Cara Menentukan Gaji Pemilik UMKM. Walau Bisnis Milik Sendiri, Nggak Bisa Asal Tarik!

gaji pemilik umkm

Walaupun bukan menjadi satu-satunya alasan namun memiliki penghasilan sesuai target yang diinginkan tanpa harus bergantung pada upah suatu perusahaan menjadi salah satu alasan kenapa banyak orang yang memutuskan untuk berbisnis. Padahal walaupun bisnis sudah mulai berjalan kamu nggak bisa asal sembarangan menggunakan keuntungan yang didapatkan demi mencukupi kehidupan pribadi lo. Pemilik bisnis UMKM pun sebaiknya tetap digaji dengan nominal tertentu supaya bisnis nggak bangkrut karena penggunaan uang tanpa diperhitungkan.

Advertisement

Mungkin kamu masih bingung perihal bagaimana menentukan gaji supaya kamu bisa hidup makmur tanpa mengganggu aliran kas dalam bisnismu. Makanya, simak yuk penjelasan berikut ini!

Ada beberapa sistem yang bisa digunakan untuk memberikan gaji pada diri sendiri sebagai seorang pemilik UMKM, tinggal sesuaikan saja dengan preferensi

Dilansir dari berbagai sumber, kamu bisa memilih untuk menerapkan 1 dari 3 sistem penggajian berikut ini:

  • Sistem komisi artinya sebuah sistem penggajian yang cukup bergantung dengan omzet, jika sedang tinggi maka kamu bisa mendapatkan gaji yang tinggi pula namun jika omzet sedang turun maka gaji pemilik juga harus ikut turun. Akan tetapi, sistem penggajian tetap perlu dilakukan dengan metode transfer layaknya ke karyawan yang lain, bukan langsung menggunakan rekening bisnis untuk pengeluaran pribadi.
  • Sistem gaji tetap merupakan sistem penggajian berdasarkan keuntungan yang dibagi. Menurut ahli dan praktisi biasanya gaji ini diberikan tidak lebih dari 10% dari total omzet setiap bulannya. Sistem ini dikatakan cukup berisiko karena masuk ke dalam pencatatan ongkos tetap sehingga bisnis sudah harus berkembang dan cukup kuat.
  • Sistem kombinasi antara dua sistem penggajian tersebut juga bisa diterapkan. Gaji tetap setiap bulannya bisa diberikan namun dengan tambahan berupa bonus atau insentif ketika omzet sedang naik. Hal ini dapat memotivasi pemilik juga agar lebih giat dalam menjalankan usaha.
Advertisement

Hal yang perlu diingat ketika memberikan gaji kepada diri sendiri adalah bahwa perhitungannya sebaiknya diambil dai laba, bukan pendapatan

Menggaji/ Credit: Startup Stock Photo on Pexels via www.pexels.com

Pendapatan yang didapatkan mungkin akan terlihat besar namun bukan berarti semuanya bisa digunakan. Alasannya akan tetap ada beban pengeluaran yang harus dibayarkan, kalau bukan sekarang mungkin di kemudian hari. Pastikan semua pengeluaran tersebut sudah dicatat sebelum menarik uang untuk diri sendiri. Pun, jika terpaksa menarik uang di luar gaji kamu juga perlu mencatatnya ke dalam pencatatan layaknya pengeluaran yang lain. Pada lembar neraca, penarikan ini akan diambil dari akun ‘modal pemilik’.

Saat menentukan nominal gaji maka sebaiknya buat dengan jumlah yang masuk akal, pastikan juga untuk melakukannya secara teratur

Dengan alasan menjadi seseorang yang memiliki usaha mungkin kamu akan memutuskan jumlah yang paling banyak, padahal sebaiknya gaji ini disesuaikan dengan kontribusi yang diberikan. Job desc yang dikerjakan juga bisa jadi patokan untuk menentukan jumlah gaji yang masuk akal dibandingkan dengan karyawan lain. Jika sudah menentukan gaji yang akan diberikan maka jagalah supaya sistem tersebut bisa tetap dilakukan secara teratur. Buatlah jadwal penggajian sama dengan karyawan agar tak asal ambil setiap bisnis kelihatan sedang banyak cuan. Pasalnya hal ini nantinya akan mengganggu pencatatan juga.

Advertisement

Hal-hal yang tak diinginkan merupakan sebuah risiko dan bisa terjadi kapan saja dalam perusahaan, maka jika hal ini benar terjadi sebaiknya utamakan karyawan

Mungkin di suatu waktu akan ada masanya sebuah bisnis dihadapkan dengan kesulitan misalnya ketika penjualan sedang seret tapi masih ada berbagai tagihan yang harus dibayarkan. Ketika sedang mengalami krisis ini  hingga dana makin terbatas maka sebaiknya utamakan karyawan dulu sebelum menggaji diri sendiri.  Jika krisis sudah terlewati maka gaji yang ditangguhkan bisa diberikan nanti.

Jika ingin keuangan dalam bisnismu sehat maka sebaiknya ikuti sistem penggajian yang disarankan. Yang tak kalah penting adalah jangan lupa untuk memisahkan rekening bisnis dengan rekening pribadi.

Untukmu yang saat ini ingin atau sedang merintis usaha, gabung yuk sama komunitas UMKM #KitaMulaiBersama! Daftar di bit.ly/MILISKMB untuk berlangganan newsletter supaya nggak ketinggalan info berisi konten dan event menarik seputar kewirausahaan dan pengembangan UMKM.

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE