Kisah Sukses Sido Muncul, Hampir Bangkrut karena Utang Hingga Masuk Jajaran Perusahan Terbaik

kisah sukses sido muncul

Produk obat-obatan mungkin sudah banyak yang terkenal di Indonesia, tapi kalau menyebut produk jamu mungkin yang langsung muncul di pikiran adalah Sido Muncul. Walaupun produknya bukan hanya jamu namun merek yang satu ini terkenal dengan obat-obatan herbal dan alami yang cocok dengan orang Indonesia bahkan produknya sudah sampai go international juga. Meskipun sempat masuk ke jajaran 50 perusahaan terbaik versi Forbes namun ternyata Sido Muncul juga sempat terseok-seok sampai hampir bangkrut lo.

Advertisement

Mereka melewati beberapa kali momen yang penuh dengan utang. Akan tetapi, Irwan Hidayat, Direktur Sido Muncul akhirnya bisa membawa perusahaan ini makin menanjak hingga sekarang. Kita simak yuk bagaimana produk rumahan ini bisa menjadi sebesar sekarang!

Bisnis jamu keluarga ini ternyata sudah mulai sejak puluhan tahun yang lalu, awalnya dari kemampuan nenek Irwan

Tahun 1935 bisnis ini sudah dimulai walaupun masih belum dengan nama Sido Muncul. Awalnya nenek Irwan yang bernama Ny. Rakhmat Sulistio (Go Djing Nio) memiliki keahlian untuk meracik tanaman herbal menjadi jamu dan rempah-rempah. Tahun 1941, ia membuat ramuan jamu tujuh angin yang kini dikenal sebagai Tolak Angin di Yogyakarta. Tahun 1949, ia bersama Irwan Hidayat pindah ke Semarang dan baru pada tahun 1951, produksi jamu dibuat dengan serius di bawah merek dagang Sido Muncul, sekaligus mengubah nama jamu tujuh angin menjadi Tolak Angin. Orang tua Irwan pada tahun 1953 memutuskan untuk membeli setengah saham dari perusahaan ini dan malah diberikan seutuhnya kepada mereka pada tahun 1970.

Walaupun terlihat mulus namun ternyata perusahaan ini juga diliputi utang yang tak sedikit karena terus melakukan ekspansi

Advertisement

Dilansir dari Kompas, sekitar tahun 1972 Sido Muncul memiliki utang sebesar Rp46 juta yang mana waktu itu nominal tersebut terbilang sangat besar, padahal penjualan jamu kala itu hanya Rp800 ribu. Ketika itulah Irwan akhirnya menyumbang ide berupa program serta iklan-iklan yang ternyata benar-benar membuahkan hasil. Ia membuat pil untuk wanita dan mengiklankan lewat radio. Angka penjualan bahkan naik hingga Rp12 juta sebulan kemudian dan ia berhasil melunasi utangnya setelah 8 bulan.

Tak hanya itu, Sido Muncul juga kembali mengalami kerugian hingga hampir bangkrut pada tahun 2004 di mana mereka memiliki utang Rp160 miliar padahal pemasukan hanya Rp10 miliar. Akan tetapi, lagi-lagi Irwan berhasil melewati masa ini dengan pemilihan model iklan yang namanya sedang naik kala itu termasuk Mbah Marijan untuk iklan Kuku Bima Energi.

Advertisement

Ada filosofi yang dijunjung oleh Irwan ketika ia mengembangkan merek dagangnya supaya tetap laku di masyarakat

Irwan sempat sakit-sakitan di usia 21 tahun dan ketika sembuh ia seperti tidak siap untuk menjalani hidup. Akan tetapi, ia kembali semangat setelah bertemu dengan sang istri dan menjalani hidup dengan filosofi bahwa jika seseorang tidak berguna untuk orang lain maka hidupnya pun tidak berguna. Ia akhirnya berkeyakinan untuk membuat produk yang bagus dan bisa melindungi konsumen.

Selain itu, ia juga yakin bahwa yang bisa membuatnya bertahan adalah keyakinan masyarakat sehingga ia mulai melakukan uji kualitas untuk memastikan bahwa produknya halal dan aman. Benar saja, karena kepercayaan masyarakat, tahun 2019 Sido Muncul mampu mendapatkan kekayaan bersih sampai Rp374,12 miliar. Bahkan Sido Muncul juga masuk dalam daftar 50 perusahaan terbaik Indonesia versi Forbes.

Jika diperhatikan lebih detail, logo Sido Muncul akan memperlihatkan sosok ibu bersama seorang anak laki-laki ternyata ada cerita di sebaliknya

Ketika itu, pemasangan gambar diri untuk perusahaan sedang menjadi tren makanya Ny. Rakhmat juga ingin menerapkannya. Awalnya ia ingin menaruh gambar bersama suami namun hasilnya aneh, akhirnya ia memilih gambarnya dengan cucu tercinta yang merupakan Irwan Hidayat. Ia 5 bersaudara namun neneknya lebih dekat dengannya, ketika kecil bahkan Irwan baru akan berhenti menangis jika neneknya yang menimang lo. Mungkin karena eratnya hubungan ini, saat harus melanjutkan perusahaan pun Irwan mampu melakukannya dengan baik.

Walaupun sekarang Sido Muncul terlihat menjadi salah satu perusahaan yang bersinar, namun ternyata tetap ada juga masa-masa sulit yang dilewati bahkan sampai merugi dan hampir bangkrut. Akan tetapi, inovasi-inovasi dan gebrakan mampu membuat mereka akhirnya bertahan.

Gabung dan Berlangganan Newsletter

Berlangganan Newsletter dari Kita Mulai Bersama

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE