Mengenal Karmila Purba; Joki Tong Setan Wanita Pertama yang Namanya Kini Mendunia!

joki perempuan tong setan

Keriuhan pasar malam rasanya akan semakin lengkap dengan adanya motor yang adu gas sambil beratraksi di medan vertikal atau populer dengan nama tong setan. Jika pekerjaan ini dirasa ekstrem dan selama ini didominasi oleh para lelaki, kini perempuan juga mulai banyak yang menggeluti bidang ini. Awalnya ada seorang joki, sebutan untuk pengendara motor tong setan, asal Pematang Siantar bernama Karmila Purba yang saat itu baru berusia 18 tahun dan menjadi joki wanita pertama tong setan di Sumatra.

Advertisement

Karena aksinya yang berani ini, Karmila Purba berhasil mendunia bahkan beberapa potret dirinya saat beraksi berhasil mejeng di The Guardian pada tahun 2016 lalu. Kita simak yuk bagaimana ceritanya hingga bisa sukses menggeluti bidang ini!

Karmila ternyata sudah mulai terjun ke dunia tong setan sejak usianya 15 tahun, ia benar-benar jatuh bangun saat berlatih

Jatuh bangun/ Credit: The Guardian via www.theguardian.com

Dilansir dari Tempo, Karmila Purba memulai profesi ini ketika usianya 15 tahun. Awal mencobanya karena ia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap pekerjaan yang menantang ini. Rasa ingin tahunya disambut baik oleh seorang joki senior yang kemudian menjadi mentornya, Tora Pahlevi asal Medan. Setelah mencoba, ternyata Karmila benar kepincut dengan dunia ini. Ia berlatih hingga jatuh bangun dalam artian yang sebenarnya, bahkan tak jarang sampai ia mengalami luka-luka.

Tak hanya itu, Karmila mengaku harus berdamai dengan rasa pusing karena areanya yang berbentuk lingkaran. Menurutnya hal tersebut yang paling sulit karena ia harus menjaga keseimbangan di atas motor dengan mesin silinder dua tak. Risiko yang juga harus dihadapi adalah saat ban bocor di tengah atraksi maka ia akan berpotensi jatuh padahal ia tak mengenakan helm saat beraksi.

Advertisement

Dari yang awalnya penasaran, kini hobi ini menjadi profesi utama yang ia miliki untuk memenuhi kebutuhan hidup

Jadi profesi/ Credit: The Guardian via www.theguardian.com

Setelah drama dan berbagai tragedi jatuh bangun serta luka-luka, akhirnya kemampuan Karmila berhasil terasah dengan baik. Ia kini menjadi lebih ahli dan terbiasa untuk mengemudi sambil sesekali bebaring, berdiri, mengangkat sebelah kaki, dan atraksi menantang lainnya. Yang tadinya kegiatan ini hanya hobi yang dilakukannya, kini ternyata bisa dijadikan pekerjaan utama untuk menutup kebutuhan hidup bersama keluarganya yang tergolog pas-pasan. Menurut pengakuannya sih, Karmila memilih pekerjaan ini karena halal dan sesuai dengan minat yang ia miliki. Walau sempat ada rasa takut, namun ia meluruskan niatnya untuk menghibur orang. Meskipun demikian, ternyata ia juga sempat tak percaya diri tapi akhirnya ia tak peduli omongan orang yang bilang bahwa pekerjaan ini cuma milik lelaki saja.

Pendapatan dari pekerjaan menjadi joki tong setan ternyata lumayan lo, meskipun biasanya jam kerjanya malam hari

Dapat saweran/ Credit: The Guardian via www.theguardian.com

Dilansir dari BBC, biasanya akan ada 7 orang yang bergantian beratraksi di dalam tong vertikal ini. Masing-masing akan melakukan pertunjukkan selama kurang lebih 15 menit hingga acara biasanya berakhir di tengah malam. Dengan segala risiko yang dihadapi, Karmila mendapatkan gaji dari penyelenggara sebesar Rp6juta. Selain itu dia juga berkesempatan untuk dapat ‘saweran’ hingga Rp50.000,00 sampai Rp100.000,00. Karmila mengaku bahwa ia tak mendapatkan jatah libur sehingga hanya bisa beristirahat saat pindah ke pasar malam yang lain di kala para timnya sedang memasang arena.

Karena aksinya ini pula, foto-fotonya berhasil terpampang di media luar negeri seperti The Guardian, selain itu ia juga bahkan sempat diundang untuk tampil dengan atraksi yang sama di luar negeri tepatnya di Thailand. Setelahnya, kini ada perempuan-perempuan yang juga tak takut untuk mengikuti jejaknya dalam melakukan pekerjaan penuh tantangan ini.

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.
Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An avid reader and bookshop lover.

CLOSE