun lalu.

See, merintis bisnis nggak harus menunggu lulus kuliah dan menginjak 30-an kan? Jika benar-benar ada kemauan dan usaha, di usia 20-an pun kamu sudah bisa memulainya.

FYI nih, soal harga, Emyr membandrol harga Rp 65 ribu untuk satu kali potong. Harga tersebut dalam bentuk paket yang termasuk di dalamnya potong rambut, cuci rambut, pijat, konsultasi, dan juga minuman. Makin terkenalnya nama bisnis barbershop ini membuat semakin banyak pelanggan berdatangan ke tempatnya. Sukses terus ya, Emyr!

Ada yang tertarik nggak nih mengikuti jejak Emyr? Selagi kesuksesan bisa kamu raih di usia muda, kenapa harus menunggu tua untuk memulainya? 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya