Dear Sellers, ini 5 Alasan Logis Kenapa Para Pembeli Ogah Belanja di Online Shop Kamu Lagi

kenapa pembeli nggak repurchase

ā€œKenapa ya online shop aku makin sepiā€¦ā€

Advertisement

Mungkin banyak dari antara kamu yang baru memulai berjualanĀ online merasa bingung lantaran orderan kian hari kian sepi. Yah, ada sih satu dua pelanggan baru, tapi kenapa ya pelanggan lama nggak balik untuk belanja lagi? Padahal kamu merasa produk dan kemasan produkmu sudah cukup oke. Nggak malu-maluin lah buat bersaing sama pedagang lain.

Nah, dilansir dari Ecommerce Training Academy, ada beberapa faktor umum dan logis kenapa pembeli lama nggakĀ repurchaseĀ produk di tokomu. Bisa jadi, karena ongkir yang mahal. Tapi bisa pula karena layanan yang dirasa mereka kurang memuaskan. Biar tokomu nggak makin sepi, yuk kita bahas bareng-bareng di sini!

1. Pembeli merasa frustasi dengan ongkos kirim yang mahal. Belum lagi kalau pengemasan dan pengirimannya lama

Credit: Claudio Schwarz for Unsplash via unsplash.com

Nggak bisa dimungkiri, persaingan ongkos kirim kini kian sengit. Kalau kamu nggak cerdik-cerdik memberikan penawaran yang asyik, jangan heran kalau pembeli merasa ā€˜kapokā€™ membeli diĀ online shop kamu lagi. Apalagi kalau mereka rasa produk dan ongkos kirimnya nggak sebanding. Hal ini bisa diakali dengan kamu membuka lapak di marketplaceĀ yang rajin kasih promoĀ free ongkir lo~

Advertisement

2. Pembeli kurang merasa terkesan dan senang dengan produk yang kamu jual

Credit: Deposit Photos via id.depositphotos.com

Pernah nggak kamuĀ follow up kesan dan pendapat para pembeli terhadap barang yang kamu jual pada mereka? Sesekali coba deh tanya, apakah ada hal-hal yang kurang memuaskan atau ada kritik dan saran yang bisa membantu kamu meningkatkan kualitas jualanmu. Pendapat mereka pasti beragam, jangan mudah baperan kalau mau usahamu makin maju.

3. Pembeli merasa tertipu dan kesal dengan admin/customer service yang menjalankan bisnismu

Credit: Deposit Photos via id.depositphotos.com

Hari gini masih suka sengit membalas atau merespons para calon pembeli? Hati-hati, sikap para customer service yang nggak menyenangkan, nggak solutif dan memberikan deskripsi yang keliru dari barang yang mereka beli bisa membuat para pembeli kapok dan enggan belanja di tokomu lagi. Ya siapa juga kan yang mau merasa tertipu apalagi merasa dikasarin sama penjualnya yang kurang sabar dan ramah?

4.Ā  Pembeli merasa nggak butuh atau ā€˜terdesakā€™ untuk beli sesuatu lagi dari kamu

Advertisement

Credit: OneSave/Day for Unsplash via unsplash.com

Mungkin jualanmu adalah tipe produk yang punyaĀ lifetime value atau produk yang bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama. Atau mungkin pilihan jualanmu kurang beragam, sehingga nggak ada produk baru yang bisa menarik perhatian pelangganmu. Hal ini bisa diakali kok.

Semisal kamu punya produk denganĀ lifetimeĀ value atau digunakan dalam jangka waktu lama, kamu bisa melakukanĀ upgrade selling. Contoh, kamu menjual sebuahĀ gadget yang harganya relatif mahal. Nah, mereka nggak mungkin kan langsung beli lagi dalam jangka waktu sekurangnya 1 tahun? Kamu bisa menjual aksesori atau perintilan pendukung, yang bisa membuat produkmu ā€˜naik kelasā€™. Kalau kamu jualan produk perhiasan, jangan cuma memajang 10-12 produk. Pastikan cukup banyak pilihan dan bervariasi setiap musimnya.

5. Pembeli lebih memilih beli di kompetitor atau toko sainganmu

Credit: Jacek Dylag for Unsplash via unsplash.com

Nah, kalau ini sih memang kerap terjadi. Jangan patah semangat dulu, kamu bisa cari tahu apa kelebihan kompetitor yang membuat pembelimu memilih ā€˜lariā€™ ke kompetitor. Apakah desainĀ lay outĀ atau foto jualan yang lebih menarik? Penjelasan yang lebih lengkap? Pengiriman lebih murah dan cepat? Harga promo yang lebih asyik? Coba dikulik dan pelajari, siapa tahu bisa menjadi cara untuk upgrade penjualanmu.

Nggak ada jualan yang langsung instan serta merta laku keras. Kuncinya, terus belajar, sabar dan konsisten meningkatkan kualitas dan teknikmu memasarkan produk. Semangat terus ya, semoga usahamu makin laris!

xx
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

An independent woman, loving mom and devoted wife.

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE