Memahami Influencer Marketing, Efektivitas dan Cara Memilihnya. Biar Nggak Cuma ‘Bakar Uang’~

influencer marketing

“Nah, aku habis dikirimin kue nih, Guys. Enak banget mau nangis!”

Advertisement

Beberapa tahun yang lalu, kalimat khas seperti itu belum populer karena influencer marketing baru mulai marak dilakukan oleh pelaku bisnis beberapa tahun belakangan ini. Hal ini juga terjadi karena fenomena penggunaan media sosial yang makin meluas. Orang yang memiliki banyak pengikut dianggap bisa memiliki pengaruh besar terhadap mereka. Sehingga mulai dari apa yang dipakai, dimakan, hingga dibeli akan diikuti juga oleh para pengikut tersebut.

Oleh karena itu, banyak pelaku bisnis yang rela membayar mahal untuk teknik marketing yang satu ini. Tapi kalau tak tepat sasaran ternyata teknik ini bisa berakhir cuma buang-buang duit lo. Makanya agar tak salah langkah, ketahui dulu influencer marketing yang tepat melalui penjelasan berikut ini!

Influencer marketing merupakan sebuah hubungan yang terjalin antara brand dengan para influencer yang biasanya memiliki pengaruh dari media sosial

Spesialis endorse gamis/ Credit: Nisa Cookie via www.instagram.com

Pengertian tersebut dilansir dari Forbes, di mana disebutkan juga bahwa para influencer akan mempromosikan barang melalui berbagai media seperti Instagram atau Youtube dan media sosial lain sesuai dengan perjanjian. Ternyata hal ini sedikit berbeda dari sekadar endorse selebritas karena influencer marketing lebih spesifik seperti pemilihan figur yang dapat dipercaya dengan niche yang jelas dan memiliki pengikut yang loyal. Para influencer biasanya bekerja secara independen dan membuat jenis kontennya sendiri sesuai dengan citra yang mereka bangun.

Mungkin kamu bertanya-tanya apakah menggunakan jasa para influencer merupakan jalan yang efektif untuk marketing bisnismu

Harus soft/ Credit: Dwi Handa via www.instagram.com

Dilansir dari Marketing Craft, ternyata teknik marketing ini berasal dari teknik lama yang sudah sering berhasil yaitu word of mouth alias dari mulut ke mulut. Biasanya teknik ini cukup efektif karena orang yang memberi tahu produk tersebut dianggap sudah menggunakan dan menunjukkan hasilnya secara nyata. Bahkan menurut laporan Global Trust Advertising Nielsen ternyata 83% konsumen akan percaya dengan rekomendasi orang yang mereka kenal sedangkan iklan lewat televisi justru dipercaya sebanyak 63% konsumen. Nah melalui media sosial ini percakapan serta interaksi terus terjadi di mana kita merasa memiliki keterikatan dengan orang-orang di sana. Melalui koneksi tersebut word of mouth dilakukan dan dirasa cukup efektif jika dilakukan dengan tepat.

Walaupun sama-sama influencer ternyata ada beberapa karakteristik yang membuat mereka dibagi ke dalam beberapa jenis lo

Contoh yang mega/ Credit: Andrea Bimo via www.instagram.com

Ada beberapa jenis influencer yaitu:

  • Mega influencer: pengikut sampai jutaan namun engagement terbatas dari 2-5%
  • Macro-influencer: pengikut 10 ribu sampai 1 juta dengan engagement 5-25%
  • Micro-influencer: pengikut kurang dari 500 namun engagement sampai 50%
Advertisement

Ternyata ada banyak juga yang sudah menggunakan jasa influencer namun penjualannya tidak naik, biasanya karena tidak tepat

Beauty influncer/ Credit: Tasya Farasya via www.instagram.com

Saat memilih seorang influencer untuk mempromosikan produkmu, maka jangan hanya melihat jumlah pengikutnya saja. Kamu juga perlu meneliti keterlibatan audiens terhadap apa yang mereka unggah, cara mudahnya adalah dengan mengecek komentar serta likes namun bisa juga menggunakan tools untuk menganalisis.

Jangan lupa juga untuk melakukan riset seperti mengecek portfolio mereka, mengetahui niche atau fokus konten, dan ketahui karakternya apakah akan cocok dengan produkmu. Penting juga untuk mengetahui apakah ada brand kompetitor yang sudah bekerja sama dengannya karena kredibilitasnya bisa menurun jika nekat mengambil tawaranmu.

Nah, jika kamu sudah mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk memilih influencer maka usahamu untuk menggunakan jasa mereka bukan hanya sebuah prosesi bakar uang. Malah kamu bisa meningkatkan penjualan dan awareness dari brand yang kamu miliki walaupun bisnis masih terhitung kecil-kecilan.

xx
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE