Kisah Sukses Pendiri Aqua. Berawal Diremehkan dan Dianggap Gila, Kini Berhasil Kaya Raya

kisah sukses pendiri aqua

Saat diremehkan oleh orang lain karena sebuah ide yang tak biasa, artinya kita perlu berjuang menunjukkan bahwa kita bisa membuktikannya sukses. Mungkin pelajaran ini yang bisa dipetik dari perjalanan hidup seorang pendiri merek air kemasan ternama Aqua yaitu Tirto Utomo. Bagaimana tidak, dulunya ia dianggap gila oleh orang-orang di sekitarnya karena memiliki pikiran untuk menjual air putih di dalam kemasan. Akan tetapi, kini saat merujuk air minum seperti ini, merek Aqua barangkali muncul pertama kali di benak banyak orang Indonesia.

Advertisement

Walaupun sekarang sukses namun ternyata ia sempat mengalami kegagalan, bukan hanya dianggap gila namun produk Aquanya juga tak laku. Namun dengan teknik marketing yang unik ternyata produknya justru jadi dipercaya hingga laris manis. Kita simak yuk perjuangannya meraih kesuksesan!

Ternyata perjalanan hidup seorang Tirto cukup berliku sebelum menjadi pengusaha, bahkan ia pernah menjadi seorang wartawan

Sempat jadi pengusaha/ Credit: Finansialku via www.finansialku.com

Tirto Utomo lahir pada 8 Maret 1930 di Wonosobo dengan nama lain Kwa Sien Biaw. Dilansir dari Biografiku, saat SMP ia harus mengayuh sepeda sepanjang 60 km agar bisa bersekolah di Magelang karena belum ada SMP di daerahnya. Kemudian ia melanjutkan sekolah HBS setingkat dengan SMA di Semarang dan Malang pada masa Hindia Belanda saat itu. Ia juga kuliah di UGM dan malah menjadi wartawan kasus-kasus pengadilan di Jawa Pos hingga akhirnya pindah ke UI karena kuliahnya tak menentu. Di sana ia tetap kuliah sambil bekerja dalam bidang jurnalistik tepatnya ia sempat menjadi pimpinan redaksi harian Sin Po.

Sempat bekerja di perusahaan minyak, Tirto malah mendapatkan sebuah ide untuk membuat perusahaan air mineral dalam kemasan

Air mineral/ Credit: Biografiku via www.biografiku.com

Dengan gelar sarjana hukum yang dipunya, Tirto akhirnya melamar ke Perusahaan Minyak Nasional (Permina yang sekarang menjadi Pertamina). Karena kemampuannya, kariernya makin menanjak dan sering ke luar negeri. Dilansir dari GNFI, suatu ketika ada tamu dari luar negeri yang mengeluh tentang air minum yang disajikan karena rasanya tidak enak dan membuat sakit perut. Air tersebut merupakan air biasa yang direbus secara tradisional.

Dari situ justru muncul ide untuk mengetahui cara pembuatan air mineral kemasan hingga ia mempelajarinya dari sebuah perusahaan di Thailand. Ide ini sempat diremehkan dan membuatnya dianggap sudah gila. Akhirnya ia keluar dari perusahaan tempatnya bekerja dan mendirikan PT Golden Mississippi yang berubah menjadi PT Aqua Golden Mississippi.

Mendirikan sebuah usaha ternyata tidak semudah itu, ia bahkan harus nombok karena penjualan yang terus merosot

Sempat tak laku/ Credit: Mahar Ouderwats via www.bukalapak.com

Produk yang dibuat dengan penuh riset ini ternyata harus gagal total bahkan beberapa menganggapnya sebagai produk air mentah. Hal ini menyebabkan di 3 tahun pertama, Tirto mengalami kerugian bahkan dilansir dari detik.com, ia harus nombok dari kantung pribadi agar tetap bisa menggaji karyawannya. Uniknya saat mengalami kegagalan ini Tirto bukannya menurunkan harga dan melakukan promosi, ia malah menaikkan harganya. Ternyata dengan metode ini penjualan malah naik karena produk ini dianggap memiliki kualitas yang bagus sesuai dengan harganya lo. Ia juga sempat menjual air kemasan ini dengan menitipkannya di toko pinggir jalan dan ternyata berhasil sukses.

Selain itu, Aqua juga menjadi sponsor untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) demi menumbuhkan citra hidup sehat dengan Aqua. Air yang digunakan pun diganti dengan mata air pegunungan yang mengandung lebih banyak nutrisi yang menyehatkan. Tirto meninggal di tahun 1994 dan perusahaan sempat goyah sebelum akhirnya bekerja sama dengan Danone. Kini saat menyebut air mineral dalam kemasan, merek Aqua mungkin akan menjadi yang pertama kali muncul di pikiran banyak orang. Termasuk kamu juga kan?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE