Karena masih sama-sama muda, pasangan yang baru menikah biasanya ingin membangun pola hubungan yang mirip dengan pacaran: santai, seru, dan nggak banyak mikir. Padahal, tinggal satu rumah dan berbagi sumber daya menuntut kalian lebih banyak bekerjasama. Kesalahanmu tidak hanya akan merugikan kamu sendiri, namun juga suami atau istrimu.

Berhati-hatilah sebelum memutuskan sesuatu. Apalagi yang ada kaitannya dengan urusan keuangan. Sebagai pasangan yang baru menikah, jangan sampai kamu melakukan kesalahan-kesalahan di bawah ini!

1. Menutup Mata Pada Sejarah Keuangan Pasanganmu

Jangan tutup mata via avocadobee.blogspot.com

Harusnya kamu mengetahui sejarah keuangan pasangan sejak dulu. Bukan cuma soal gajinya, tapi juga cara pandangnya terhadap uang. Bagaimana perkembangan kondisi finansial keluarganya, dan bagaimana pula mereka memprioritaskan pengeluaran?

Misalnya: mungkin pasanganmu sejak kecil diajarkan bahwa makan di restoran mahal adalah kemewahan yang tak terjangkau. Akibatnya, ketika sudah besar dan punya uang sendiri dia jadi keranjingan makan di restoran fancy. Melakukan ini bisa membuatnya merasa kaya dan mapan. Padahal, makan di restoran mahal hampir setiap minggu adalah hal yang tidak perlu. Kamu sebagai calon pendampingnya harus mengerti bahwa cara pandang ini tidak sehat untuk masa depan kalian. Ketika kamu tahu dia punya cara pandang ini, kamu bisa membantunya mengubahnya.

2. Menyembunyikan Rahasia Keuangan

Advertisement

Jangan ada rahasia soal uang via lofukau.com

Tiap orang punya rahasia, tapi jangan pernah menutupi masalah keuanganmu dari pasangan. Kalau kamu punya kredit macet, beberkan semuanya sebelum kamu mengikat janji. Toh akan ketahuan juga saat kalian mengajukan KPR atau pinjaman modal usaha. Kalau tidak kamu beberkan sekarang, pasanganmu akan kaget dan bertanya: “Rahasia apalagi yang dia simpan?”

Jujurlah soal sejarah keuangan kalian masing-masing. Jika pada akhirnya itu membuat kalian berdebat, jangan takut. Lebih baik berargumen dan mencari solusi daripada tiba-tiba rumah kalian disita bank!

3. Sama-Sama Malas Membicarakan Uang

Uang itu penting! via www.adaytorememberca.com

Uang itu tidak penting dalam membangun keluarga? Bohong! Justru uang sangat berperan dalam menopang rumah tangga. Tagihan, hutang, tabungan — inilah yang membuat roda rumah tangga kalian terus berputar. Selain itu, ada juga simpanan pensiun, dana asuransi jiwa, dan masih banyak topik keuangan yang harusnya kalian bicarakan bersama.

Membicarakan keuangan memudahkan kalian memprioritaskan mana yang lebih penting bagi kalian berdua. Apakah membeli mobil lebih penting daripada melunasi KPR? Haruskah kalian mengajukan pinjaman untuk pendidikan anak?

Jadwalkanlah dengan rutin pembicaraan soal keuangan. Bisa mingguan, bulanan, atau satu trimester sekali. Agar tidak bosan, lakukan pembicaraan kalian dengan suasana yang asyik. Sambil jalan-jalan atau nonton berdua, misalnya.

4. Membiarkan Pasangannya Boros

Harus komitmen buat hemat via www.nydailynews.com

Terbuka dan berani membicarakan masalah uang adalah langkah pertama. Langkah selanjutnya adalah sama-sama berkomitmen untuk gak hidup boros. Jangan biarkan pasanganmu mengeluarkan uang yang melebihi batas anggaran. Tegakkan aturan keuangan bersama, dan patuhi ini setiap saat kecuali dalam keadaan darurat.

Misalnya: buatlah perjanjian kalau kalian akan bicara lebih dulu dengan pasangan setiap berniat mengeluarkan uang di atas Rp. 1 juta. Berjanjilah nggak akan mengeluarkan uang sebanyak itu sebelum yang lain setuju.

Sepakati juga tagihan mana yang akan dibayar melalui rekening bersama, dan mana yang bisa dibayar dengan rekening masing-masing. Dengan begitu, kalian jadi nggak akan tergoda buat beli macam-macam barang.

5. Menunda Pembicaraan Soal Punya Anak

Kapan punya dia? via weddings.zakariazainal.com

Banyak pasangan muda yang masih ingin menikmati masa berduaan dan mengejar karir. Sah-sah saja, tapi kalian tetap harus berembuk bersama tentang kapan sebaiknya kalian memiliki anak. Perhitungkan juga: ketika si kecil sudah ada, rumah seperti apa yang sebaiknya kalian tinggali, mobil apa yang lebih baik kalian pakai, dan apakah kalian berdua masih akan tetap bekerja penuh waktu.

Punya anak akan membuat kalian mempertimbangkan berbagai keputusan besar: mencari pekerjaan dengan gaji lebih tinggi, pindah ke daerah yang lebih nyaman buat anak kecil, dan lain-lain. Dalam beberapa tahun, kamu juga harus memikirkan biaya kesehatan, sekolah, hingga kuliah anak. Jadi jangan pernah menunda-nunda pembicaraan tentang ini, ya.

6. Mengira Umur Mereka Masih Panjang

Pasangan di kuburan via www.panoramio.com

Pasangan muda yang baru menikah mungkin belum pernah memikirkan soal kematian. Tapi yang namanya musibah nggak pernah kenal waktu. Jika sesuatu terjadi padamu, bayangkan gimana paniknya pasangan kamu.

Persiapkanlah segalanya hingga detil. Tuliskan nama pasangan atau anakmu sebagai penerima uang pensiunmu. Berikan kuasa pada pasangan untuk mencairkan rekeningmu jika kamu sudah pergi lebih dulu. Kalau mau, tunjuk saja seorang pengacara untuk mengatur semua itu.

7. Gagal Memahami Arti Keluarga Bagi Pasangan

Kamu harus paham gaya keluarganya via huffingtonpost.com

Pahami kebiasaan dan adat keluarga pasanganmu. Mungkin pasanganmu adalah orang pertama yang akan dicari saudaranya ketika sang saudara punya masalah keuangan. Jadi, siap-siap saja saat pasanganmu harus meminjamkan uang pada saudara/sepupunya yang kesulitan. Mungkin juga, pasanganmu adalah anak pertama. Terlepas dari jenis kelaminnya, bisa saja dialah yang jadi penopang utama keluarganya.

Uang adalah masalah sensitif. Untuk menghindari konflik, pahamilah dulu kondisi finansial dan nilai-nilai yang tertanam pada keluarga pasanganmu.

8. Buta Soal Pajak

Pertimbangkan pajaknya via www.motortrader.com.my

Karena masih sama-sama muda, pasangan baru nikah sering melupakan soal pajak. Padahal mereka sudah diberi label wajib pajak sejak keduanya memperoleh pekerjaan yang layak. Tiap kali kalian membeli barang, pikirkan apakah kalian mampu membayar pajaknya. Selain itu, pastikan bahwa kalian rutin membayar pajak tahunan seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pajak kendaraan jauh lebih mahal, jadi pikir masak-masak sebelum kalian membeli mobil atau motor.

9. Menganggap Asuransi Itu Tidak Penting

Persiapan dari sekarang via www.themedicalbag.com

Banyak orang meremehkan masalah asuransi karena menganggapnya buang-buang uang. Padahal, setiap orang di dunia ini pasti akan sakit atau meninggal. Ini hanyalah perkara kapan.

Biaya berobat kita makin tinggi dari tahun ke tahun. Jika pekerjaanmu tidak menyediakan asuransi kesehatan, nggak ada salahnya jika kamu menyisihkan sedikit uang untuk membeli produk asuransi!

Nah, tadi adalah beberapa kesalahan finansial mendasar yang sering dilupakan para pasanagn muda yang baru menikah. Semoga bisa jadi bekalmu saat sudah berkeluarga nanti, ya.