Tanda lembur nggak berfaedah

Dalam dunia kerja, kata “lembur” tentu bukan hal yang asing lagi bagi kita. Meskipun sudah memulai hari lebih pagi demi menyelesaikan setumpuk pekerjaan, namun tetap ada saja beberapa hal yang membuat kita terpaksa lembur. Mulai dari beban kerja yang terus ditambah oleh atasan hingga kita yang kurang fokus sehingga kerjaan hari ini tak bisa selesai tepat pada waktunya.

Meskipun niatmu adalah untuk menyelesaikan pekerjaan, tapi nggak semua lembur itu berfaedah lho. Buktinya banyak hal yang membuatmu harus sampai larut malam di kantor, tapi disebabkan oleh alasan yang nggak penting. Daripada kamu lembur tapi nggak ada faedahnya, coba deh cek dulu penyebabnya apa~

1. Bukan karena lagi banyak kerjaan, kamu lembur gara-gara siangnya suka berleha-leha dulu

banyak santainya sih via www.pexels.com

Advertisement

Tanda kalau lemburmu nggak bermanfaat adalah karena kamu kebanyakan santai di jam kerja. Dalam sehari, rata-rata jam kerja bisa sampai 8 jam. Harusnya, jika beban kerjamu sesuai dengan kesepakatan, maka kamu bisa menyelesaikannya dalam waktu tersebut. Bahkan kamu bisa istirahat untuk makan siang sekitar satu jam. Tapi jika kamu santai dan berleha-leha dahulu di jam kerja, maka nggak heran kalau kamu terpaksa tinggal di kantor lebih lama. Padahal, kalau benar-benar dikerjakan di siang hari, kamu pasti juga bakal bisa pulang tepat waktu. Salah siapa coba?

2. Lembur nyaris tiap hari, tapi kok nggak dapat uang lembur atau minimal voucher taksi?

nggak dapat hak atau upah lembur via www.pexels.com

Kalau lemburmu tadi sepadan dengan upah yang diberikan oleh perusahaan sih nggak masalah. Malah itu harusnya kewajiban dari pihak perusahaan. Kamu juga ikhlas-ikhlas aja mengerjakan pekerjaan di luar jam yang sudah ditentukan. Tapi masalahnya, nggak semua lembur dibayar sama perusahaan. Kadang dengan embel-embel “minta tolong”, pekerjaan tersebut hanya dibayar dengan 2M (Makasih, Mas/Mbak). Kan KZL! Waktu ekstra tersebut jadi terasa makin berat, apalagi lemburnya nyaris tiap hari. Udah beban kerja berlebih, tapi nggak digaji. Bahkan voucher taksi aja nggak dapat. Sedih banget ya?

3. Kerjaan numpuk bukan karena kamu malas-malasan, tapi tumpang tindih jobdesc yang bikin kerjaan banyaknya nggak ketulungan

Tumpang tindih kerjaan via www.123rf.com

Alasanmu lembur adalah karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Sebelumnya, cek dulu kenapa pekerjaanmu bisa banyak sekali. Apakah memang karena project yang sedang hectic-hecticnya? Ataukah kamu kebanyakan mengerjakan jobdesc yang bukan bagianmu sehingga kamu pun keteteran? Jika yang kedua, sudah jelas bahwa kamu nggak bisa tenang-tenang saja. Segera bilang ke atasan untuk memperjelas jobdescmu apa ya!

4. Harus lembur karena bos memberi kerjaan 5 menit menjelang jam pulang. Duh, terpaksa banget deh

kerjaan dikasih sebelum pulang via www.pexels.com

Advertisement

Kalau tadi lembur nggak berfaedahmu disebabkan oleh diri sendiri, maka kali ini lembur justru dikarenakan oleh atasanmu yang tiba-tiba ngasih tugas baru. Parahnya lagi, dia baru memberikan kurang dari setengah jam waktu pulang. Ditawar “besok pagi ya, Pak”, malah dijawab “Sekarang”. Dengan alasan “deadline”, keharusan lembur jadi nggak bisa ditawar lagi. Kalau sesekali sih nggak masalah. Tapi kalau keseringan, kamu harus berani menolak ya!

5. Bukannya kapok lembur sendirian di kantor, kamu malah jadi kebiasaan. Siang hari semangat semakin kendor saja

nggak kapok malah terbiasa via www.pexels.com

Harusnya, lembur yang kamu lakukan itu membuatmu lebih gesit dan cepat dalam menyelesaikan pekerjaan di jam kerja yang udah ditentukan. Kamu akan berpikir dua kali untuk berleha-leha atau bersantai-santai ketika jam kerja. Karena biar bagaimana pun juga, lembur itu nggak enak. Tapi, kalau ternyata kamu malah jadi makin santai di jam kerja biasa karena merasa bisa menyelesaikan kerjaanmu di jam lebur, maka lemburmu sama sekali nggak berguna. Kamu sendiri yang menambah jam kerjamu sendiri. Jangan ngeluh nanti kalau kamu merasa hidupmu gitu-gitu aja.

Mau tahu lagi jenis lembur nggak berfaedah? Coba deh tonton Episode kedua webseries LEMBUR BACUN. Kalau atasanmu menyebalkan seperti atasannya si Bacun, dan pengalaman lemburmu “sial terus” seperti Bacun, mungkin lemburmu memang harus dikurang-kurangi. Demi kesehatanmu lhoo. Episode kedua dari webseries horor-komedi persembahan Kanna ini bisa kamu cek di sini ya.

Jadi udah jelas ‘kan, lembur yang sering kamu lakukan sekarang itu termasuk berfaedah atau nggak nih? Kalau nggak bermanfaat buat diri sendiri terutama, mending kurang-kurangin dari sekarang. Kesehatanmu juga berisiko lho kalau kebanyakan kerja!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya