Jadi Andalan di Tottenham dan Korea Selatan, Berikut Perjalanan Karir Son Heung-min

karir Son Heung-min

Penampilan Son Heung-min pada gelaran piala dunia 2018 akan selalu dikenang oleh warga Korea Selatan dan Jerman. Namun ingatan dua negara tersebut tentang penampilan Son jelas jauh berbeda. Bagi warga Jerman, penampilan Son kala itu sukses membobol gawang Manuel Neur dan membuat Jerman tersungkur 0-2 kalah dari Korea Selatan. Sementara bagi warga Korea Selatan, Son Heung-min adalah sosok pemain andalan yang membantu negaranya mengalahkan juara bertahan piala dunia. Meski gagal mengantar Korea Selatan lolos fase grup pada gelaran Piala Dunia tersebut, namun penampilan apiknya jelas jadi kebanggaan tersendiri bagi warga Korea Selatan.

Bahkan pada November 2020 kemarin, Son didapuk sebagai pemain Asia termahal di dunia. Tottenham Hotspurs menghadiainya kontrak baru dengan gaji sekitar 3,8 miliar rupiah per pekan.

Perjalanan karir Son Heung-min jelas nggak mudah. Sejak usia remaja ia memilih untuk merantau ke luar negeri demi karir sepak bolanya

Merantau ke Jerman via www.goal.com

Siapa yang ngerasa bapaknya galak dan tegas? Selayaknya tipikal stereotipe orangtua Asia, ayah dari Son Heung-min juga merupakan sosok yang galak dan tegas. Sedari kecil Son dididik untuk menjadi pemain sepak bola profesional dengan sangat tegas.

“Ayah pernah menyuruh saya dan kakak saya untuk juggling bola selama empat jam. Setelah tiga jam, saya melihat bolanya jadi tiga dan lantainya berubah warna jadi merah saking capeknya,” ujar Son dilansir jadi the Guardian.

Didikan tegas sang ayah membantu Son untuk beradaptasi di Jerman. Son Heung-min yang kala itu berusia 16 tahun memutuskan untuk keluar sekolah dan menimba ilmu sepak bola di akademi Hamburg SV pada 2008 silam. Selang dua tahun, Son memulai debut profesionalnya untuk Hamburg dan penampilannya berhasil memukai publik Jerman. Bahkan pemain sekelas Ruud van Nistelrooy saja mengakui kehebatan Son lo. “Son masih berusia 18 tahun namun penampilannya sudah sangat memukau dan jadi salah satu pemain kunci di Bundesliga. Di masa depan dia pasti jadi pemain hebat!” ujar Nistelrooy.

Dari Hamburg SV, Son berlabuh ke Bayer Leverkusen. Julukan “Son-sational” melekat pada diri pemain Korea Selatan ini

Son di Leverkusen | flickr @LG전자 via www.flickr.com

“Son Heung-min adalah pemain yang punya kecepatan, lincah, memiliki teknik yang kuat, dan tendangan yang fantastis,” Rudi Völler.

Tiga tahun berseragam Hamburg SV, Son Heung-min menyebrang ke Bayer Leverkusen. Rudi Voller kepincut penampilan apik Son dan memboyongnya di Leverkusen. Bersama dengan Leverkusen, Son membantu Leverkusen duduk di peringkat empat klasmen akhir selama dua musim berturut-turut. Sepanjang berseragam Leverkusen, Son berhasil mencetak 29 gol dan 11 asis dalam 87 pertandingan. Sebuah catatan yang apik. Nggak heran kalau dia sempat dijuluki “Son-sational”.

Bersama dengan Leverkusen, Son mecicipi pertandingan Eropa pertamanya. Sebuah pencapaian yang hebat untuk pemain Asia.

Pada 2015 Tottenham Tottenham Hotspurs datang meminang, Son langsung tancap gas mengguncang Premier League

Son berseragam Tottenham via id.depositphotos.com

Sebagai pemain sepak bola profesional, rasa-rasanya sulit untuk menolak pinangan dari klub Liga Inggris — Liga yang katanya paling kompetitif di dunia. Ketika Tottenham Hotspurs datang meminang, Son menerima. Pada Agustus 2015, Son hijrah ke Tottenham. Mauricio Pochettino, pelatih Spurs saat itu, menganggap Son sebagai salai satu pemain paling versatile. Ia bisa cepat beradaptasi dimainkan di berbagai posisi.

Penampilan Son yang semakin memukau bahkan sempat membawa Tottenham Hotspurs, klub asal London yang bisa dikatakan nggak punya sejarah apik di Champions League, tampil di partai final Champions League melawan Liverpool. Meski pada akhirnya gagal juara, namun Son jadi salah satu di antara sedikit pemain Asia yang bisa tampil di partai final Champions League.

Selepas mundurnya Pochettino dan ditunjuknya Jose Mourinho sebagai pelatih Tottenham, banyak yang mengira Son akan kesulitan beradaptasi dengan gaya defensif yang melekat pada tim-tim yang dilatih Jose Mourinho. Namun Son bisa menunjukkan kualitasnya dan justru tampil semakin apik. Saking apiknya, ia dihadiahi kontrak baru dengan nonimal fantastis yang semakin mengukuhkan statusnya sebagai pemain Asia paling hebat saat ini. Bersama dengan Harry Kane, Son Heung-min menjadi andalan Tottenham di musim 2020/2021.

Urusan asmara? Son Heung-min memilih untuk menuruti nasihat sang Ayah

South Korean football player Son Heung-min of Tottenham Hotspur F.C. of Premier League leaves a hotel in Shanghai, China, 24 July 2019. via id.depositphotos.com

“Ayah saya pernah bilang untuk jangan menikah dulu sebelum saya pensiun sebagai pemain sepak bola dan saya setuju dengan pendapatnya,” ujar Son Heung-min.

Bukan tanpa alasan Son memilih untuk tidak menikah terlebih dahulu. Sebagai pemain sepak bola, dia ingin fokus pada karirnya. Berkeluarga akan mengganggu konsentrasinya. Hal tersebut juga jadi komitmen kuat Son untuk terus mengembangkan diri sebagai pemain sepak bola profesional.

Punya karir yang cemerlang, jadi andalan klub dan tim nasional, dan jarang terkena skandal. Son Heung-min memang layak untuk dinobatkan sebagai pemain sepak bola terbaik Asia di era sekarang!

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.