Clubhouse Ramai karena FOMO, ini 6 Trik Marketing Manfaatkan Fenomena ‘Takut Ketinggalan’

strategi marketing fomo

Clubhouse, beberapa waktu yang lalu sempat menjadi tren gara-gara dipakai oleh sosok Elon Musk dan beberapa orang terkenal lainnya. Akhirnya jadi makin banyak orang yang penasaran lalu menggunakannya juga, bahkan sampai ada yang rela membayar mahal supaya bisa diundang ke sebuah room untuk mendengar para pembicara. Di mana-mana orang akan membicarakan aplikasi ini dan jadi makin banyak yang mencobanya karena penasaran serta takut ketinggalan. Fenomena selalu ingin mengikuti tren ini merupakan hal yang sering terjadi, istilahnya adalah FOMO (Fear of Missing Out).

Advertisement

FOMO merupakan sifat manusia yang makin ke sini semakin menjadi-jadi karena keberadaan media sosial. Akan tetapi, ternyata kamu bisa memanfaatkan sifat takut ketinggalan tersebut untuk dipakai dalam strategi bisnismu juga lo. Simak yuk bagaimana caranya!

1. Supaya orang mau membeli maka perlu ditunjukkan bahwa orang-orang lain juga membeli produk darimu, ada beberapa cara yang bisa dilakukan

Pernah melihat antrean panjang di sebuah tempat makan yang baru buka? Selain karena promo mungkin kamu juga sempat mendengar bahwa beberapa pemilik tempat makan akan sengaja meminta kenalannya ikut ngantre supaya terlihat banyak orang yang ingin membeli produk dan membuat orang lain jadi penasaran. Jika diterapkan di online shop maka kamu bisa meminta ulasan atau testimoni kepada para pembelimu untuk menunjukkan bahwa produkmu memang sedang digemari.

2.  Cara yang lain adalah dengan menunjukkan bahwa mereka benar-benar sudah melewatkan satu kesempatan sehingga tak ingin melewatkan kesempatan lain lagi

Sold out/ Credit: anastasyastocks on Deposit Photos via depositphotos.com

Maksudnya adalah dengan menunjukkan bahwa suatu produk sudah habis terjual sehingga pembeli akan memiliki urgensi untuk segera membeli produk yang lain supaya tak ketinggalan lagi. Selain itu, teknik menunjukkan ketersediaan juga bisa dilakukan. Caranya adalah dengan menunjukkan bahwa hanya tinggal ada sedikit lagi stok yang tersisa sehingga kalau tak buru-buru dibeli bisa jadi keduluan yang lain lagi.

Advertisement

3. Membuat produk dengan embel-embel eksklusif akan membuat mereka yang membelinya merasa senang sekaligus bangga

Kata ‘eksklusif’ merupakan sebuah kata penuh power untuk menjerat para pembeli. Pasalnya, manusia akan merasa senang ketika bisa mendapatkan kesempatan untuk merasakan pengalaman yang hanya bisa dirasakan oleh sejumlah orang saja. Selain menggunakan kata eksklusif, kamu juga bisa menggunakan frasa limited edition untuk meningkatkan kesan kelangkaan pada produk.

4. Melibatkan para konsumen dengan UGC (User Generated Content) juga ampuh untuk meningkatkan FOMO

Kamu bisa membiarkan para konsumen membantumu dalam mengembangkan taktik ini, caranya misalnya dengan melakukan repost jika ada yang menandai story di Instagram atau bisa juga membagi kiriman mereka jika mereka mengunggahnya. Cara ini bisa menambahkan beberapa poin pada produkmu yaitu melalui word of mouth langsung dari orang yang sudah memakai dan sebagai bukti yang bisa digunakan untuk meningkatkan kepercayaan.

5. Hampir semua orang menyukai hadiah, kamu bisa juga memberikannya khusus untuk beberapa pembeli pertama

Freebies/ Credit: Rawpixel on Deposit Photos via depositphotos.com

Advertisement

Walaupun mungkin nilainya tak seberapa namun embel-embel reward, hadiah, atau freebies merupakan kata ampuh yang membuat para konsumen tak ingin ketinggalan. Alih-alih memesan nanti-nanti, mereka akan segera melakukannya supaya tak melewatkan kesempatan mendapatkan bonus terbatas yang diberikan.

6. Memperkuat bagian visual juga akan memberikan gambaran pada konsumen tentang sesuatu yang mereka lewatkan jika tak kunjung membeli

Gambar merupakan salah satu hal yang juga akan menarik perhatian para audience yang juga penting untuk strategi marketing memanfaatkan FOMO. Gambar dengan kualitas bagus dan tepat akan mampu membuat keinginan membeli meningkat jadi dua kali lipat. Kata ‘limited edition‘ atau ‘Don’t miss it!‘ akan membuatnya jadi perpaduan super untuk membuat konsumen takut kelewatan.

Memanfaatkan FOMO artinya kamu tak harus selalu mengikuti tren tapi justru membuat merekmu yang menjadi tren itu sendiri di mana orang-orang yang memiliki kecenderungan tersebut akan lekas-lekas membeli.

Anyway, masih pada rajin pakai Clubhouse nggak sih sekarang? (Serius penasaran)

Baca sepuasnya konten-konten pembelajaran Masterclass Hipwee, bebas dari iklan, dengan berlangganan Hipwee Premium.
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE