Gaji 2 Jutaan Tetap Bisa Investasi Kok. Asal Kamu Lakukan 5 Hal Ini

Tips Investasi

Kalau dengar kata investasi, imajinasi kita sering lebay. Melibatkan nominal uang yang begitu besar dan kamu yang gajinya 2 jutaan merasa belum bisa melakukannya. Padahal investasi itu nggak harus besar lho. Kamu yang gajinya 2 jutaan juga bisa kok, karena kuncinya ada di pengaturan keuangan. Nah, sejauh ini, gimana sih caramu mengatur keuangan bulananmu?

Sebenarnya, ada dua skema yang terkenal dalam pengaturan keuangan. Yang pertama adalah 60/20/20 dan yang kedua adalah 50/30/20. Skema yang pertama artinya 60% untuk kebutuhan sehari-hari, 20% untuk tabungan/investasi, dan 20% untuk dana hiburan. Skema yang kedua juga sama, tinggal disesuaikan saja angkanya. Nah, kali ini Hipwee akan coba bantu kamu membuat bujet bulanan dengan skema yang pertama, supaya kamu bisa menyisihkan uang untuk berinvestasi saat gajian. Simak, ya!

1. Katakanlah gajimu 2,5 juta rupiah setiap bulan. Usahakan kebutuhan sehari-harimu terpenuhi dengan dengan jumlah 1,5 juta

Uang makan dan kebutuhan sehari-hari (foto: Buenosia Carol) via www.pexels.com

Mari kita buta simulasi dengan angka yang pasti. Jika gajimu setiap bulan adalah 2,5 juta rupiah maka sesuai skema 60/20/20, maka jatah untuk kebutuhan sehari-harimu adalah 1,5 juta rupiah. Nah, yang termasuk kebutuhan sehari-hari itu apa saja sih? Tentu saja makan; bensin atau transportasi lainnya; keperluan sehari-hari seperti sabun, sampo, dan lain sebagainya; bayar kos; listrik; dan juga pulsa.

Agar kamu bisa mengaturnya, buat catatan pengalokasian dana kebutuhan sehari-hari. Jangan cuma dibayangkan, melainkan harus benar-benar dicatat. Misalnya uang kos 500 ribu rupiah per bulan, lalu uang makan 600 ribu rupiah per bulan (20 ribu rupiah per hari), uang bensin 100 ribu rupiah per bulan, sisanya untuk pulsa dan kebutuhan sehari-hari.

Duh, masa uang makan cuma dua puluh ribu sehari? Kalau sesekali pengin makan enak, gimana dong?

Tenang, nanti ada jatahnya sendiri.

2. Setelah kerja keras kamu juga berhak bersenang-senang kok. Tak apa-apa mengalokasikan 300 ribu rupiah untuk dana senang-senang

Dana untuk nonton film di bioskop (foto: Henry & Co.) via www.pexels.com

Kalau melihat rincian pengeluaran di poin satu rasanya sedih banget, ya? Tapi jangan khawatir, karena bagaimanapun kamu juga berhak bersenang-senang setelah kerja keras. Karena itu, kamu perlu mengalokasikan dana bahagia atau bujet untuk hiburan dalam satu bulan. Kenapa harus dialokasikan sendiri? Ya karena supaya pengeluaranmu tetap terkontrol meskipun kamu bersenang-senang.

Jatah 300 ribu rupiah ini bisa kamu gunakan untuk nonton film, makan enak, beli baju dan makeup, beli buku, ataupun kesenangan-kesenangan lainnya. Agar terpenuhi semua, kamu bisa membuat daftar giliran. Misalnya bulan ini ingin beli baju, jadi beli buku atau yang lainnya bulan depan. Mudah, bukan?

3. Sisihkan 300 ribu rupiah untuk dana darurat. Supaya jika ada kebutuhan mendesak kamu nggak kebingungan

Siapkan dana darurat supaya nggak panik (foto; Markus Spiske) via www.pexels.com

Menyiapkan dana darurat itu wajib hukumnya. Bukannya berharap terjadi hal darurat, tetapi, kita nggak pernah tahu apa yang akan terjadi besok, lusa, atau di masa depan nanti. Siapa tahu laptopmu rusak dan perlu diservis. Atau mungkin kamu sakit dan harus berobat ke dokter.  Jadi, sisihkan penghasilanmu sedikit untuk menghadapi momen-momen tak terduga ini, sehingga saat terjadi, kamu nggak kebingungan mengambil dana dari pos-pos lainnya. Toh, nggak ada ruginya menyiapkan dana darurat. Kalaupun nggak terpakai, kamu bisa menjadikannya tabungan atau investasi.

4. Meski penghasilan belum seberapa, menabung itu tetap wajib hukumnya. Nah, kalau menabung 200 ribu rupiah setiap bulan nggak terlalu sulit bukan?

Tetap menabung (foto: Annie Spratt) via unsplash.com

Berapa pun penghasilanmu, sebisa mungkin harus tetap dialokasikan sebagian untuk tabungan. Supaya hasil kerja kerasmu itu ada bekasnya dan nggak habis begitu saja. Nah, untuk penghasilan 2,5 juta rupiah, kamu bisa menyisihkan 200 ribu rupiah untuk ditabung. Bila perlu, kamu bisa menggunakan layanan autodebet dari bank yang kamu gunakan. Sehingga, seolah-olah 200 ribu rupiah setiap bulan itu bukanlah sebuah pilihan (yang bisa dilakukan dan bisa diabaikan) melainkan termasuk pengeluaran bulanan. Bedanya, pengeluaran yang ini nggak hilang 😀

5. Masih ada sisa 200 ribu nih. Bagaimana kalau mulai investasikan lewat Tokopedia Emas?

Investasi emas di Tokopedia via www.tokopedia.com

Dari list pengeluaran di atas, masih ada sisa Rp200.000 nih. Buat apa, ya? Apa ditambahkan ke dana hiburan saja? Eits, nanti dulu. Inilah nominal yang jadi kesempatanmu untuk berinvestasi. Jangan berkecil hati karena hanya ‘dua ratus ribu doang bisa investasi apaan?‘. Kamu bisa investasi emas di Tokopedia Emas, lho.  Hanya dengan minimal Rp5.000 kamu sudah bisa membeli emas, dan punya kesempatan untuk menjual emas dengan harga yang lebih tinggi.

Caranya gampang banget. Kamu tinggal masuk ke akun Tokopedia Emas, lalu masukkan nominal yang ingin kamu belanjakan untuk beli emas. Misalnya dua ratus ribu rupiah, nanti akan langsung terlihat berapa jumlah emas yang kamu dapatkan. Selanjutnya, kamu bisa melakukan transaksi biasa seperti saat kamu belanja online. Setelah melakukan pembayaran, emas yang kamu beli akan langsung masuk ke tabungan emasmu. Praktis dan gampang bukan? Transaksi ini juga aman karena Tokopedia bekerja sama dengan PT Pegadaian yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Seperti yang kita tahu, harga emas juga mengalami perubahan setiap harinya. Kadang naik, kadang turun, dan itu adalah hal yang lumrah. Nah, serunya, di Tokopedia Emas kamu bisa cek tren harga emas harian. Di sana tertera secara jelas berapa harga beli hari dan harga jualnya per hari. Jadi, kamu bisa memantau pergerakan investasimu secara mandiri antiribet, dan menangkap peluang untuk menjual emas dengan harga lebih tinggi. Tertarik investasi emas? Coba cek dulu harganya hari ini di sini.

Cek tren harga emas di Tokopedia

Angka-angka di atas tentu bukanlah ketentuan yang pasti dan nggak boleh diubah. Kamu tetap bisa menyesuaikannya dengan jumlah total pendapatanmu serta pengeluaran bulananmu. Namun, setidaknya kamu sudah tahu bagaimana cara mengatur keuanganmu agar bisa berinvestasi. Masa muda justru jadi masa paling tepat buat berinvestasi, lho. Yuk, mulai rencanakan investasimu saat gajian bulan ini~

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kopito Ergo Sum -- Aku minum kopi maka aku ada.