Kenali Penyebab Bocor Halus Keuangan ‘Latte Factor’. Dikit-dikit tapi Bikin Nabung jadi Sulit

latte factor bocor halus

Selama pandemi atau bahkan dari sebelumnya mungkin kamu salah satu orang yang menerapkan “kalau bosan, pikirannya langsung ingin ngunyah.” Selain itu mungkin kamu juga harus ditemani es kopi susu kekinian atau minuman sejenisnya saat bekerja entah agar tetap terjaga atau sekadar karena ikut-ikutan teman saja, apalagi kini dengan bantuan ojek online dan jasa delivery kamu hanya tinggal menunggu di mejamu saja.

Advertisement

Tanpa sadar hal ini menjadi kebiasaan yang dilakukan harian yang ternyata bikin bocor halus pengeluaran. Istilah finansial dari keadaan ini adalah ‘latte factor’ yang dipopulerkan oleh David Bach. Dampaknya ternyata juga signifikan lo jika terus dibiarkan. Kita simak yuk penjelasan selengkapnya!

Pemilihan istilah latte factor ini didasari pada kebiasaan minum kopi yang bikin boros, namun sebenarnya yang dimaksud lebih dari itu

Latte/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Istilah ‘latte factor’dipakai karena banyaknya milenial yang menghabiskan uangnya pada kopi kekinian. Istilah ini kemudian menuai kritik karena dianggap kopi tidak semahal yang dikatakan David Bach, sang penemu istilah yang mengatakan bahwa sekali minum kopi orang akan menghabiskan $5. Padahal dilansir dari Forbes, poin yang dimaksud yang menimbulkan bocor halus adalah pengeluaran sepele yang ternyata dikeluarkan secara reguler. Pengeluaran ini walaupun terlihat kecil namun ternyata menghabiskan uang lebih dari yang kita bayangkan.

Pengeluaran ini dianggap berbahaya karena saat ditotal per bulan mungkin angkanya tidak disangka

Kok banyak?/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Katakanlah jika es kopi susu lengkap dengan cemilan yang kamu beli setiap harinya menghabiskan sebanyak Rp50.000,00, maka dalam sebulan saja kamu sudah harus mengeluarkan Rp1,5juta. Belum lagi misal kamu harus membeli air kemasan mineral karena tak membawa minum sendiri. Dengan harga per botolnya Rp5.000,00 jika dikali sebulan maka angkanya Rp150.000,00.

Dalam setahun pengeluaran ‘sepele’ pembelian kopi kekinian dan air mineral tersebut kalau ditotal-total ternyata bisa mencapai hampir Rp20 juta!

Pengeluaran yang dianggap kecil-kecilan tersebut bisa menimbulkan dampak yang akhirnya merugikan diri sendiri

Bikin stres/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Karena dianggap hanya mengeluarkan sedikit uang maka hal ini akan bisa dengan mudah menjadi kebiasaan nantinya. Selain itu, dilansir dari Cermati, Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani mengatakan bahwa hal ini mungkin terjadi karena adanya tekanan sosial dan kontrol diri yang kurang kuat sehingga bisa menggerogoti pemasukan yang kemudian menyebabkan kesulitan untuk menabung maupun investasi. Pada akhirnya, kondisi keuangan jadi tidak sehat serta tak ada peningkatan alias di situ-situ saja.

Saat ini belum terlambat kok jika ingin mengurangi kebiasaan tersebut dan melakukan perubahan agar tidak menyesal nantinya

Advertisement

Ditabung/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Perubahan bisa dimulai dari sekarang dengan membiasakan diri untuk mencatat pengeluaran harian agar lebih sadar saat melakukan pembelian-pembelian tersebut dan terlihat pula angka yang terus bertambah. Dari sana, kamu bisa mulai mengidentifikasi mana pengeluaran yang tidak penting dan melakukan efisiensi. Selain itu, kamu juga bisa mulai mencari alternatif untuk mengganti minuman atau makanan yang beli. Contohnya jika ingin minum kopi maka kamu bisa meracik kopi sendiri dengan harga yang biasanya akan jauh lebih murah. Kamu juga bisa mulai membawa air minum sendiri daripada harus membelinya.

Sesekali membeli jajanan untuk diri sendiri tak masalah kok sebenarnya. Tapi yang perlu diperhatikan adalah kontrol diri agar tak keseringan terjadi dengan alasan “ah segitu doang nggak apa-apa kali” lalu tahu-tahu pengeluaran membengkak. Ingat, investasi juga menjadi salah satu hal penting untuk masa depan. Yuk semangat menabung untuk masa depan!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

An independent woman, loving mom and devoted wife.

CLOSE