Mengenal Co-branding dan Menjawab Pertanyaan Kenapa Dua Brand Melakukan Kolaborasi

kolaborasi brand

Sering nggak sih kamu melihat suatu ketika tiba-tiba ada sebuah brand makanan melakukan kolaborasi dengan produk kecantikan atau fesyen? Mungkin timbul pertanyaan seperti kenapa para brand melakukannya atau bahkan komentar-komentar seperti “maksa banget.” Akan tetapi, nyatanya strategi ini membuat mereka berhasil mencuri perhatian banyak kalangan dengan respons-respons tersebut lo.

Malahan respons yang dibuat oleh masyarakat bisa jadi merupakan salah satu tujuan yang diinginkan oleh brand supaya tujuan utamanya akan tercapai. Selain itu, apa sebenarnya alasan dua atau lebih brand melakukan kolaborasi? Simak yuk penjelasannya berikut ini!

Istilah lain kolaborasi antar brand ini sering disebut sebagai co-branding, mirip juga dengan strategi serupa yaitu co-marketing

Dilansir dari Investopedia, co-branding adalah strategi marketing menggunakan dua brand atau lebih sekaligus yang memiliki hasil dalam bentuk sebuah barang atau jasa sebagai bagian dari ‘persekutuan’ strategis. Masing-masing brand akan berkontribusi dengan identitas masing-masing untuk menciptakan produk tersebut. Bisa jadi kolaborasi ini tak hanya dilakukan dengan menaruh nama dan berasosiasi melalui produk semata namun juga dengan berbagi teknologi dan keahlian yang dimiliki, serta mengambil kesempatan untuk memanfaatkan kelebihan masing-masing partner.

Selain co-branding ada juga istilah co-marketing yang juga merupakan kolaborasi antara dua brand, yang membedakan adalah co-marketing tak menghasilkan sesuatu dalam bentuk produk namun hanya dalam usaha-usaha saat menjalankan marketing saja.

Walaupun mungkin kelihatannya hanya hype yang sesaat saja, nyatanya co-branding memiliki banyak sekali manfaat

Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai ketika para brand melakukan kolaborasi misalnya seperti menambah basis konsumen, meningkatkan keuntungan, kesetiaan konsumen, brand image, nilai yang ingin diperoleh, bahkan sampai menghemat pengeluaran. Masing-masing brand diharapkan memiliki reputasi yang lebih baik setelah melakukan kolaborasi ini dengan menggabungkan kekuataan yang dimiliki masing-masing. Target pasar juga bisa diperluas dengan adanya sebuah produk yang mengakomodasi kebutuhan konsumen dari masing-masing brand.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan kolaborasi agar bisa berhasil meraih tujuan yang sudah ditetapkan

Meskipun punya beberapa manfaat bagi masing-masing brand namun ternyata kolaborasi semacam ini tetap memiliki risiko lo. Makanya perlu berhati-hati dalam memilih partner untuk berkolaborasi. Beberapa hal berikut ini perlu dipertimbangkan:

  • Apakah audience dari brand sebelah memiliki tipe sejenis dengan audience milik brand sendiri? Walaupun memang bertujuan untuk memperluas pasar namun nilai yang ingin disebarkan sebaiknya tetap bisa diterima oleh audience yang serupa.
  • Pertimbangkan juga apakah ada sumber daya atau keahlian lain yang bisa dieksplor dari brand yang akan diajak berkolaborasi yang mana tak dimiliki oleh brand-mu sehingga bisa melengkapi.
  • Yang paling penting adalah reputasi yang dimiliki oleh brand yang akan diajak bekerja sama supaya jika ternyata reputasinya buruk maka brand milikmu tak terseret juga ke dalamnya.
  • Melakukan kolaborasi artinya sepanjang proses akan dilakukan bersama, maka sebaiknya pastikan bahwa partner bisa diajak berkomunikasi dengan baik sehingga proses tersebut bisa dinikmati.

Ada beberapa kolaborasi antara brand yang paling sukses selama ini, mungkin bisa kamu perhatikan polanya jika ingin meniru

View this post on Instagram

A post shared by OREO (@oreo)

Beberapa brand berikut ini sukses melakukan kolaborasi hingga bikin heboh banyak orang.

  • Oreo x Supreme merupakan sebuah kolaborasi limited edition yang sempat booming karena cookie ini dijual dengan harga yang fantastis namun nyatanya tetap habis karena kecenderungan fear of missing out dari orang-orang.
  • Sama-sama di bidang makanan, Chitato dan Indomie adalah kolaborasi yang paling ditunggu-tunggu karena keduanya merupakan makanan favorit banyak orang.
  • Selain itu ada juga brand makanan yang melakukan kolaborasi dengan produk kecantikan seperti Khong Guan dengan Mizzu dan Dear Me Beauty dengan Nissin.

Sebenarnya masih ada banyak lagi kolaborasi-kolaborasi yang dilakukan oleh berbagai brand yang akhirnya banyak dibicarakan. Hal tersebut sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi ternyata cukup efektif untuk menaikkan brand exposure yang akhirnya dalam jangka panjang berdampak juga terhadap penjualan. Hmm, sudah nggak penasaran lagi kan sekarang?

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.